
“ada yang bisa saya bantu” ucap seorang reseptionis kepada vira dan bik ina.
“saya ingin menemui dokter kandungan” ucap vira membuat reseptionis itu heran dan menampilkan wajah yang prihatin.
“baiklah sebelum itu isi terlebih dahulu ini dek” ujar reseptionis itu kepada vira dengan memberikan kertas yang harus diisinya.
Vira menerima kertas itu dan pergi ke meja yang menyediakan pena. Dalam diam vira mengisi formulir itu dan terhenti saat isi formulir itu berisikan nama suami.
“non pakai punya ibuk saja, tadi ibuk meminta selembar juga” ujar bik ina, vira tersenyum mengiyakan apa yang dikatakan bik ina.
“ini formulirnya, dia ini putri ku dan yang ingin menemui dokter adalah saya” ucap bik ina menjelaskan kepada reseptionis itu, dan reseptionis itu hanya mengut-mangut mengerti.
“tunggu di ruangan sana nanti nama ibu di panggil” ujar reseptionis itu.
Vira dan bik ina pergi ke ruangan yang di tunjuk reseptionis itu dan ikut mengantri, vira melihat ibu-ibu dengan perut yang membesar di temani suaminya masing-masing.
Vira membayangkan dirinya dengan perut besar yang di temani dika di sampingnya, membayangkan dika tersenyum sembari mengelus lembut perutnya membuat vira tersenyum ke arah dika.
“non” panggil bik ina membangunkan vira dari dunia hayalannya dan kembali ke dunia nyatanya.
“non sekarang giliran kita” ujar bik ina membuat vira terkejut dan langsung bangun berjalan masuk ke ruangan.
“dengan ibu ina ?” tanya dokter itu kepada vira dan bik ina.
“baiklah silahkan duduk” dokter yang tidak mendapatkan jawaban hanya tersenyum dan menuntun untuk duduk.
“ada,-”
“boleh saya bertanya sesuatu ?” tanya salah satu dari dua wanita yang di hadapan dokter itu, bukan bik ina yang bertanya melainkan vira.
“iya silahkan” ujar dokter itu dengan senyuman yang dapat membuat dirimu malu.
“aku mau nanya dok, seberapa besar peluang seorang wanita untuk hamil ?” tanya vira membuat sang dokter hanya tersenyum kearah vira sejenak sebelum menjawab.
“peluang seorang wanita untuk hamil di usia ibuk, sungguh sangat besar. Apa bila ibuk bercinta dengan suami ibuk dimasa ovulasi ibuk kemungkinan ibuk bisa hamil.” Jelas dokter itu kepada vira dan vira hanya mangut memahami ucapan sang dokter.
“bagaimana cara menghitung masa ovulasi seorang wanita dok ?” tanya vira.
“sekitar 14 hari sebelum masa menstruasinya datang” jawab sang dokter denga senyum yang tidak pernah luntur.
“jika begitu makasih dok”
***
Sebuah mobil hitam mengkilat memasuki pekarangan mension kediaman Arios dan berhenti tepat di depan pintu masuk.
__ADS_1
Dika keluar dari mobilnya itu dan berjalan memasuki mension melewati beberapa para maid dan bodyguard yang memberi hormat saat dirinya melewati lobi mension.
“INA dimana !!” suara teriakan yang langsung terdengar di pendengaran dika, membuat dika mengendorkan darinya.
“untung kamu sudah pulang istrimu sedari tadi tidak ada di rumah !” adu seorang wanita saat melihat putra sulungnya telah tiba.
“ma aku baru pulang kerja, lelah biarkan aku istirahat sejenak” ujar dika dan melenggang pergi ke kamar mengabaikan ocehan demi ocehan dari sang mama.
“vira” panggil dika lesuh saat pintu kamar terbuka, sungguh hari yang melelahkan bagi dika.
Hari ini dimana dirinya harus meeting dadakan ke luar kota maupun di dalam kota, bukan hanya meeting tenaganya kembali di kuras saat dirinya dan vina harus menyelesaikan masalahnya.
Dika menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sembari memijat pelipisnya yang terasa berat, di tengah-tengah dika memikirkan semua yang terjadi tiba-tiba terngiang di pikirannya gadis yang di temuinya di taman tersebut.
Dengan cepat dika bangkit dari rebahannya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
***
Vira dan bik ina keluar dari ruangan bernuansa putih itu, dan vira langsung menarik tangan bik ina ke apotik rumah sakit.
“ada yang bisa saya bantu ?” tanya salah satu apoteker itu dengan ramah dan memberikan senyum kepada vira dan bik ina.
“bisa kakak beri tau jenis-jenis test pack” ujar vira to the point kepada apoteker tersebut.
“ini test pack strip cara menggunakannya sanggat gampang tinggal dicelupkan ke dalam urine yang telah di tampung selama 5-10 detik dan hasilnya akan keluar jika satu garis berarti no, jika dua garis berarti yes.” (1)
“kalau yang ini test pack di gital cara meggunakannya cukup ujungnya yang di beri strip dan berfungsi untuk menyerap urine dan hasilnya akan keluar dengan jelas menunjukkan tulisan yes atau no” jelas apoteker dengan rinci membuat vira memangut mengerti dengan apa yang di ucapkan apoteker tersebut.
“kapan tanggal kalduarsanya ?” bukan vira yang bertanya melainkan bik ina.
“semua test pack yang kami jual kalduarsanya sekitar 2 tahun, karena kami selalu memperbaharui barang yang kami jual jika tanggal kalduarsa sudah mendekati.” Ujar apoteker tersenut.
“beri saya yang digital tiga, dan yang ini tiga” ucap vira sebari menunjuk test pack yang akan di belinya.
“baiklah saya akan persiapkan” ucap apoteker tersebut.
“mbak test pack digitalnya dua” ujar seorang wanita dengan santai tanpa malu di lihati orang-orang yang belanja di apotik tersebut. Vira melihat wanita itu dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya .
‘diakan vina’
***
“dari mana aja kalian” tanya seorang pria yang membuat kedua wanita itu tekejut
“tuan dika” ucap bik ina membuat semua orang yang ada diruangan menatap penuh kecurigaan.
__ADS_1
“tadi aku meminta bik ina untuk menemaniku jalan-jalan” seakan megerti dengan suasana vira meyakinkan semua orang yang sedang menatapnya.
“kenapa bik ina ? kenapa ngak bibik yang lain” ucap seorang wanita yang membuat vira gugup dalam diam.
“tadi bik ina ada dikamar ma jadi sekalian aja vira mengajak bik ina menemani vira jalan-jalan”ucap vira meyakinkan martuanya yang satu ini.
“mama percaya kok sama vira, karena mama ingin menantu mama itu jujur seperti kamu” ucap martuanya membuat vira merasa bersalah telah berbohong kepada martuanya ini
“mama percaya kok sama kamu, karena ayah kamu bilang putrinya tidak pernah berbohong jika putrinya berbohong maka ayahnya akan menanyakan kepada pengawal pribadinya” ucap martuanya dengan tajam membuat vira membatalkan ucapannya itu ucapan rasa bersalahnya kepada martuanya itu.
“baiklah mulai sekarang bik ina dipecat” mendengar ucapan martuanya itu membuat vira terkejut dan membuat mata vira berkaca-kaca.
“kamu tau alasannya kan bik” ucap martuanya itu lagi sehingga air mata yang di tahan menetes dengan segera vira menghapusnya.
Lagi-lagi vira merutuki dirinya dia yang membuat bik ina di pecat namun dirinya tidak dapat menolongnya, kejadian masa lalu yang ingin tidak terulang lagi menjadi terulang lagi.
Bik ina memegang pundak vira seakan tau bahwa vira menahan air mata turun dan menenangkanya.
“dika bawa istri mu masuk kekamar” perintah martuanya membuat sang anak menuruti printah sang ibu.
“vira mulai besok tidak ada kata pergi sekolah kamu akan homeschooling dan akan di beri pengawal pribadi yang mengawasimu selama dika tidak disisi mu” tegas mama martuanya itu membuat langkah mereka terhenti sejenak dan lanjut menuju kamar.
***
“AYAH !!!” teriak seorang remaja laki-laki dan menyaksikan perlakuan yang di lakukan ayahnya itu.
“apa yang ayah lakukan ?!” tanya remaja itu dan menghampiri adiknya yang tergeletak di lantai.
“katakan kepadanya jangan pernah sekalipun berbohong jika tidak mau terjadi hal seperti ini” ucap ayahnya itu.
“bik ira” ucap gadis itu sembari menghampri wanita yang sudah tergeletak dilantai.
“n.non t.tumbuh.lah men.jadi anak yang baik” ucap wanita yang bernama ira itu, dan menutup matanya.
“bik ira bik bangun” ucap gadis itu sembari mengguncang tubuh wanita itu.
“vira bik ira sudah pergi untuk selamanya” ucap remaja laki-laki itu sembari membawa adiknya ke pelukannya.
“enggak kak itu semua salahku, aku yang menyuruh bik ira membelikan icecream strowberi itu” lirih gadis yang bernama vira itu.
“apa salah bik ira ? kenapa ayah tega mendorong bik ira dari lantai dua ?” (1)
“tidak masalah ayah menamparku tadi, asalkan jangan menghilangkan nyawa bik ira” (2)
“kak apa separah itu resikonya jika berbohong kepada ayah ?” tanya vira kepada kakaknya itu, namun lelaki itu tidak menjawab pertayaan vira melainkan membawa vira lebih erat di pelukannya.
__ADS_1