Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 3


__ADS_3

Cuaca dingin yang menusuk-nusuk kulit membuat tubuh mengigil menahan rasa dingin, berbeda dengan gadis ini seakan tidak ada yang dirasakan gadis rapuh ini, gadis yang bernama vira ini sedang duduk diatas pembatas balkon kamarnya. Kegiatan ini yang dilakukannya tiap memutuskan keputusan yang melawan bisikan hatinya.


‘apa keputusanku tepat ?’ tanya vira kepada hatinya ‘apa keputusanku membuat hidup keluargaku bahagia ?’ tanyanya kembali yang membuat pikirannya beradu dengan hatinya


‘apa yang kamu lakukan vira, kenapa kamu mimikirkan hidup pria itu yang tak pernah memikirkan dirimu!’ tolakan dari dalam hatinya


‘apa keputusanmu ini dapat membuat hidupmu bahagia ?!’, ‘itu yang seharusnya kamu pikirkan, bukan mereka’ tolakan demi tolakan yang terlontar dari dalam hatinya.


“tetapi apa dayaku, aku tidak sanggup melihat ibu dilukai ayah, aku tidak sanggup melihat adikku menangis setiap mendengar pertengkaran antara ayah dan ibu aku tak sanggup aku tak sanggup” ujar gadis itu dengan menangis terseduh-seduh dengan perasaan sakit yang tidak tertahankan lagi saat mengingat itu semua.


“melihat mereka bahagia saja sudah cukup membuatku bahagia, sudah itu saja yang ku inginkan” tangisnya mulai deras saat dirinya mengingat tangisan ibunya pecah saat kakaknya kabur dari rumah.


“kak, kakak dimana ? apa kakak tidak rindu dengan vira ? sebentar lagi vira akan menikah apa kakak tidak ingin melihat vira menikah ? apa kakak sudah melupakan kami ?” ucap gadis tersebut sembari menatap langit hitam yang hanya diterangi rembulan malam.


“vira, nak apa kamu didalam” ketukan suara pintu dan suara gaduhan didepan kamarnya membuat vira kembali kedunia nyatanya.


“nonya, nona vira sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun” ucap asisten pribadinya yang senan tiasa berdiri didepan kamar vira melaksanakan tugasnya.


“vira buka pintunya nak ibu mau bicara, sebentar saja ibu mohon nak” ucap katerina itu dengan suara memohan agar putrinya itu membukakan pintu kamarnya.


“nonya saya mohon tolong hargai saya, saya hanya melaksanakan tugas bahwa nona vira sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun itu” mendengar penuturan itu katerina hanya dapat berbicara dari luar.


“nak jika kamu sudah siap, ibu mohon izinkan ibu bertemu dengan dirimu” ucap katerina lirih tak berdaya, mendengar tuturan wanita tadi membuat gadis itu kembali menangis, ketidak sanggupan untuk bertatap muka kepada sang ibu. Dengan sangat berat hati dia membuang rasa ingin berhambur kepelukan sang ibu, dia menahan hasrat untuk memperbolehkan sang ibu bertemu dengan dirinya.


Dirinya tidak sanggup melihat ibunya melihat dirinya yang sedang tidak berdaya ini dihadapannya, sungguh menyayat hati.


“maafkan aku bu, maaf” hanya ucapan maaf yang dapat terlontar dari bibir mungil sang gadis dengan nada bergetar tidak tertahankan.


***


Matahari sudah mulai terbit, gadis yang sedari tadi tertidur kini sudah rapi dengan pakaian sekolahnya dengan lengkap, wajah yang tadi murung kini sudah berseri seperti tidak terjadi apapun.


Dengan langkah santai dia melangkah keluar dari kamar dan turun kebawah untuk mengambil kotak makannya, seperti biasa gadis ini tidak pernah makan bersama kepada keluarganya. Dengan senyuman yang ikhlas dia tebar kepada pekerja rumah mereka.


“oh ya vira pernikahanmu akan dilaksanakan tiga hari” ucap pria itu tanpa ada basa-basi membuat vira terkejut dan segera kembali normal dengan senyumannya.


“baiklah yah, jika tidak ada lagi yang mau disampaikan vira pamit dulu berangkat kesekolah” ucap vira, tidak lupa kewajibannya sabagai seorang anak dengan menyalim pundak tangan kedua orang tuanya, dan tersenyum ramah kepada mereka.


Kini vira sedang duduk di dalam mobilnya sedang memikirkan nasibnya yang tinggal hitungan hari tidak lagi seorang remaja melaikan seorang istri.

__ADS_1


‘Begitu menyedihkan nasibmu vira’ bisikan itu darang dari dalam hatinya.


Tidak terasa perjalanan menuju sekolah berakhir yang menampilkan siswa/siswi memasuki sekolah melalui satu-satu jalan masuk sekolah. Saat turun dari mobil gadis itu menatap sekolah yang sudah menerimannya sebagai murid dari kelas satu hingga saat ini, tinggal hitungan hari dirinya akan mengubah status dari murid menjadi imenantu dari pemilik sekolah ini.


Dengan langkah santai vira menatap seluruh penjuru sekolah, dan tidak terasa membuat air mata vira jatuh di kedua pipinya. Dengan sigap vira menghapus air matanya dan kembali berjalan menuju kelasnya.


“vira” teriak seseorang dari belakang dan vira yang merasa namanya dipanggil menoleh kearah sumber suara.


Dia tersenyum mendapati wanita tomboy yang selama ini menjadi teman dekatnya atau bisa disebut sahabatnya dari smp dan tanpa disadari wanita itu dengan gadis ini bertemu kembali di sekolah yang sama.


“iya ada apa yun” tanya gadis itu kepada wanita yang sedang ngos-ngosan didepannya itu


“bisa ngak sih beri gue waktu untuk bernafas baru bertanya, kebiasaan deh lo” ucap yuni ngegas melihat tingkah vira yang tidak pernah berubah. Dan yang ditanya pun hanya bisa tersenyum yang tidak merasa bersalah sedikitpun.


“ada yang harus lo omongin ke gue” ucap yuni dengan menarik tangan vira.


***


Disini lah mereka di ruangan yang tidak pernah dipakai lagi, ruangan yang terletak di sudut sekolah dan jarang sekali di lewati oleh para siswa maupun siswi.


“sekarang lo beri tau gue, apa yang membuat lo bolos di jam mata pelajaran biasanya lo ngak pernah bolos ?” tanyanya dengan menggebu-gebu.


“aku akan menikah yun” ucap vira dengan nada yang mulai bergetar yang membuat yuni kaget setengah mampus. Yuni hanya bisa diam menunggu vira melanjutkan ucapannya yang terputus.


“huufftt, gue ngak nyangka bokap lo akan melakukan itu kalau gue boleh tau lo nikah dengan siapa ?” ucap yuni yang tak percaya atas tuturan sahabatnya itu


“yang aku tau aku akan menikah dengan anak pertama pengusaha ternama dan CEO penerus QX ” ucap vira dengan santai, walaupun yuni adalah sahabatnya tetapi dia tidak pernah ada keinginan untuk curhat sedikitpun kepada yuni apapun itu, hanya hal-hal sepeleh yang dia katakan kepada yuni dan baru ini dia mengatakan kepada yuni kenyata yang sebenarnya.


“gila ya bokap lo, asal lo tau vir anak pengusaha yang lo bilang itu adalah dika, Dika Arios cowok yang gue kagumi yang sering gue ceritaiin ke lo, dan lo bilang dia biasa aja” tutur yuni kepada vira membuat vira terkejut dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu.


“cowok yang keren dan lo tau vir kenapa dia ditakuti para mitra bisnis?” tanya yuni kepada vira dan yang ditanyapun hanya menggeleng menandakan ketidak tauannya.


“aish lo ini punya rasa ingin tau ngak sih terhadap lawan jenis lo” ujar ketus yuni membuat vira hanya duduk diam tak berkutik, menunggu penjelasan dari sahabatnya ini.


“astaga vira sekali-kali bisa ngak sih lo buka hati lo kepada lawan jenis lo, lihat sekarang lo bahkan ngak tau siapa anak pertama pengusaha itu” lagi-lagi yuni dibuat jengkel dengan aksi vira yang hanya diam dan mendengarkannya.


“nih gue kasih tau ke loh kenapa dia menjadi penerus ceo yang paling ditakuti para mitra bisnis” jedah yuni sebentar melihat aksi vira, namun harapannya hanya angin yang berlalu aksi vira hanya biasa aja dan diam membisu.


“okok gue kasih tau, dika itu sudah bisa menakhlukkan para pembisnis ternama diantara para pembisnis termasuk bisnis bokap lo di usianya yang terbilang masih muda, dan dia sudah berhasil membuat para pembisnis angkat tangan dengan cara dika berkerja dalam mengurus bisnis ayahnya” jeda yuni lalu menatap vira yang senantiasa mendengarnya.

__ADS_1


“dan lo adalah cewek beruntung yang dapat menikah dengannya, asal lo tau dia tidak dapat tersentuh oleh para kaum hawa yang mengaguminya dan ingin memilikinya banyak lamaran yang datang kepadanya sejak dia duduk di kelas dua SMA namun lagi-lagi pria itu hanya mengacuhkannya dan lo tau gue keget sangat keget saat lo mau menikah dengannya hmmm gue mau nanya bokap lo yang lamar atau...” ujar yuni memberi pertanyaan kepada vira.


“aku mendengar dari ayah mereka memberi dua alasan kepada ayah untuk membantu kelancaran bisnis yaitu menikah dengan salah satu anaknya atau terpaksa bisnisnya diterkam oleh perusahaanya” jawab vira dengan santai.


“OMG lo serius, lo beruntung amat sih vir tetapi gue kurang suka dengan acara pernikahan lo dengan nya gue rasa bokap lo seperti menjual lo demi perusahaannya kembali membaik” ujar yuni diakhiri dengan nada kurang sukaanya dirinya dengan keputusan ayahnya vira.


“oh ya kapan pernikahan lo ?” tanya yuni kembali, membuat vira yang sudah berdiri itu tiba-tiba diam dan memikirkan ‘apakah sebaiknya aku undang saja dia atau ngak usah, sebaiknya undang deh dari pada aku ngak ada kawan disana ah undang ajalah’.


“tiga hari lagi, aku akan kirim undangan online nya ke kamu nanti atau ngak besok soalnya aku belum tau kapan undangannya ada” jawab vira dengan memutuskan untuk mengundang yuni.


“ohoo ok aku tunggu undangan dari lo apa lo-” belum selesai yuni berbicara vira sudah memotong ucapannya.


“ini rahasia, semua siswa/siswi tidak ada yang boleh tau hanya guru-guru yang mengetahuinya” ucap vira mengakhiri obrolannya dengan yuni dan melenggang pergi dari ruangan itu membuat yuni diam seribu bahasa melihat sahabatnya kebingungan.


***


“papa sudah memberi tau mu bukan, bahwa keluarga jeson sudah menerima pernikahan ini dari dulu dan memutuskan akan menikahkan putrinya kepada dirimu” ucap surya dengan ketus.


“kenapa mereka memilihku bukannya jean, lagian usia jean dengan putri mereka tidak beda jauh” ucap pria itu yang sedari tadi hanya diam mendengar ucapan sang ayah.


“jean masih sekolah, lagian tidak ada pilihan yang membuat mereka tidak memilihmu” jawab surya dengan santai membuat putra pertama mereka kesal dengan jawabannya.


“lagian kakak sih udh tua ngak nikah-nikah” ujar pria yang bernama jean itu membuat pria menendang kaki jean yang tepat disampingnya itu.


“kamu harus memutuskan hubungan mu dengan wanita itu” ucap surya membuat dika menghela nafas dengan kasar.


“mama setujuh apa yang dikatakan papa kamu, sebentar lagi kamu akan menikah tidak baik jika kamu memiliki hubungan dengan wanita” ucap wanita itu yang sedari tadi diam.


“lagian wanita itu tidak layak disebut wanita baik-baik” ketus jean membuat dika menatapnya dengan tajam.


“jika kamu masih berhubungan dengan wanita itu, pernikahan mu akan di percepat menjadi satu hari lagi.” Ujar surya dan melenggang pergi diikuti wanita yang berstatus istrinya itu.


***


Suasana yang sunyi berubah menjadi ramai mendengar bunyi lonceng pulang, seluruh siswa/siswi berhamburan keluar dari kelas membuat kelas dari ramai menjadi sepi.


“vira kita makan di luar yuk” ajak yuni membuat vira hanya bisa menatap yuni dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti, bukan maksudnya untuk menolak ajakan sahabatnya itu hanya saja peraturan dari ayahnya membuat vira tidak berani menerima ajakan yuni.


“maaf yun aku ada acara keluarga”

__ADS_1


“baiklah aku mengerti”ujar yuni dan melenggang pergi meninggalkan vira sendiri di ruangan kelas, vira yang melihat itu dapat mengerti bahwa dirinya salah setiap yuni mengajaknya pastikan vira tidak pernah menerimanya.


“maaf yun” lirih vira dan bernjak dari tempat duduknya. Vira berjalan keluar dari kelas menuju gerbang sekolah dan sudah melihat asistennya berdiri di samping mobil yang menjemputnya.Vira yang melihat itu langsung menghampirinya dan masuk kedalam mobil.


__ADS_2