Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 13


__ADS_3

Diruangan yang serbah hitam terdapat dika yagn sedang duduk termenung bangku kekuasaannya.


Dika Pov


“kakak, apa kakak tau-” belum lagi selesai ucapannya sudah langsung ku sanggah


“ngak” ucapku biasa saja seperti tidak merasa bersalah sedikitpun


“ya elah aku belum selesai” ucapnya dan segera dia duduk dihadapan dika dengan wajah yang berbinar-binar.


“kak, saat aku disuruh mama untuk mengirimkan undangan ke rumah aunty tidak sengaja aku melihat wanita termenung menatap kosong kedepan” ujarnya dengan tersenyum diakhiri mimik wajah bingung.


“asal kakak tau wanita itu sama sekali tidak merespon ucapanku, hmm aku jadi penasaran dengannya dan dia itu hanya diam aku pikir dia bisu namun saat aku hendak menyandarkan kepalaku kakak tau apa yang terjadi” tanyanya kepada ku, aku hanya diam menatapnya seakan mengerti dia melanjutkan ucapannya dengan wajah yang menjijikkan.


“dia menjauh dariku dan dia menunduk meminta maaf kalau aja kakak disana saat pertama kali dengar suaranya yang begitu lembut wajah yang cantik aaaa kepengen deh seret dia kepelaminan” ujar nya membuatku hanya menggelengkan kepala.


Bagiku tingkah anehnya ini sudah biasa bagiku apalagi lihat cewek cantik membuatku ingin sekali menghapus namanya dari keluarga ini.


“kali ini berbeda kak” ucapnya dengan wajah yang sedikit serius, melihat wajahnya membuat aku paham bahwa dia sungguh-sungguh menyukai wanita yang dibilangnya itu.


“berbeda dimananya, bukannya semua wanita cantik dimatamu sama saja” ucapku dan langsung mendapatkan tatapan cemberut dari wajahnya.


“serius kak kali ini sungguh berbeda dia itu wanita misterius, wanita yang membuatku selalu ingin mencari tau tentang dirinya” ujarnya dengan membangga-banggakan wanita itu.


“terus apa yang ingin kamu lakukan kepada wanita itu, menyeretnya kepelaminan” ucapku membuat dirinya tersipu malu atas ucapan diriku.


“hmmm ntahlah yang penting aku akan membuatnya tersenyum bahagia terlebih dahulu”


FlashBack On


“hey... wanita misterius” (1)


“hey... tunggu” (2)


“wanita misterius”(3)


“wanita misterius” ucap pemuda itu dengan lebih keras membuat para tamu undangan melihat ke arah vira dan jean yang sedang kejar-kejaran.


Namun tidak disangkah vira tersandung dan jatuh melihat itu aku refleks mengejarnya namun posisiku dengan kejadian itu lumayan jauh.


“wanita misterius” ucap pemuda itu lantang dan lari cepat menangkap tubuh gadis yang sedikit lagi menyentuh lantai. Aku menatap aksi mereka dengan cepat aku melangkahkan kakiku mendekati mereka


“hey wanita misterius lo ngak apa-apa” tanya pemuda itu namun yang di tanyapun hanya diam menunduk. Saat mendekat aku terkejut meilihat siapa pemuada itu ‘jean’ ujar ku dalam hati

__ADS_1


“wanita misterius ?” tanyaku kepada jean, seakan dia mengerti maksudku dia langsung menceritakannya membuatku kembali terkejut atas ucapannya.


“iya kak, wanita misterius yang ku katakan kepada mu kemarin bahwa aku menemukan wanita yang aneh kerjanya hanya diam mulu dan menunduk” tutur pemuda itu membuat gadis yang mendengar penuturannya itu terkejut.


“jean siapa wanita misterius itu, dia ?” ucapku dan kembali memikirkannya ‘jean dengan vira, jadi wanita misterius yang dibilang jean adalah vira’


“hey wanita misterius apa kamu masih mengingatku ?” ucap jean itu membuat vira terkejut dan kebingungan untuk menjawab apa.


“lihat kak-” belum tuntas ucapan yang akan di lontarkan jean aku sudah menyanggah ucapan jean, aku ngak mau jadi tontonan gratis para undangan.


“dia kakak iparmu, jaga sikapmu panggil dia kakak ipar” lontarku sukses membuat jean terkejut.


Dan vira hanya bisa diam dan mengikuti ke arah tangannya yang aku tarik, sekali-kali vira melirik kebelakang melihat jean ‘apa vira punya perasaan kepada jean’.


FlashBack Off


‘Jika mereka saling menyukai apa aku menjadi penghalang bagi mereka berdua’ tanyaku kepada diriku sendiri.


‘Saat papa meminta penerus kepadaku dan vira


kenapa vira hanya menganguk tanpa ekspresi’


‘saat papa menyuruhku untuk berhenti menjalin hubungan dengan vina kenapa dia tidak terkejut ? dan ekpresinya seperti biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa’


‘apa sebaiknya aku meminta hak ku kepada vira ? apa dia mau atau memberi alasan ?’


‘bodoh sekali dirimu dika, jika cemburu maka dia tidak akan memasang wajah ketakutan’


‘benar yang dikatakan jean bahwa vira adalah wanita yang misterius sehingga orang disekitarnya dapat tertipu dengan senyuman ikhlasnya itu’ beginilah perdebatan pemikiranku tentang wanita yang kini menjadi istriku itu.


***


Vira termenung sembari mengobati lukanya yang hampir kering, sudah dua hari vira tidak masuk sekolah dirinya hanya mengerjakan tugas yang dikirimkan gurunya kepadanya.


Vira melepas perban yang ada di tangan kirinya itu, vira melihat luka yang sudah sempurna tertutup namun meninggalkan bekas luka.


Bekas luka yang diakibatkan kaca yang tanpa izin tertancap di telapak tangannya, vira mengusap bekas lukanya vira tersenyum dan kembali meneteskan air matanya.


Dika keluar dari walk in closet dengan handuk yang melilit di pinggangnya menampilkan dada bidangnya.


“kenapa kamu tidak menyiapkan bajuku ?” tanya dika membuyarkan lamunan vira, vira menatap dika.


“aaaaaa kenapa mas tidak pakai baju terlebih dahulu ?” teriak vira sembari menutup matanya saat mengingat dika tidak mengenakan pakaiannya.

__ADS_1


“dimana bajuku yang kamu sediakan ? aku tidak melihatnya” ucap dika dengan santai dan duduk di pinggir ranjangnya.


Vira yang merasakan gerakan di kasur dengan segera vira pergi ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian dika.


“ck tingkahnya seperti belum pernah melihat tubuh pria saja” ujar dika pelan melihat tingkah vira yang terkejut melihat dirinya.


“mas baju mu sudah siap” teriak vira dari walk in closet setelah memanggil dika dengan segera vira masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu menuju kamar mandi.


***


Vira memegang dadanya yang berdetak kencang tidak karuan, vira mencoba untuk merilekskannya namun bayangan itu selalu muncul di mata vira.


“aaaa mataku tidak suci lagi” teriak vira dari dalam kamar mandi, membuat dika dapat mendengar suara vira.


Vira keluar dari kamar mandi dan langsung di kejutkan dengan melayangnya handuk dikepalanya.


“keringkan rambutku” titah dika membuat vira segera mengambil handuk itu dan mengikuti dika.


Dika duduk di pinggir ranjang dan vira naik keatas ranjang melakukan tugas yang di printahkan dika kepadanya.


Vira mengeringkan rambut dika tanpa vira sadari vira menghirup aroma sampo milik dika, dengan segera vira melanjutkan kegiatannya.


“apa yang kamu lakukan tidak bisakah lebih cepat lagi” ucap dika yang merasakan kegiatan vira tidak selesai-selesai.


Dan akhirnya vira mempercepat aktivitasnya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kasar menampilkan seorang wanita yang sedang kesal.


Vina melihat sepasang sejoli itu dengan segera vina menarik tangan vira membuat vira tidak dapat mengimbangi tubuhnya dan terjatuh ke lantai.


“vina apa yang kamu lakukan ?!” tanya dika kesal dan membantu vira yang terjatuh, vina yang melihat itu terkejut.


Dika mendudukkan vira di pinggir ranjang dan menatap ke vira yang menunduk seperti mencari sesuatu yang ingin dika ketahui.


“dika kenapa kamu memilih dia dari pada aku ?” tanya vina yang melihat dika yang tidak melihatnya.


“karena vira istriku” ucap dika tepat di depan wajah vira membuat matanya dan vira ketemu.


‘apa yang sedang kamu rasakan disaat posisi seperti ini ?’ tanya dika membatin.


Vina yang melihat wajah dika dan vira yang dekat dengan segera di tariknya tangan dika.


“vina tunggu di bawah aku bersiap dulu” ujar dika sembari menatap vira yang masih diam dan menunduk.


“aku akan menunggu mu disini” putus vina dan duduk di sofa, lagi-lagi dika melihat vira yang tidak berkutik atau pun marah.

__ADS_1


“kalau begitu aku permisi takut mengganggu kalian” ucap vira yang membuat dika terkejut dan kebingungan, vira keluar dari kamar dan meninggalkan dika dengan kekasihnya.


“baguslah dia pergi” ujar vina membuat dika menatap tajam ke arah vina.


__ADS_2