
“pulanglah” ucap dika dengan lembut kepada wanita itu.
“antar” rengek wanita itu membuat dika mengiyakan apa yang di katakan wanita itu.
Mendengar tidak ada lagi percakapan vira hanya diam menenangkan denyutan itu, membuat vira tertidur didalam kamar mandi.
***
Melihat sepasang kekasih yang baru saja keluar dari kediaman Arios membuat han membulatkan matanya terkejut dengan langkah cepat han menghampiri sepasang kekasih itu.
“tuan nyonya sudah kembali” ucap han mengingat kan sahabatnya itu akan seorang wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya.
“ya sudah bawa saja ke dalam”titah dika dan membawa wanita di sebelahnya masuk ke dalam mobi.
“nyonya sudah masuk sedari tadi” ujar han membuat dika menghentikan aktivitasnya dan menatap han dengan tajam.
“iya tuan nyonya sudah masuk sedari tadi, saya kira tuan sudah menemuinya” jelas han seakan mengerti dengan tatapan dika.
“ayolah han kenapa kamu selalu mengganggu hubungan ku dengan dika ?” tanya wanita itu membuat han menatapnya tajam.
“sayang ayo antar aku pulang” lanjut wanita itu dengan manja membuat dika bingung yang mana harus dia pilih.
***
Tok Tok
Suara ketukan dari luar membangunkan vira yang tidurnya, vira beranjak dan keluar dari dalam kamar mandi dengan jalan yang masih tertatih.
“buk ina” ujar vira dan melihat bik ina dengan raut wajah yang kuatir, vira mengetahui kekuatiran bik ina dengan tulus vira menampilkan senyuman yang dapat mengubah suasana.
“mari non saya bantu” ujar bik ina sembari menuntun vira ke ranjangnya.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan seorang pemuda yang di penuhi rasa kuatir membuat vira tersenyum kepadanya.
“kamu tidak apa-apa ?” tanya pemuda itu membuat vira tersenyum kepadanya, namun yang di harapkan untuk kuatir kepadanya tidak kunjung datang.
“dari mana kamu mendapatkan luka ini” ucap pemuda itu dan bergegas mengambil kotak P3K dan mengobati luka vira dengan hati-hati, vira tersenyum melihat perlakuan pemuda itu kepadanya.
Tanpa disadari vira seseorang memperhatikan kegiatan yang dilakukan pemuda itu dan vira yang tersenyum melihat perlakuan pemuda itu kepadanya.
Dengan segera dirinya menghentikan kegiatan itu dengan menarik tangan pemuda itu membuat vira maupun pemuda itu terkejut.
__ADS_1
“biar aku yang melakukannya karena dia adalah istriku” ucap dika dengan penuh penekanan dan menunjuk ke arah vira, vira yang mendengar ucapan dika tersenyum malu.
“kakak ipar kapan sampai ?” tanya jean kepada vira membuat dika menghentikan kegiatannya sejenak.
“baru saja” bohong vira membuat han dan dika yang mendengar itu terkejut atas jawaban yang di berikan vira.
“jika kakak ku tidak menjemput kakak, kakak ipar bisa menunggu ku agar kita bisa pulang bareng dan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi” ujar jean dengan kuatir, vira tersenyum dan mengangukkan apa yang di ucapkan jean.
“jika kamu tidak ada kepentingan lagi silahkan keluar, aku ingin istirahat” ucap dika dan melenggang pergi ke dalam kamar mandi.
“baiklah kakak ipar jaga diri baik-baik ya” ujar jean dan meninggalkan kamar kakak dan kakak iparnya itu, melihat jean sudah keluar han memerintahkan bik ina untuk ikut keluar.
***
Vira berjalan ke meja belajarnya yang sengaja di siapkan untuk vira agar lebih mudah untuk belajar, vira membuka handphonenya dan melihat grub kelasnya begitu banyak yang menanyakan kehadirannya.
Dika keluar dari walk in closet dengan pakaian tidurnya melihat vira sedang memainkan ponselnya membuat dika berjalan ke arahnya namun tidak di rasakan kehadirannya, membuat dika ikut melihat apa yang sedang di lihat vira.
Mata membulat saat mengetahui siapa yang sedang di lihat vira dengan segera dika berjalan ke bagian kasurnya dan berdehem.
“ngak ku sangka kamu jadi sekren ini” ucap vira bebisik yang masih dapat di dengar dika.
“akhem” dika berdehem namun vira belum kembali ke dunia nyata.
Dika melihat vira sibuk dengan pelajarannya membuat dirinyaa bosan dan membaringkan tubuhnya memasuki dunia mimpi.
Vira menyelesaikan belajarnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul 23:56 vira melihat ke arah kasur sudah mendapati dika yang terlelap, vira berjalan ke walk in closet mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya.
Vira melihat pakaian yang tadi dika pakai dan mendapatkan bekas lipstik yang berserakan di pakaiannya. Vira menampilkan senyum nya dan meletakkan kembali pakaia dika dan bergegas kembali untuk mengistirahatkan tubuhnya.
***
Malam berganti pagi membuat semua orang bangun dari istirhatnya untuk melakuka aktivitasnya, seperti biasa kegiatan seorang istri terbangun sebelum sang suami bangun.
Vira menyiapkan semua keperluan suaminya dan dirinya setelah selesai vira lanjut untuk membersihkan dirinya dan membangunkan suaminya.
Dika beranjak dari tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi, sembari menunggu dika siap vira merapikan tempat tidur mereka.
Dika kuluar dari walk in closet dengan mengenakan pakaian yang disiap vira dengan sigap vira memasangkan dasi dika dan dika masih sibuk mengeringkan rambutnya, saat dasi sudah terpasang dika belum menyelesaikan kegiatannya.
Vira mengambil kursi yang mampu menopang tubuh mungilnya, vira mengambil ahli handuk yang di pegang dika dan mulai mengeringkan rambut dika dari belakang.
__ADS_1
Setelah selesai vira menyimpan kembali kursi ke tempat semula dan menyimpan handuk dika ke tempatnya, vira mengambil sepatu sekolah nya dan memakainya dengan cepat vira mengambil tas nya dan berjalan menuruni tangga menahan sakit kaki nya.
Vira berjalan ke luar rumah dengan berlari kecil dan langsung mendapati han yang baru saja ingin masuk ke rumah.
“nyonya tu,-”
“bisa kamu antar aku terlebih dahulu” potong vira membuat han hanya menunduk mengiyakan, dengan cepat vira berlari memasuki mobil walau darah kembali keluar dari luka di kakinya. Han yang melihat kaki vira mengeluarkan darah sangat kuatir.
“nyonya kita sampai” ucap han dan hendak keluar namun vira terlebih dahulu untuk turun dan berlari kecil memasuki sekolahnya.
“nyonya nyonya” ucap han melihat tingkah vira dengan segera han menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan sekolah.
***
“buk” panggil vira dan mempercepat larinya dan menghampiri guru tersebut.
“buk maaf vira semalam tidak masuk dan vira sudah menyelesaikan tugas yang ibuk berikan” ucap vira kepada gurunya, namun gurunya melihat kaki vira yang berdarah membuat gurunya terkejut.
“kaki kamu kenapa nak ?” tanya guru itu membuat vira melihat ke arah guru itu melihat.
“kemarin vira terjatuh buk” ucap vira membuat guru tersebut menuntun vira ke ruangan UKS yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
“jika kamu paksakan ini bisa infeksi” ucap gurunya sembari membersihkan luka vira dan mengobatinya, vira hanya terdiam melihat kegiatan gurunya itu.
“udah siap” ucap guru itu membuat vira kebingungan.
“udah buk tugas yang ibuk berikan sudah siap, begitu juga dengan latihan yang ibuk berikan sud,-” ujar vira membuat gurunya menggeleng-geleng.
“vira, jangan memaksakan dirimu untuk melakukan yang terbaik jika kamu tidak bisa maka katakan tidak bisa jangan siksa dirimu nak” ucap gurunya membuat vira tersenyum, seakan mengerti guru tersebut memeluk vira.
“menangislah jika itu sakit, jangan mengangis dalam diam karena menangis dalam diam lebih menyakitkan dan menyayat hati” ucap guru tersebut sembari mengusap punggung vira dan menenang vira.
Vira tersentuh dengan ucapan gurunya vira membalas pelukan gurunya dan dirinya merasakan kenyamanan di pelukan sang guru.
***
Dika menuruni tangga dan memasuki ruang makan duduk di tempatnya sembari mengancing lengan bajunya saat kegiatannya selesai piringnya tidak terisi sedikit pun membuat dika menyadari bahwa vira tidak ada di sampingnya.
Dika meninggalkan ruang makan dan berjalan keluar mension, dika melihat mobil memasuki pekarangan mension membuat dika menghampiri mobil tersebut dan menampilkan han.
“tuan” sapa han melihat dika di depan mobil, han yang melihat reaksi dika mengerti bahwa dika ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
“nyonya vira tadi meminta saya untuk mengantarnya terlebih dahulu” ucapan han membuat dika beranjak dan memasuki mobil. Han pun ikut masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil ke tujuan yang akan di tempuh.