Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 21


__ADS_3

"Apa yang Sudah Menjadi Milikku, Tidak Boleh Di Sentuh. Karena Dia Milikku"


“baru pulang sudah jam berapa ini ?” ujar seorang saat vira baru saja menginjakkan kakinya di depan pintu kediaman Arios.


Vira menghadap kea rah sumber suara dan mendapati sumber suara yang berdiri menantap tajam ke arahnya, vira yang melihat itu tidak bias menjawab dan hanya menundukkan kepalanya sembari meremas tangannya untuk menghilangkan rasa takutnya.


“bukannya pulang sekolah jam 1 ?, ini kenapa pulang sama dengan orang kerja ?” Tanya orang itu sembari berjalan mendekati vira yang menunduk.


“jika di Tanya jawab, bukan diam” ujar orang tersebut sembari mengangkat dagu vira.


“mas… aku..”


“kamu kenapa ? kamu ngak berani bilang kalau kamu pergi makan berdua dengan pria lain ?” ujar dika yang penuh dengan nada-nada dingin dan ketidaksukaan.


“mas..”


“ikut aku” potong dika dan menarik tangan vira dengan sedikit kasar.

__ADS_1


“sampaikan pada mama, jangan ada yang ganggu atau apapun itu” printah dika saat melewati para maid yang memberi hormat kepada tuannya.


Vira yang mendengar ucapan dika seperti itu membuat rasa takutnya kembali memuncak.


‘apa yang akan terjadi ? apa yang akan ku lakukan ?’ batin vira seakan menolak untuk mengikuti dika, namun apa dayanya tangannya di tarik tanpa memikirkan persaan vira yang menahan rasa sakit di pergelangan tangannya.


***


“apa dika sudah pulang ?” Tanya wanita tersebut kepada salah satu maid yang sedang melaksanakan tugasnya tersebut.


“sudah nyonya, tapi tadi tuan dika mengatakan tidak boleh ada yang mengganggu tuan dika dengan nona vira” jawab maid tersebut dengan hati-hati.


“baiklah kamu lanjutkan tugasmu” ujar wanita itu dan melenggang pergi.


***


“jelaskan sekarang apa urusan mu dengan pria yang kamu ketemui tadi ?!!” Tanya dika dengan nada ketus.

__ADS_1


“dia joe, anaknya almahrum bik ina yang bekerja di rumah kami dulu, tadi aku dengan joe pergi mengunjungi pemakam bi kina” jawab vira dengan wajah menunduk tidak berani menatap dika.


“hanya sebatas itu ? jika memang hanya sebatas kenalan masa lalu, kenapa harus sampai bolos dari sekolah dan pergi tanpa ada kabar dan membuat para bodyguard-bodyguard yang menjaga mu ke olahan ? dan apa kamu mau para bodyguard kamu itu mendapat hukuman karena lalai menjaga kamu ?” Tanya dika kembali


Vira yang mendengar ucapan dika langsung menatap dika dengan mata yang berkaca-kaca dan penuh pertanyaan yang ingin dilontarkan.


‘ucapanmu sama persis dengan ayahku, atau kamu akan lebih kejam dari ayahku ?’ batin vira yang terus menahan air matanya agar tidak terjatuh dari pelupuk mata.


“JAWAB !!!” teriak dika yang emosinya yang sudah di tahan memuncak untuk di keluarkan.


“kenapa kamu hanya diam saja” geram dika


“apa kamu akan menyakiti mereka ? apa kamu akan membunuh mereka ? apa kamu akan memecat mereka ?” ntah dari mana keberanian vira mengucapkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.


Dika melihat mata vira yang sudah memerah menahan tangis dan emosi yang tertahan, seakan mengerti arti ucapan vira tersebut.


“aku sudah tidak tahan” ucap dika mengalihkan segalanya, dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang vira lontarkan.

__ADS_1


“ti.ti.tidak tahan ?” ucap vira dengan mengerutkan dahinya yang kebingungan, tanpa aba-aba dika memajukan dirinya membuat vira ikutan mundur dengan wajah yang masih kebingungan.


Dan tanpa vira sadari dirinya sudah terpojok antara tempat tidur di belakang dan dika yang berada di hadapannya, hingga terjadi lah hal yang tidak di rencanakan dari awal.


__ADS_2