
“maaf yun” lirih vira dan bernjak dari tempat duduknya. Vira berjalan keluar dari kelas menuju gerbang sekolah dan sudah melihat asistennya berdiri di samping mobil yang menjemputnya.Vira yang melihat itu langsung menghampirinya dan masuk kedalam mobil.
“pak kita mampir ketempat biasa ya” ujar vira kepada supirnya
“baik nona”
***
Angin bertiup kencang membuat rambut gadis yang sedang termenung itu berterbangan membuat wajah gadis itu tertutupi.
“hai” ujar seseorang sambil menepuk pundak sang gadis, yang di sapapun hanya terkejut dan menyingkirkan tangan pemuda yang menghampiri dirinya.
“lagi ngapain, lagi termenung ya” ujar pemuda itu sambil basa basi kepada gadis yang disampingnya ini dengan menjaga jarak antara dirinya dengan gadis tersebut. Yang di ajak bicara pun hanya duduk diam menunduk tidak berani menatap pria yang disebelanya.
“hey santai aja gue makan orang kok” ujar pemuda itu yang sukses membuat gadis disebelahnya menatapnya dengan tajam.
“hahahaha santai aja kali mana ada orang seganteng gue makan orang” ujar pemuda itu dan membuat gadis disebelahnya kembali membisu dan menatap kosong kedepan.
“aduh capeknya” ujar pemuda itu sambil menurunkan kepalanya yang hendak bersandar namun hasilnya gadis yang disebelahnya menggeser dan membuat kepala pemuda itu terjatuh dan mencium tanah berumput.
“m..ma..maaf” ucap gadis itu yang merasa bersalah dan kembali menunduk di hadapan pemuda itu.
“oho santai aja kali, gue capek karena gue pengen dengar suara lo ahh akhirnya gue dengar juga suara lo yaaa walaupun Cuma sebentar” ujar pemuda itu dengan nada yang bercanda dan terselip rasa bahagia. Tanpa pemuda itu tau bahwa gadis yang sedang menunduk itu tersenyum walaupun hanya sebentar.
“oh iya gue hampir lupa, gue pulang dulu ya sebenarnya gue di kasih tugas sama nyokap gue eh gue malah kabur kesini” ucap pemuda itu dengan nada kesal yang dibuat-buat.
“sampai jumpa di lain waktu wanita misterius” ucap pemuda itu diakhiri tawa yang berhasil membuat gadis itu mendongak tepat di wajah pemuda yang sedang tersenyum itu. Gadis itu melihat pundak pemuda yang baru saja membuat dirinya tersenyum walaupun itu hanya sebentar.
Sejak kepergian pemuda itu gadis itu kembali merenungkan nasibnya yang sebentar lagi dirinya akan mengubah statusnya dari remaja menjadi istri orang.
***
Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah, saat mobil itu berhenti seorang gadis turun dari dalam mobil .
‘rumah kok ramai banget ya, itu mobil mewah-mewah banget’ ujar gadis itu didalam hatinya. ‘itu para bodyguard ? tapi bodyguard siapa ?’ tanya gadis itu yang langsung di tepis dari pemikiran yang aneh-aneh. Gadis itu melanjutkan jalannya memasuki rumah.
“eh vira” ucap seseorang yang membuat pemilik nama tersebut berhenti dan mencari arah sumber suara yang memanggil namanya itu.
“disini sayang” ucap seseorang yang suaranya sangat femiliar di pendegarannya, dan dia mengarah ke ruang tamu dan melihat ada tamu. ‘ada tamu di malam hari ?’ tanyanya didalam hatinya, dengan wajah yang memasang senyum ikhlas vira menghampiri para tamu dan duduk disebelah ibunya dengan senyum yang masih melekat.
“kok baru pulang, emang sekolah pulangnya jam berapa ?” tanya wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.
“tadi sepulang sekolah menghabiskan waktu untuk berkeliling sebentar tan” jawab gadis itu jujur karena dia takut berbohong kepada orang yang dihadapannya itu apalagi ayahnya ada di sofa seberang.
“owh berkeliling ya, tante tau kok soalnya tante juga seperti itu sebelum menikah tante mengahabiskan waktu satu harian penuh dengan berkeliling sekalian cuci mata” ucap wanita itu sembari menebarkan senyuman untuk menghilangkan keseriusan ditengah orang yang memiliki wajah serius ini.
“oh ya-” belum selesai ucapan wanita itu sudah langsung di sanggah pria yang sedari tadi diam disebelahnya itu.
“pernikahan mu dengan putraku sebentar lagi dan om harap mulai besok kamu tidak usah bersekolah” ucap surya papanya Dika dengan nada dingin yang membuat sang lawan bicara gugup dan ngak sanggup menatap pria dihadapannya itu.
“baik om” jawab vira dengan sopan melawan rasa gugup yang meliputi seluruh benaknya ini. Dan yang memberi saran itu hanya menganguk mengiyakan jawaban dari calon menantunya itu.
Suasana kembali hening dan tidak ada percakapan diantara mereka, yang membuat wanita paruh baya disana merasa resah dan membuka suara.
__ADS_1
“oh ya persiapan pernikahan antara putra kami dengan putri kalian sudah siap dan kedatangan kami kesini ingin memberi tau bahwa pernikahannya tinggal besok dan kami sudah mengirimkan undangan online dan kode QR nya” ujar wanita itu yang hanya ditanggapi dengan angukan saja dari semua orang yang ada disini.
“dan vira tante sudah mengirimnya ke kamu tapi kamunya belum lihat, kamu boleh mengundang teman-teman kamu sesuka hati mu” tutur wanita itu kepada vira .
“iya tan” jawab gadis itu dengan senyuman yang merekah di bibirnya itu.
“eits jangan manggil tante dong, kan besok kamu sudah menjadi istri anaknya tante. Mulai sekarang kamu panggil tante dengan sebutan mama” ucap wanita itu kepada vira, membuat vira yang mendengar berita bahwa dirinya akan menikah besok.
“iya ma” ucap vira itu dengan lancar melawan rasa gugup dan ketidak tahanan terhadap suasana saat ini.
“kalau begitu vira pamit dulu kekamar mau membersihkan diri” pamit vira .
“iya, sekalian kamu istirahat saja supaya besok kamu fresh” ucap wanita itu dengan senyuman yang tidak dapat diartikan bahwa kebahagiaannya sebesar apa.
“iya ma kalau begitu vira kekamar dulu ya”pamit vira dan melenggang pergi naik kekamarnya.
***
Suasana yang diiringi musik membawa para tamu bercanda ria sambil menikmati hidangan yang tersedia di bagian makanan.
Berbeda dengan gadis yang baru saja statusnya berubah dan mengenakan nama Arios dibelakangnya, merasa resa karena orang yang ditunggunya tidak kunjung nongol dihadapannya. Vira tidak mengerti mengenai apa yang dibicarakan pria yang di sampingnya ini, pria yang sudah sah menjadi suami dari Vira Aliana Arios.
Vira hanya memasang senyuman yang tidak pernah luntur, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Vira hanya menghela nafasnya pelan dia bosan berurusan dengan perbincangan yang tidak dimengertinya ‘manasih yuni apa dia ngak kasihan lihat aku, mending dengar ocehannya dari pada mendengarkan yang sama sekali tidak ku mengerti’ keluh vira dan akhirnya mengigit kukunya yang menandakan bahwa gadis itu sudah gugup sampai di puncak.
“hai” sapa sepasang suami istri itu kepada pengantin baru yang mengadakan pesta super mewah dan mengundang para pejabat tinggi.
“hai Mr. Arios” sapa pria disamping wanita yang menebar senyum kepada vira yang berstatus Ms.Arios. para pria itu pun berjabat tangan selayaknya pria jantan.
“kamu Ms. Arios ya” tanya wanita itu dengan senyum yang tidak pernah luntur.
“wah cantiknya istrimu Mr. Arios selamat ya atas pernikahan kalian” ucap wanita itu sembari memberi salam.
“terimakasih” ucap pria itu dengan ramah dan tercetak senyuman disudut bibirnya. “silahkan nikmati hidangannya” lanjut pria itu setelah berjabat tangan dengan wanita tadi.
‘yuni dimana sih, capek aku nungguinnya’ ucap vira dengan kesal. Vira hendak mau pergi tiba-tiba tangannya dicekal.
“mau kemana ?” tanya pria yang di samping vira dengan nada dinginnya.
“a.aku mau ke toilet sebentar” jawab vira dengan menatap pria itu dengan malu-malu. Pria itupun hanya menganguk dan melepaskan cekalan tanganya dari tangan vira.
Vira berjalan dengan kaki yang dihentak-hentak
wajah yang kembali datar. Tanpa vira sadari seseorang sudah memperhatikannya sedari tadi membuat dirinya mengikuti kearah mana vira pergi. Sesampai di toilet vira hanya menghidupkan air dan memandangi aliran air itu.
“au...” ringis vira saat dia menyadari ada seseorang yang menarik tangannya dengan kasar dan meninggalkan goresan hingga mengeluarkan darah segar.
“Vira Aliana Jeson eh bukan Vira Aliana Arios” ucap sinis seorang gadis yang sedari tadi menahan amarahnya ingin memaki wanita yang dihadapannya saat ini. Vira melihat wanita yang dihadapannya itu dan hanya bisa diam karena kebingungan.
“gimana pernikahan lo apa lo bahagia menikah dengan dika ?” tanya wanita itu kepada vira yang dihadapannya, tetapi vira malah diam membuat vira semakin kebingungan dengan ucapan wanita yang didepannya ini.
“oho gue udah tau jawabannya yaitu lo ngak akan bahagia menikah dengan dika” ucap gadis itu dengan penuh penekanan setiap ucapanya itu, dan semakin menekan tangannya yang terletak di leher vira membuat vira meringis kesakitan dan tidak bisa bernafas.
“vina” teriak seseorang yang baru saja datang menarik tangan wanita itu dari leher vira.
__ADS_1
***
“ini yang gila vira atau gue sih” ucap yuni sembari melihat apakah ada kendaraan yang dapat di tompangnya.
“ya jelas yang gila vira, udah tau lokasihnya ngak ada kendaraan umum yang lewat kenapa ngak bilang dari tadi sih, apalagi alamatnya ngak ada di ojek online awas lo ya vira gue udah dandan cantik-cantik mah apes kayak gini” gerutu yuni di jalan sembari mencari-cari kendaraan yang leawat.
“aish gila lu ya vira” ucap yuni sambil menunjang angin, hinggan terlihatlah cahaya kendaraan yang menuju kearahnya.
“stop stop” teriak yuni dengan melambai-lambaikan tangannya kearah kendaraan yang akan melewatinya itu. Dan akhirnya kendaraan itu berhenti dengan segera yuni mengetuk-ngetuk pintu pemilik kendaraan itu.
“permisi” ucap yuni sembari melap keringat yang meluncur dari keningnya.
“iya” jawab pemilik mobil itu dan menurunkan kaca mobilnya.
“ah dapatkah lo mengantarkan gue ke lokasi ini” ujar yuni dengan memberikan handphonenya yang bertuliskan alamatnya.
“naik” putus pemuda itu membuat yuni mengkerutkan keningnya kebingungan, tanpa mempedulikan ucapan pemuda aneh itu yuni naik dan duduk di samping pemuda itu.
***
“lo tidak apa-apa?” tanya pemuda yang menyelamatkan dirinya dari wanita aneh itu, namun vira malah menjauh dengan ketakutan membuat pemuda itu mengerti apa yang dirasakannya saat ini.
“lo tenang saja gue ngak akan ngapa-ngapain lo” ujar pemuda itu yang berhasil membuat vira yang dihadapannya mendongak dan mentap lamat wajah pemuda yang dihadapannya.
“maaf nona saya lancang, sebaiknya nona menjauh dari pemuda itu apalagi nona sebentar lagi akan menjadi istri tuan pengusaha besar itu.” Kata-kata yang diucapkan asistennya itu tiba-tba terngiang di benaknya.
Dengan segera vira berlari kecil menjauh dari pemuda itu, namun tidak diduga pemuda itu mengejarnya dan meneriakinya.
“hey... wanita misterius” (1)
“hey... tunggu” (2)
“wanita misterius”(3)
“wanita misterius” ucap pemuda itu dengan lebih keras membuat para tamu undangan melihat ke arahnya dan pemuda itu, namun tidak disangkah kakinya tidak bisa diajak kerja sama kakinya malah menginjak gaunnya yang membuat vira terhuyung jatuh.
“wanita misterius” ucap pemuda itu lantang dan lari cepat menangkap tubuh vira yang sedikit lagi menyentuh lantai. Dengan langkah yang cepat pemuda itu berhasil menangkap vira dan mengundang seluruh tamu menyaksikan adegan tersebut.
Dengan kesadaran yang hampir terbawa suasana dengan sigap vira bangkit dari posisinya dan terkejut melihat pria dihadapan, pria yang sudah mengubah statusnya menjadi istri dari pria tersebut. Vira menunduk merasa malu dan bersalah telah membuat kekacauan di pesta pernikahannya.
“hey wanita misterius lo ngak apa-apa” tanya pemuda itu namun yang di tanyapun hanya diam menunduk.
“wanita misterius ?” tanya pria itu membuat gadis itu semakin terkejut mendengar suaminya merespon ucapan pemuda aneh itu.
“iya kak, wanita misterius yang ku katakan kepada mu kemarin bahwa aku menemukan wanita yang aneh kerjanya hanya diam mulu dan menunduk” tutur pemuda itu membuat vira yang mendengar penuturannya itu terkejut. ‘iya kak’ ‘kakak ? apa pemuda ini...’ matanya yang sedang mencari signal dengan terkejut dia membesarkan matanya menandakan tidak percaya atas apa yang dia hadapi saat ini.
“jean siapa wanita misterius itu, dia ?” ucap dika yang sudah berstatus suaminya itu membuat vira mengangkat kepalanya dengan jari-jari yang saling meremas satu sama lain yang membuat vira gugup setengah mati menyaksikan ucapan antara kakak dan adik tersebut.
Seluruh tamu sudah kembali menikmati kegiatan mereka dan membiarkan kakak adik tersebut berbincang-bincang, mereka menganggap bahwa ini pelepasan bermain-main antara kakak dan adik ini.
“hey wanita misterius apa kamu masih mengingatku ?” ucap pemuda yang bernama jean itu membuat vira terkejut dan kebingungan untuk menjawab apa.
“lihat kak-” belum tuntas ucapan yang akan di lontarkannya sudah di sanggah dika.
__ADS_1
“dia kakak iparmu, jaga sikapmu panggil dia kakak ipar” lontar dika sukses membuat dika terkejut. Dan vira hanya bisa diam dan mengikuti ke arah tangannya di tarik, sekali-kali melirik kebelakang melihat jean yang senantiasa berdiri sambil menatap dirinya yang perlahan menjauh dan menghilang dari hadapannya.