
Vira keluar dari ruangan guru setelah menyelesaikan urusannya, vira berjalan menuju kelasnya dengan jalan yang tertatih.
“vira, jangan memaksakan dirimu untuk melakukan yang terbaik jika kamu tidak bisa maka katakan tidak bisa jangan siksa dirimu nak”
“menangislah jika itu sakit, jangan mengangis
dalam diam karena menangis dalam diam lebih menyakitkan dan menyayat hati”
Kata-kata guruya tadi terngiang-ngiang di pikirannya membuat vira menghentikan langkah saat menyadari ada seseorang di hadapannya.
“jean” ucap vira dengan terkejut saat mendapati jean ada dihadapannya, dan jean menampilkan senyumnya kepada vira membuat siswa/siswi yang melihat jean tersenyum merasa iri melihat vira mendapatkan senyuman dari the most wanted sekolah.
“kakak ipa,-”
“vira” potong vira sembari menjulurkan tanggannya ke hadapan jean, jean yang melihat vira tertawa membuat vira kebingungan.
“santai aja kali sekolah ini milik keluarga Arios” ujar jean diakhiri dengan nada yang berbisik.
“ayo kita makan, pasti kamu belum makan” ajak jean sembari merangkul vira, vira melihat anak-anak yang menatapnya tajam membuat vira melepaskan rangkulan jean.
Tidak mau menyerah jean mengikuti vira yang ternyata menuju ke kelas dengan segera jean menarik tangan vira dengan pelan ke arah kantin.
Tibalah vira dan jean di kantin membuat perhatian semua orang tertuju ke arah mereka membuat vira diam dan menuduk.
“pakde pesan seperti biasa ya dua” teriak jean memesan pesanannya.
“wanita misterius”panggil jean membuat vira menatap jean dengan wajah yang bingung.
“hay apa aku boleh bergabung” ucap seseorang membuat vira dan jean menatap orang tersebut.
“tentu” jawab jean dan mempersilahkan yuni untuk duduk di samping vira, mereka megobrol dan menikmati makanan masing-masing.
***
“tuan, kerja sama perusahaan QX dengan perusahaan YX sudah dilaksanakan sesuai dengan yang anda perintahkan dan sebentar lagi,-”
“sayang” panggil seorang wanita yang baru saja masuk membuat han menatap tajam wanita itu sungguh dirinya benci wanita itu.
“maaf nona bisakah anda menunggu diluar” ucap han membuat wanita itu kesal, namun siapa sangkah wanita itu tidak memperdulikan apa yang di katakan han.
“sayang kita makan yuk” ujar wanita itu dengan manja han yang melihat tingkah wanita itu merasa jijik.
“vina,-”
“aku lagi sibuk banyak proyek yang harus aku selesaikan hari ini” potong dika membuat han tersenyum sinis kepada wanita yang bernama vira itu.
“proyek apa sih yang harus kamu selesaikan ? apa sepenting itu proyekmu sehingga kamu mengabikan aku ?” ujar wanita itu dengan kesal membuat dika menatapnya dengan tajam.
‘akan terjadi perang’ batin han dan meninggalkan ruang kerja dika.
***
“vira kamu pulang dengan siapa ?” tanya yuni kepada vira yang sedari tadi diam sembari melihat sesuatu yang belum terlihat.
“mau pulang bareng ?” tawar yuni membuat vira menolak tawarannya dengan halus, yuni mengerti tidak perlu dipaksa tetapi yuni kuatir meninggalkan vira sendirian tetapi apa dayanya dirinya hanya akan menambah beban vira.
“begitu sulit jalanmu vira” ucap yuni lirih dan melihat kebelakang dimana vira berdiri, yuni melanjutkan jalannya menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah.
__ADS_1
***
“sudah jam lima soreh” lirih vira sembari melihat jam arloji di pergelangan tangannya.
“lebih baik pesan ojek online”, “tapi aku tidak tau alamat rumahnya bagaimana ini”
Suasana sudah mulai sepih, langit berubah menjadi gelap, hawa dingin sudah menyelimuti membuat vira menggigil.
“semangat vira jangan lemah” ucap vira menyemangati dirinya, vira tetap melanjutkan berjalannya tanpa memedulikan kakinya yang terluka dan lelah.
‘aku tidak tau dimana ini’ batin vira, vira sungguh kebingungan kemana dirinya berjalan dirinya belum pernah berjalan sendirian dia selalu di temani asisten pribadinya dan kakaknya.
Vira meneteskan air mata mengingat kakaknya kembali, denyutan di dada nya semakin cepat dan terasa sakit.
“vira, jangan memaksakan dirimu untuk melakukan yang terbaik jika kamu tidak bisa maka katakan tidak bisa jangan siksa dirimu nak”
“menangislah jika itu sakit, jangan mengangis dalam diam karena menangis dalam diam lebih menyakitkan dan menyayat hati”
Tiba-tiba ucapan gurunya tadi terlintas di pikirannya membuat vira menggigit jarinya dan berhasil mengeluarkan darah segar.
‘apa yang harus aku lakukan ? apa aku harus jujur dengan perasaanku ? tetapi apa alasanku untuk mengatakannya ?’
‘dasar wanita lemah’ , ‘tinggal jujur saja’ ejekkan yang berasal dari hatinya itu membuat vira semakin menjadi-jadi.
***
“arrgghh CUKUP VINA !! CUKUP !!” teriak dika frustasi yang sedari tadi tidak ada ujung dalam perdebatan dirinya dan kekasihnya itu.
“seharusnya aku yang mengatakan begitu, kenapa kamu tidak berterus terang saja dengan keluargamu!!!”
“kenapa kamu selalu melibatkan permasalahan ini dengan keluargaku ?!” tanya dika kepda vina.
“jika kamu ingin hubungan kita di restui seharusnya kamu mengambil hati keluarga ku” ujar dika dan melenggang pergi meninggalkan vina di ruang kerjanya itu.
“DIKA !!!” teriak vina memanggil dika yang sudah menghilang di balik pintu.
***
‘seingatku han selalu melewati jalan ini saat mengantarku ke sekolah’ batin vira sembari mengingat-ngingat jalan ke mension Arios itu.
“hay cewek” goda seorang pria yang sudah mabuk menurut vira, karena vira mencium aroma alkohol yang sangat menyengat di penciuman vira.
“siapa kamu ?” tanya vira sembari menghindari tangan pria itu yang berusaha menyentuh vira.
“ayolah kita akan bersenang-senang” ucap pria itu membuat vira mencoba lari tetapi pria itu mencekal tangan vira.
“TOLONG !” teriak vira namun tidak ada satupun yang berusaha mendekati vira, vira mencoba melepaskan cekalan itu dengan menendang ******** pria itu.
Vira berhasil membuat pria itu meringis dengan segera vira berlari dengan kencang ke sembarang arah hingga tibalah vira di tengah-tengah hutan.
Vira menghentikan larinya saat dirinya sudah
merasa aman, vira mengedarkan pandangannya gelap dan sunyi itu yang dirasakan vira saat ini.
Vira melanjutkan jalannya dengan tangan yang merabah-rabah mencari jalan agar dirinya keluar dari hutan ini.
“auh” ringis vira saat ranting kayu menggores kembali luka vira belum sembuh. Vira tetap berjalan menahan sakitnya, namun apa yang terjadi vira tersandung kayu membuat vira terjatuh.
__ADS_1
“ah sakit” tangis vira pecah saat telapak tangannya tertacap kaca.
FlashBack
“kakak sakit” tangis seorang gadis pecah.
“sayang ini hanya luka kecil” ucap pemuda itu sembari meyekinkan adiknya itu.
“tetapi kaca itu jahat” ucap gadis itu membuat sang kakak tertawa.
“kacanya ngak jahat hanya saja adik kakak yang nakal ini tidak hati-hati” ejek pemuda yang di panggil kakak itu.
Flashback Off
“kakak sakit” tangis vira kembali pecah saat mengingat kembali kenangan bersama kakaknya itu.
Vira mengusap air matanya, bangkit untuk melanjutkan langkahnya dengan memaksa kakinya yang sudah dialiri darah.
Vira melihat cahaya dari arah lain membuat vira bingug menghampiri cahaya itu atau bersembunyi.
Tanpa berpikir panjang vira menghampiri cahaya itu dengan cara mengendap-endap.
Vira harus menahan sakit di lukanya dan tangannya yang terkena goresan rumput-rumput tajam.
Vira sudah dekat dengan cahaya itu dan melihat dua orang berpakaian hitam, kaki vira bergetar untuk melanjutkan perjalanannya.
Tubuhnya sudah melemas, tenggorokannya sudah kering vira memutuskan untuk kembali berlari hingga vira melihat cahaya yang mendekatinya.
“aaaaaa” teriak vira terhenti saat mendapati sebuah mobil ada di hadapannya, vira kebingungan.
“hey apa kamu sudah kehilangan akal kenapa kamu berdiri di situ” ceramah pemuda itu membuat tubuh vira bergetar ketakutan.
“jangan mendekat !” ucap vira
“hey kamu,-” panggil pemuda itu sembari menarik tangan vira.
“jangan aku mohon, aku mohon” tangis vira tak tertahan saat merasakan tenganya di tarik
“kakak ipar ini aku jean” ucap jean menenangkan vira, mendengar itu vira terduduk sambil sesegukan diakibatkan tangis ketakutannya yang melanda.
Tiba-tiba jean menggendong vira ala bridal style membawa vira masuk kedalam mobil, vira pun tidak menolak karena kakinya tidak sanggup untuk berjalan lagi.
***
Vira mendengar suara yang meneriaki namanya dari dalam mension dengan suara tinggi, mendengar itu vira mendengarkan kata hatinya
‘mungkin mereka mengkawatirkanku karena takut nama baiknya hancur’ mendengar bisikan dari hati vira membuat wanita itu membrontak untuk di turunkan namun tidak digubris.
“turunkan aku jean !” teriak vira dengan nada dingin membuat orang yang menggendongnya terkaget dan menurunkan vira seperti yang diinginkannya.
Vira kembali terdiam dan meringis saat melihat darah menetes di lantai membuat vira mengingat tangannya yang tertusuk kaca.
“vira, astaga apa yang terjadi padamu” ucap seorang wanita membuat yang dipanggil pun hanya tersenyum sinis dalam diam.
“ina” teriak wanita yang di hadapan vira membuat vira kembali mendengar bisikan hati yang terluka.
‘martua apaan ini, rasa cemas saja tidak terlihat diwajahnya’ ,-bisik hati yang terluka.
__ADS_1
“iya non, astaga non vira” ucap sang bik ina dengan wajah kuatir setengah mati, membuat vira bahagia dan berpikir betapa beruntungnya dirinya masih ada yang mau berteman dengannya dan mengkuatirkan dirinya.
Sedangkan yang diharapkan untuk mengkuatirkannya tidak ada mimik wajah kuatir melainkan wajah santai tak berdosa. Sehingga vira menertawakan dirinya ‘beginilah nasib yang kamu pilih vira’