Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 12


__ADS_3

“non kenapa jadi seperti ini toh, jika tidak segera mungkin lukanya bisa infeksi toh non” ucap bik ina dengan kuatir sembari mengobati luka-luka yang terdapat pada tubuh vira.


“kenapa nyona tidak menunggu tuan dika” tanya bik ina yang membuat vira tersenyum sinis.


“buk kalau vira nunggu, mungkin sampai sekarang mas dika ngak akan jemput” ujar vira dengan menunjukkan senyum ramah kepada orang didepannya ini.


“non kalau boleh ibuk bicara, ibuk tadi melihat wajah non ada rasa ketakutan yang sudah pernah terjadi sebelumnya apa itu benar ?” ucap bik ina membuat vira hanya tersenyum mengingat kejadian yang menimpahnya.


“ah maafkan ibuk non telah berbicara dengan lancang” ucap bik ina dan kembali fokus mengobati luka-luka vira.


***


Pintu kamar vira terbuka dan menampilkan dika yang sedang tidak bersahabat, vira hanya diam dan melanjutkan kegiatan membacanya.


Dika keluar dari walk in closet dengan pakaian tidurnya sejenak dirinya diam saat melihat tubuh vira di penuhi dengan perban membuat dika mengerutkan dahinya, saat dirinya mendekati vira.


‘dasar bodoh seharusnya hari ini aku menjemput vira, aish’ ujar dika dalam batin dan memutuskan untuk membaringkan dirinya.


Vira melihat dika tidur membelakanginya membuat vira tersenyum dan prihatin terhadap dirinya sendiri, tidak ada yang mempedulikannya disini begitupun dengan suaminya sendiri yang tidak peduli sedikit pun.


Vira memutuskan untuk tidur dengan hati-hati dirinya membaringkan tubuhnya yang penuh dengan luka dan bersiap memasuki alam mimpi.


***


“vira sudah pergi dari rumah ini, tinggal si perusuh dan si penyusah” ucap seorang pria di tempat kerjanya yang hanya di terangi sebuah lampu.


“gara-gara vira si penyusah itu masih ada disini, seharusnya dia sudah tiada di desa Y arrggh” ucap pria itu frustasi saat mengingat kejadian yang sudah di rencanakannya gagal.


“tetapi vira sudah pergi bukan, kenapa aku kuatir tinggal jalani saja rencana selanjutnya” ucap pria itu dengan senyum yang tidak dapat diartikan lagi. Dan ruangan itu berubah menjadi dingin.


***


Cahaya menatari pagi berusaha masuk ke sela-sela ruangan bernuansa hitam putih itu, membuat sang pemilik terganggu dari tidurnya.


Vira membuka matanya perlahan dan melirik jam yang berada di atas nakas disamping tempat tidurnya, vira memulatkan matanya saat mendapati jam menunjukkan pukul 08.30.


“auuh” ringis vira saat beranjak dari tempat tidurnya membuat dika yang tertidur merasa terganggu dengan suara ringisan vira.

__ADS_1


Vira menahan sakit luka, namun kali ini vira menyerah dan langsung terduduk di bawah ranjang.


Dika melihat vira dengan kebingungan, dika mengangkat tubuhnya dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang miliknya dika melihat pundak vira bergetar.


‘apa dia menangis ? jika dia menangis berarti selama ini dia bisa menangis’ batin dika saat mengingat vira yang belum pernah menangis sama sekali.


“i.ibu” lirih vira di tengah-tengah tangisnya.


***


Di ruangan bernuansa hijau putih terdapat seorang pemuda yang sedang duduk melamun mengingat kembali suara yang tidak dapat diartikan dirinya sendiri.


Jean Pov


“turunkan aku jean”


“apa yang sedang kamu sembunyikan wanita misteriusku” ujar jean itu sembari mengingat suara yang penuh arti itu.


Aku hanya bisa membuang nafasku kasar mengingat teriakan wanita misterius saat didepan gerbang.


“apa kamu pernah mengalami kejadian seperti ini ?” tanya ku pada otakku yang terus mengingat kejadian yang begitu mengagetkan, wanita yang sudah berani mengukir namanya di hatiku tiba-tiba menampilkan mimik wajah yang tidak dapat ku mengerti.


“arrgghh” teriakku frustasi, kenapa tidak aku frustasi aku sama sekali tidak bisa membantu jika aku bertindak bodoh maka habislah riwayat wanita misterius.


Aku ngak mau dia mendapatkan masalah dengan bertubi-tubi.


Maafkan aku wanita misterius aku tidak dapat membantumu, aku hanya bisa menghiburmu dan membuat senyuman kebahagian yang pernah hilang akan muncul lagi.


Aku tau senyuman yang engkau tampilkan itu adalah senyuman palsu senyuman untuk menutupi luka yang ada di hatimu. Maafkan aku wanita misteriusku maafkan aku vira maaf.


***


Terdengar suara pintu terbuka membuat vira mengusap air matanya dan bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang masuk.


“papa” ucap dika yang sedari tadi melihat aktivitas vira dan terkejut melihat keberadaan papa nya ada di dalam kamarnya, dika mengampiri papanya yang sudah duduk di sofa kamarnya.


“vira kemari dan duduk bersama kami” titah surya kepada vira yang sedari tadi diam melihat kedatangannya. Virapun mendekati keluarga yang sudah duduk itu menunggu kehadiran vira, vira duduk tepat disamping pria yang sudah berstatus suaminya itu.

__ADS_1


“kita mulai, dika papa ingin kamu mengakhiri hubunganmu dengan vina dan fokus kepada kehidupanmu yang baru” ujar surya terus terang tanpa basa-basi.


Surya menatap wanita yang disamping putranya itu dengan bingung tidak ada mimik kemarahan, mimik kesal ataupun cemburu.


“vira papa ingin kamu dan dika segera memiliki momongan, dengan kehadiran anak di kehidupan kalian membuat keluarga kecil kalian akan hidup bahagia” tutur surya kepada menantunya, namun jawaban yang didapatnya hanya menganguk menandakan mengerti dengan ucapannya.


Berbeda dengan pemuda yang bernama jean itu terkejut mendengar penuturan sang papa dan bingung dengan respon wanita misteriusnya itu. Rasa keingin tauannya soal wanita itu semakin dalam, lagi-lagi dia hanya membuang nafasnya kasar.


“dan kamu jean, papa akan menjodohkan mu dengan anak teman papa yang berasal dari desa Y” ucap surya membuat jean terkejut, berbeda dengan vira mendengar nama desa itu membuat mimik wajah vira berubah menjadi pucat dan bercucuran keringat dingin.


Pemuda itu yang ingin perotes namun gagal karena ketidak sengajaan ekor matanya menangkap vira yang sedang ketakutan dan bercucuran keringat.


“kakak ipar, kakak baik-baik saja” yang mendengar penuturan jean pun sontak semua orang yang ada disitu mendongak menatap wanita itu.


“a.aku tidak apa-apa” ucap vira kembali merilekskan dirinya dan menampilkan senyuman yang menandakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Semua orang yang sempat terkejut kembali rileks mendengar jawaban yang tidak benar keluar dari mulut vira.


‘lihat vira, mereka tidak menanyakan kamu yakin kamu baik-baik aja, kasihannya nasibmu vira’ bisik hatinya ,-


“ingat vira segera beri kami penerus” ketus surya dan bangkit dari duduknya lalu melenggang pergi dari ruangan itu meninggalkan tiga orang yang sedang berkutik dengan pikirannya sendiri.


“shit” umpat pria yang bernama dika itu dan berlalu memasuki salah satu ruangan yang ada didalam ruangan itu.


“wanita miste-” ucap pria itu terhenti melihat tatapan menantang dari vira.


“baiklah kakak ipar” ucap pria itu dengan memperbaiki panggilannya terhadap vira yang sedang diam dan menunduk.


“hey kakak ipar apa kakak ngak bosen diam mulu, kapansih kakak ngak tertawa lepas” ucap jean dengan asal.


Pertanyaan itu sukses membuat vira menatap tajam kearah jean.


“oho aku takut hahahaha” ujar jean kemudian tertawa lepas melihat respon kakak iparnya itu. Melihat aksi jean membuat vira hanya diam dan tidak memperdulikan tingkah anehnya itu.


“eh kakak ipar sebentar lagi aku akan menikah apa kakak ngak merasa cemburu” tutur jean, mendengar penuturan jean membuat vira mengkerutkan dahinya dan menatap bingung kearahnya.


Yang ditatappun hanya tertawa lepas seakan ada yang lucu ‘aneh’ pikir vira.

__ADS_1


__ADS_2