Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)

Santapan Malam (Menangis Dalam Diam)
Santapan Malam 20


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti tepat di depan penjual makanan.


“vira turun lah terlebih dahulu, aku akan memarkirkan mobil terlebih dahulu sekalian pesankan makanan untuk ku juga ya” ujar joe di akhiri dengan kekehan membuat vira menarik senyumnya dan melenggang turun .


Vira melihat sekeliling di mana dirinya sangat merindukan suasan hari ini dan kenikmatan untuk menikmati makanan-makanan dengan sepuasnya.


“hufftt” helahan nafas yang keluar membuat vira sadar akan takdirnya sekarang.


Vira melangkahkan kakinya memasuki salah satu warung yang berbaris tepat di pinggir jalan.


“buk saya pesan 2 mangkuk bakso dan 2 gelas teh es “ ujar vira memberitahukan pesanannya kepada penjaga warung.


“baik neng, duduk aja dulu biar di siapkan pesanannya ya neng” jawab penjaga warung tersebut.


“baik buk” ujar vina sopan dan berjalan menuju meja yang kosong , tidak perlu lama menunggu sendiri joe pun dating dan menghapiri vira yang tersenyum ke arahnya.


“makananku juga di pesan kan ?” Tanya joe sedikit bercanda


“iya sudah, kamu tuh ya takut banget makanannya ngak di pesan” jawab vira dengan sedikit mengeledek joe.


“bukannya takut ya, aku tuh ngak mau kalau kamu selesai makan luan dari pada aku” elak joe.


“ya elah joe joe, kamu tau sendirikan kalau aku itu makannya lama ngak mungkin tertandingi dengan dirimu yang makannya cepat seperti orang yang kelaparan” ejek vira


“ini makananya kang neng” ujar penjaga toko sembari meletakkan makanan


“makasih buk” jawab vira, tak berselang lama vira dan joe menikmati makanan mereka dengan keheningan tidak ada percakapan diantara mereka berdua.


***


Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa maupun siswi berhamburan bagaikan tawanan yang sudah bebas.


“maaf nona mengganggun waktu anda, nyonya muda vira dimana ya ?” Tanya salah satu pria yang menggunakan baju hitam tersebut.

__ADS_1


"Kalau boleh tau kalian-kaliam ini siapa ya ? kenapa kalian bertanya soal vira?" tanya seorang gadis yang di hentikan para pria tersebut.


"kami tidak dapat memberitahukan siapa kami, dan kami hanya melaksanakan perintah yang sudah tuan kami perintahkan kepada kami" jawab salah satu pria tersebut


"jika nona tau segera beri tahu di mana nyonya muda vira berada, jika nona tidak tahu lebih baik beritahu sekarang jangan membuang-buang waktu kami" lanjut pria tersebut


"buang-buang waktu? enak aja kalian yang membuang-buang waktu ku saya tidak tau dimana dan kemana nyonya muda kalian itu, yang jelas saya tidak kenal bye" jawab gadis tersebut di akhiri dengan lambaian tangan sebelum melenggang pergi meninggalkan pria-pria yang tidak jelas asal-usulnya yang mengatakan bahwa mereka hanya melaksanakan perintah.


"Segerah cari nyona muda sekarang, Berpencar" titah salah satu dari mereka.


***


"Bagaimana mana enak tidak makanannya?" tanya joe kepada vira setelah menunggu makanan habis dari mulut vira.


"makanan tidak bisa di bilang tidak enak, nanti makanannya nangis tau" jawab vira dengan simple


"iyalah iya, katanya lama makan tiba habis dua mangkuk kamu ini ya kecil-kecil tapi makannya banyak banget heran deh" ujar joe menanggapi jawaban vira barusan.


"pulang yuk, ini sudah waktunya pulang sekolah jika mereka menyari ku bisa gawat ini" ujar vira dengan nada khawatir.


"tidak bisa kamu harus mengantar ku kembali ke sekolah, mereka pasti menyari ku di sana jika orang rumah tau kalau aku pergi dengan mu aku tidak tau nasib ku nanti bagaimana" ujar vira dengan menahan air matanya.


"baiklah, aku akan mengantarkan mu ke sekolah" utus joe.


***


Dengan tangan yang saling mencubit, raut wajah yang berubah dari tersenyum menjadi ketakutan membuat joe mengerti bahwa betapa tertekannya vira berada di rumah tersebut.


"kita sudah sampai" ujar joe memecahkan keheningan di antara mereka.


"terimakasih " ujar vira dan melenggang pergi dan setengah lari meninggalkan joe tanpa menunggu jawaban dari joe.


"apa aku bisa membantu mu ? aku tidak begitu menjamin jika aku dapat melindungi mu" ujar joe yang tidak luput dari vira.

__ADS_1


***


"nyonya muda" panggil salah satu pria yang berpakaian hitam saat melihat vira berdiri di samping mobil yang terpakir.


"nyonya dari mana saja ? kami sudah setengah jam mencari-cari nyonya" keluh pria tersebut saat mendekati vira.


"maafkan aku" tutur vira tidak ada kata lain yang dapat ia ucapkan selain meminta maaf karena membuat mereka mencari-cari keberadaan dirinya.


"silahkan masuk nyonya" titah pria tersebut sembari membukakan pintu mobil untuk vira.


***


**Maafkan author yang sudah terlalu lama membuat kalian semua menunggu, begitu banyak kendala sehingga author tidak mengupdate cerita SANTAPAN MALAM.




Laptop yang Author gunakan untuk membuat cerita ini tiba-tiba mati




Sudah berkali-kali menginstal namun tetap saja mati




Data-data hilang begitu juga dengan mentahan dari cerita ini.


__ADS_1



Mohon di Mengerti ya dan tetap Mendukung Author untuk Melanjutkan cerita ini sampai tamat**


__ADS_2