Saudara Tetapi Berjodoh

Saudara Tetapi Berjodoh
BAB 31


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari, namun, Riki masih terlihat terjaga di bawah penerangan yang sudah redup di dalam ruangan persegi itu.


Pria itu sudah mencoba berbagai posisi, agar matanya bisa terpejam, tapi tetap saja tidak bisa.


Entah apa yang membuatnya susah untuk terlelap? Apa mungkin karena dia merasa asing dengan kamarnya sendiri, pasalnya ruangan di rumahnya itu sudah lama tidak di tempatinya. Mungkin saja karena itu.


Riki menghela nafas berat lalu bangkit dari pembaringannya, dengan langkah berat dia pun berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Tiba-tiba saja dia merasa lapar, setelah berjam-jam terjaga dan berharap masih ada makanan di dapur.


Riki memilih menginap di rumahnya ini, karena orang tua dan juga adik tengahnya sedang berada di luar kota, sementara Nayla dan Rina hanya berdua.


Pembantu dan supir ayahnya pun masih cuti, itulah mengapa Riki menginap, karena ini juga paksaan dari Rina.


Riki berjalan hendak melewati kamar Nayla dan juga kamar Rina. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti di antara kamar mereka.


Samar-samar dia seperti mendengar suara seorang wanita tengah menangis.


Riki berfikir, siapa yang sedang menangis diantara kedua kamar itu. Karena penasaran, akhirnya dia melangkah mendekati kamar keduanya dan suara itu semakin terdengar jelas dari kamar Nayla.


Raut wajah Riki berubah cemas, pasalnya tangisan Nayla terdengar sangat pilu.


Tok... tok... tok...


"Nay...."


Riki mengetuk pintu kamar Nayla untuk memastikan apakah gadis itu tertidur atau tidak. Beberapa detik Riki menunggu, tidak ada respon dari dalam.


Riki kembali mengetuk, namun tiba-tiba saja Nayla berteriak histeris membuat tubuh Riki tersentak.


Riki langsung membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu, dengan terburu-buru Riki mendekati tempat tidur.


Nayla terlihat mengalami mimpi buruk, nafasnya menderu, kedua tangannya menggenggam seprai sangat kuat dan tangisannya tertahan.


"Nay... bangun, Nay." panggil Riki dengan menepuk pelan wajah yang terlihat sangat ketakutan.


Gadis itu tak merespon, dia malah semakin menangis terisak dan itu terdengar sangat pilu dalam pendengaran Riki.


Riki semakin panik dan cemas melihat kondisi Nayla yang terlihat sangat kesakitan. Apa yang terjadi dengan gadis ini di dalam mimpinya.


"Nay, bangun! bangun, Nay!" Riki berseru panik, sambil mengguncang pelan bahu gadis itu.

__ADS_1


Tubuh Nayla tersentak, "Semuanya salahku, tolong jangan sakiti dia, jangan!" teriaknya lalu kembali menangis dalam tidurnya.


Riki tidak paham dengan yang Nayla ucapkan, tapi yang pasti, gadis ini sangat kesakitan dan itu membuat Riki semakin sedih tatkala merasakan tubuh Nayla semakin bergetar dan isakannya semakin terdengar memilukan.


"Maafkan aku... maafkan aku." Dalam kondisi terisak, Nayla terus meminta maaf, entah kepada siapa.


Apa mungkin semua yang dialami Nayla dalam mimpinya ini, adalah yang terjadi di masa lalunya? Lalu apa yang terjadi dengannya, sehingga dia terlihat sangat kesakitan.


"Tidak apa-apa Nay... semuanya baik-baik saja." Riki merengkuh tubuh lemah Nayla untuk menenangkannya.


Nayla terlihat merespon tindakan Riki, perlahan tangisannya mulai mereda dan tubuhnya sedikit lebih tenang tatkala Riki semakin mengeratkan pelukannya. Nayla juga semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Riki, karena penyatuan tubuh itu, membuatnya merasa teelindungi.


Sementara Riki yang masih terus memeluk erat tubuh saudarinya itu pun semakin bingung dan merasa bersalah. Sepertinya, Nayla memang tidak menjalani kehidupannya dengan baik di masa lalu.


Tapi, apa yang terjadi, dengan siapa Nayla meminta maaf? dan kenapa dia menyalahkan dirinya sendiri?


Pikirannya itu semakin membuatnya merasa bersalah. Saat ini Riki berjanji, akan membahagiakan Nayla dan tidak akan membuatnya menangis lagi.


:)


"Ini nggak salah?"


Pertanyaan itulah yang terlintas dalam benak Nayla pertama kali, saat dia membuka mata, sosok yang dilihatnya adalah wajah Riki dan tubuhnya juga berada dalam dekapan pria itu.


Bola mata Nayla tampak berkeliling, untuk mengingat kejadian terlakhir yang terjadi diantara mereka dan yang Nayla ingat adalah, setelah makan malam semua penghuni rumah masuk ke dalam kamar masing-masing, kecuali Aldi yang kembali ke rumahnya.


Nayla ingat, dirinya tertidur setelah itu dan tidak mengingat apa-apa lagi. Tapi kenapa Riki bisa tidur sekamar dengannya, terlebih lagi dia berada dalam dekapannya.


Nayla menjauhkan wajahnya panik, ketika Riki semakin mempererat pelukannya dan jarak wajah mereka sangatlah dekat.


Nayla mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba mendalami situasi yang sedang terjadi diantara mereka, tapi gadis itu tetap tak menemukan jawabannya.


Nayla menghela nafas pelan, lalu detik berikutnya gadis itu menatap wajah teduh Riki yang sedang tertidur pulas dan hanya berjarak sekian senti dari pandangannya.


Sudut bibir Nayla pun tertarik dan membentuk senyuman manis, tatkala dia menyadari jika pria yang ditatapnya ini sangatlah tampan dan dia baru menyadari jika perubahan wajah Riki yang dulu dengan sekarang sangatlah jauh.


Wajah imut itu kini berubah tegas dengan kedua matanya yang teduh namun tajam, alis tebal, hidung mancung serta bibir yang sensual dengan warna merah muda yang alami.


Seketika dia merasa rendah setelah melihat ketampanan Riki diatas rata-rata, wajahnya sangat putih halus. Rasanya dia kalah sebagai seorang wanita.


Nayla adalah tipe gadis yang selalu berpenampilan sederhana, dia tidak banyak neko-neko jika itu berkaitan dengan penampilan yang terpenting adalah, dia merasa nyaman dengan apa yang melekat pada tubuhnya.

__ADS_1


Nayla mengangkat sebelah alisnya, ketika tubuh Riki mengeliat lalu membenamkan wajahnya di ceruk lehernya, dia merasa geli ketika deru nafas Riki menerpa permukaan kulit lehernya dan bola mata Nayla membulat sempurna ketika merasakan bibir basah Riki mengecup ceruk lehernya dengan lembut.


"Ki... Riki...," panggil Nayla ketika merasakan kecupan itu semakin menjalar kearah telinganya.


"Ng...," Riki terdengar tidak cukup sadar.


Nayla mencoba menjauhkan dirinya, ketika kecupan itu semakin dalam di tengkuk lehernya dan mencoba menahan wajah Riki.


"Riki...," Nayla mulai panik.


Lengan Riki menahan tubuh Nayla yang mencoba memberontak.


Tubuh bagian atas Naylapun semakin terkekang, membuatnya tak bisa bergerak. Tapi kakinya masih bebas.


Nayla pun menendang tubuh Riki, hingga pria itu terjatuh ke lantai.


BRUK...


"Akhhh...." pekik Riki kesakitan ketika tubuhnya terjatuh ke lantai.


Dengan cepat pria itu langsung bangkit dari lantai.


"Apa yang...." Mata Riki menyipit ketika cahaya matahari yang menembus masuk dari jendela menyilaukan pandangannya, lalu diapun mengalihkan atensinya pada Nayla yang masih terpejam.


Lalu kenapa dia bisa terjatuh? Apa Nayla menendangnya? pikir Riki.


"Nay!" panggil Riki.


Dia mencoba memastikan, apakah gadis itu masih tidur atau berpura-pura tidur dan sepertinya dia masih tidur, terlihat gadis itu tak merespon panggilannya.


Mungkin saja gadis ini memiliki kebiasaan buruk saat tidur. pikir Riki lagi lalu melirik jam weker pokemon di atas lemari nakas.


Mata Riki membulat seketika, saat melihat waktu sudah pukul delapan. Gawat, dia ada rapat pukul sembilan.


Dengan terburu-buru, pria itu pun meninggalkan kamar Nayla menuju kamarnya untuk segera bersiap-siap. Pasalnya jarak perusahaan dan rumahnya membutuhkan waktu dua puluh menit, tapi jika jalan macet maka akan menghabiskan waktu berjam-jam. Sangat sial, Riki merutuki dirinya sendiri karena sudah bangun kesiangan.


Beruntungnya dia memiliki beberapa pakaian formal di kamarnya.


Sementara Nayla membuka matanya pelan lalu menarik nafas lega, setelah melihat kepergian Riki.


Nayla berpura-pura tidur, karena dia merasa akan sangat canggung jika pria itu bertanya, kenapa dia menendangnya dan dia menjawab jika Riki sudah memeluknya dan mengecupi lehernya.

__ADS_1


Tangan Nayla pun bergerak menyentuh ceruk lehernya yang sudah di kecup oleh Riki, detik berikutnya dia bergidik ngeri memikirkan perasaan yang aneh muncul ketika Riki melakukan hal itu.


......Happy reading ❤......


__ADS_2