
Asa, sebuah nama yang diberikan kepada anak laki-laki yang haus akan kasih sayang ayah dan ibunya. Dari kecil Asa selalu mendapat gunjingan dari para tetangga, bahkan ia selalu di jauhi teman-temannya membuat Asa menjadi sosok introvert dan susah beradaptasi. Asa sangat menyayangi Mbah dan sang adik yang bernama Arka, mereka hidup bertiga dalam rumah sederhana di sebuah kampung pinggiran kota.
Sejak Asa duduk di bangku SMP, dan sang adik yang masih kelas 5 SD, sudah berbagi tugas untuk meringankan beban Mbah Sumi. Setelah azan Subuh berkumandangΒ Asa mulai melakukan tugas mengantarkan kue buatan Mbahnya ke pedagang di pasar dan ibu-ibu di kantin sekolah, sedangkan Arka bertugas membersihkan rumah dari mulai menyapu, mengepel, mencuci baju sampai mencuci piring.
Hingga saat Asa akan masuk ke Sekolah Menengah Atas sang Mbah harus meninggalkan Asa dan Arka untuk selama-lamanya, ketika pemakaman selesai dilakukan datang seorang wanita paruh baya bersama seorang pria dan seorang anak perempuan yang umurnya tidak berbeda jauh dari Arka. Asa hampir tidak mengenali ibunya jika wanita itu tidak memeluknya.
"Asa, Arka ikut sama Mama ya, Nak ...Β kita ke Jakarta sekarang, tinggal sama mama ya ...."
Arka tentu senang, tetapi tidak dengan Asa entah kenapa rasa sakit dan benci timbul di dalam hatinya. Mau tidak mau Asa tetap mengikuti kemauan sang ibu untuk pindah ke Jakarta karena rayuan Arka.
__ADS_1
"Abang aku pengen deket sama ibu ... pengen ngerasain rasanya di sayang sama ibu, kita ikut ibu yuk, Bang." itu lah rayuan Arka terhadap sang abang.
Kehidupan di Jakarta Asa lalui dengan datar, Asa tidak terlalu memiliki banyak teman. Karena Cindy, yang tidak lain adalah adik tiri Asa menyebarkan isu tentang Asa dan membuat hampir semua siswa enggan berteman dengan Asa, hanya ada tujuh orang yang mau berteman dengannya. Dan sayangnya ke tujuh orang itu bisa di bilang berandalnya SMA 28.
"Tenang aja kita bakal susah seneng sama elo ko, Sa," ucap Bian
"Mau lo anak siapa kita gak peduli, sekarang elo bagian dari kita," sambung Gio
πππ
__ADS_1
"Gay! Gaaay ...." teriak Asa keluar dari cafe dengan tangan memegang se ekor kucing angora berwarna putih bersih.
"Berisik nama gue Gayatri bukan Gay, Gay. Lo kira gue salah satu kaum LaGiBeTe apa pake Gay Gay segala. Manggil tuh yang bener, Lagian orang lain manggil gue Dara ngapa elo manggil gue pake nama depan sih hah?" omel gadis bernama Gayatri.
"Ya maaf ... ini kucing bawa sono, ganggu gue kerja." Asa menyodorkan kucing betina kepada sang pemilik.
"Ya jelas aja dia nempel sama elo ... Elo nya ganteng jadi dia gak mau jauh kek pemiliknya."
"Hah?"
__ADS_1
Dan dari situlah kehidupan menarik dan berwarna Asa dimulai.
πππ