SEBUAH PERJODOHAN

SEBUAH PERJODOHAN
Meminta Penjelasan


__ADS_3

Ayah Arka sudah pulang. Sekarang hanya tinggal mereka saja.


" Tolong kamu jelasin maksud kamu tadi yang udah bohong sama Ayah. Aku butuh penjelasan " ucap Cinta tiba-tiba


" Baiklah, Aku ngelakuin ini semua karena takut kehilangan Baby Aka. " menundukkan kepalanya


" Maksud kamu? " tanya Cinta tidak mengerti


" Begini jika Ayah aku sampai tahu kalau Baby Aka bukan anak kandung kita aku yakin Ayah langsung menyuruh kita untuk membuangnya " Arka menatap wajah Cinta dengan sendu


" Tapi kan, kita bisa jelasin baik-baik. Apa kata Ayah sama Bunda ku nanti kalau tahu aku ada anak diluar nikah. Mereka pasti bakal marah banget sama aku " ucap Cinta khawatir


" Tenang aja, nanti aku yang akan jelasin sama Ayah dan Bunda. Mereka pasti bisa ngerti kok " ucap Arka berusaha menenangkan Cinta


" Tapi... Aku takut "ucap Cinta lagi


" Udah kamu gak usah takut, ada aku. Kamu gak mau kan kalau kita sampai kehilangan baby Aka? "


Cinta menggelengakan kepalanya. Cinta sudah sangat menyayangi baby Aka seperti anak kandungnya sendiri. Cinta tidak bisa membayangkan jika ia harus kehilangan baby Aka.


Arka berusaha menenangkan dan membawa Cinta kedalam pelukannya .


*****


Arka sudah bersiap-siap kekantor dan tentunya dibantu oleh Cinta.


" Kamu gak kesekolah? " memperhatikan baju Cinta yang memakai pakaian biasa


" Gak, selama dua minggu kami libur karena sebentar lagi ujian. Nanti teman aku bakal datang buat ngerjain tugas kelompok?. Gak papa kan? " ucap Cinta ragu-ragu

__ADS_1


" Gak papa kok, asal temen kamu perempuan " Arka memperingati Cinta


" Iya perempuan kok. Ya udah kita sarapan dulu yuk " ajak Cinta kepada Arka.


*****


Arka sudah mau berangkat. Cinta dan baby Aka melambaikan tangannya kepada Arka dan Arka pun melambaikan tangan dengan tersenyum.


" Papa ati-ati di jalan ya " ucap baby Aka


Arka tersenyum melihatnya. Ada rasa senang didalam hatinya. Rasanya ia begitu bahagia karena memiliki sebuah keluarga kecil yang lengkap.


" Huh, rasanya aku ingin dirumah saja kalau begini " batin Arka gusar menaiki mobilnya.


" Tak apa, aku hari harus dengan cepat melakukan pengecekan berkas supaya aku bisa cepat pulang " Arka tersenyum dan melajukan mobilnya


Dilain sisi.


" Jadi namanya Arka Alfandi Fernandes. Cukup menarik dan tampan " ucap wanita itu memandangi foto Arka


Wanita yang bernama Alika itu tersenyum. Niat awal ingin menhancurkan Arka malah sekarang rasanya hatinya ingin memiliki seorang Arka. Alika tidak pernah setertarika ini dengan seorang pria. Paling pria yang menemaninya selama ini hanya sebagai pemuas nafsu bagi dirinya. Memang Alika sangat cantik bak malaikat tapi hatinya bak iblis.


Tetapi sesaat kemudian ia membaca dokumen itu, disana diterangkan bahwa Arka sudah menikah dan memiliki anak. Alika memandang benci kepada foto wanita itu tapi tidak dengan anak tersebut.


" Dasar wanita ******, kau tidak pantas menjadi istrinya Arka dan ibu dari anak setampan dan seimut ini " Ucap Alika yang terus memandangi foto mereka.


" Aku rela jika harus menjadi ibu dari Anak ini. Kamu harus mati ****** " Alika tersenyum licik.


Kemudian ia menelepon seseorang diseberang sana.

__ADS_1


" Halo Mark, Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku "


" Apa yang harus saya lakukan Nona "


" Seperti biasa bersenang-senang. Bawakan aku kepala dari seorang gadis yang bernama Cinta. Aku akan mengirim datanya kepadamu "


" Baik Nona. Dengan senang hati saya akan melakukannya . Saya tidak akan mengecewakanmu Nona "


" Baguslah, Aku menunggu kabar baik darimu "


Sambungan terlepon berakhir. Alika tersenyum licik.


" Lihat saja dalam waktu dekat kau akan menjadi milikku sayang "


*****


Alya sudah berada dirumah Cinta. Alya yang belum tahu perihal baby Aka pun terkejut setengah mati. Cinta yang sudah bisa menebak reaksi sahabatnya itu hanya tersenyum geli.


" Udah-udah nih makan buah apel ini. Biar pikiranmu segar karena Apel banyak mengandung vitamin A " ucap Cinta yang menyuapi Alya yang masih terbengong.


" Iya-iya. Tapi baby Aka memang imut banget. Aku aja mau kalau harus jadi ibu nya walaupun aku belum menikah " Ucap Alya yang terus memperhatikan baby Aka


" Udah dech ngelihatinnya. Kasian anak aku tahu " ucap Cinta menegur Alya


" Iya-iya. Baby Aka sini sama Bunda " Ucap Alya yang mendekati baby Aka


" Idih, Bunda apaan " cibir Cinta


" Udah dech, kamu syirik aja tahu " ucap Alya sebal.

__ADS_1


Awalnya baby Aka sangat enggan bila disentuh oleh Alya, tapi lama kelamaan baby Aka akhirnya pun mau. Mereka pun mengerjakan tugas sekolah dengan memakan beberapa Cemilan dan buah. Baby Aka juga terus tertawa dan menunjukkan tingkah lucunya yang membuat Cinta dan Alya gemas. Mengerjakan soal yang begitu banyak yang membuat mereka awalnya bosan tapi karena baby Aka mereka tidak merasa bosan lagi.


__ADS_2