
Cinta sudah pulang kerumahnya. Ia begitu lelah tadi karena Fatih mengajaknya jalan-jalan. Cinta tidak perduli jika Arka marah karena ia tidak ke kantornya. Masa bodohlah , pikir Cinta. Cinta membersihkan dirinya dan membuat makan malam.
Dilain sisi, Arka begitu kesal dengan Cinta. Gadis itu tidak ada disekolahnya. Setidaknya Cinta mengabari. Arka begitu geram. Dari siang tadi dia terus marah-marah.
" Hey Arka sudah marah-marahnya. Kasian Pak Mimin " ucap Rangga
" Aku kesal, membuat laporan kayak gini aja dia gak bisa Ga ?" ucap Arka melihat Pak Mimin dengan tajam
" Maafkan saya pak. Nanti saya akan perbaiki lagi laporannya " Ucap Pak Mimin takut-takut
" Sudah pak, lebih baik bapak keluar aja." Ucap Rangga lembut
Pak Mimin keluar dari ruangan dengan wajah lega. Rangga melihat Arka yang begitu emosi. Memang Arka adalah orang yang keras dan dingin tapi ia tidak pernah membentak karyawannya seperti tadi. Apalagi karyawan tua seperti pak Mimin. Padahal pak Mimin hanya melakukan kesalahan kecil.
Rangga adalah sahabat Arka dari kecil. Rangga begitu tahu bagaimana sifat temannya itu. Rangga juga tahu bahwa Arka sudah menikah karena perjodohan. Walau Rangga tidak menghadiri acara pernikahan Arka karena Rangga harus mengurus kantor Cabang milik Arka yang berada di Surabaya. Hari ini Rangga baru kembali dan dikejutkan dengan sikap marah-marah Arka.
" Kamu kenapa Ka, ada masalah? " ucap Rangga memperhatikan Arka yang sedang duduk dengan wajah cemberut.
Arka tidak menjawab dan hanya diam tak berkutik. Ia begitu malas sekarang . Moodnya hancur karena gadis yang bernama Cinta .
Merasa tidak akan direspon, Rangga melanjutkan ucapannya.
" Aku belum ketemu istri kamu ka, Apakah dia cantik? Kalau iya bisa dong kenalin ke aku?. " dengan nada menggoda
" Kenapa kamu tanya soal istri aku " jawab Arka acuh
__ADS_1
" Ya mana tau dia mau sama aku. Terpesena sama kegantengan aku. Soalnya suaminya kan galak ! " dengan rasa percaya diri yang tinggi. Rangga mendekati Arka dengan senyum mengejek.
" Berani kamu melakukan itu, akan kubuat wajahmu itu cacat " Arka menunjuk wajah Rangga dengan kesal
Rangga langsung tertawa melihat respon yang ditunjukkan Arka.
" Ih Atut. " ucap Rangga pura-pura takut dan dengan suara yang dibuat imut
" Jijik aku lihat kamu Ga. Pergi sana, makin hancur mood aku karena kamu disini "
Dengan nada kesal Arka menyeret Rangga keluar dari ruangannya. Setelah berhasil Arka langsung mengunci ruangannya itu.
Terdengar suara teriak-teriak Rangga diluar. Arka tidak peduli, sebenarnya dia juga tidak tega berbuat seperti itu kepada sahabatnya. Namun hari ini dia butuh waktu sendiri.
Arka memutuskan untuk pulang. Dia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Arka langsung membawa semua pekerjaan kantornya kerumah.
Cinta keluar sebentar. Ia hendak menuju kesupermarket membeli Mie instan. Cinta ingin makan itu malam ini. Cinta sudah lama tidak memakannya.
Disupermarket Cinta yang awalnya hanya ingin membeli mie instan malah membeli yang lainnya juga dengan jumlah yang banyak.
"Gak papa dech belanja banyak, lumayan. Pake kartu atm ini aja. Lagian dia kan kaya? . Gak mungkin kan, langsung jatuh miskin karena aku foya-foya." gumam Cinta dalam hati
"
" Semuanya jadi dua juta rupiah mbak " ucap penjaga kasir
__ADS_1
" Astaga banyak sekali jumlahnya, apa atm ini isinya cukup " batin Cinta. Cinta menyerahkan kartu Atm kepada penjaga kasir.
" Terimakasih banyak mbak. Selamat datang kembali " ucap penjaga kasir ramah
Cinta tersenyum senang . Ternyata kartu Atm yang diberikan Arka jumlahnya sangat banyak. Cinta membawa belanjaan yang begitu banyak. Ketika ia hendak membuang sampah permen miliknya di tong sampah. Cinta dikejutkan dengan seorang anak balita yang menangis dipinggir tong sampah.
" Kamu kenapa dek? Orang tua kamu mana? " Cinta berjalan mendekat kearah balita itu
" Mama " balita itu langsung memeluk Cinta. Cinta kaget setengah mati, kapan ia mempunyai seorang anak? Tidak mungkin kan ia memiliki anak sedang ia masih sekolah? Walaupun sekarang dia sudah menikah. Tapi itukan baru. Tidak mungkin dia memiliki anak sebesar ini.
Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya. Jika diperhatikan balita itu berumur 3 tahun dan seorang anak laki-laki. Wajahnya juga sangat tampan dan imut walau dengan baju yang lusuh dan muka kotor.
" Maaf ya nak, aku bukan Mama kamu " Cinta berjalan pergi
Balita itu makin menangis ketika Cinta berjalan pergi. Cinta yang tidak tega pun akhirnya berbalik arah dan menghampiri Balita itu.
" Nama kamu siapa? " tanya Cinta lembut
Balita itu menggeleng tanda tidak tahu .
" Ya sudah , mulai sekarang nama kamu adalah Aka Akbar. Baby Aka " ucap Cinta mengelus-ngelus kepala balita itu dengan sayang.
" Mama " ucap balita itu dengan senyum merekah
Cinta melihatnya begitu kagum. Cinta langsung menggendong baby Aka dengan sayang.
__ADS_1
" Yuk nak, kita pulang . "
Dengan langkah semangat Cinta membawa baby Aka. Sesekali Cinta membuat baby Aka geli dan mereka tertawa sepanjang jalan. Persis ibu dan anak.