
Kemarahan Arka semakin menjadi-jadi ketika melihat Cinta tersenyum mesra dengan seorang lelaki disebuah cafe. Niat awal untuk singgah membeli lemon tea dan junk food. Arka malah disuguhi pemandangan seperti itu. Ia memutuskan pulang lebih cepat dari pesta ulang tahun Angga.
Arka masih setia menggendong baby Aka. Dia menatap sedih kepada baby Aka.
" Nak, hati papa sakit melihat Mamamu seperti itu " Baby Aka hanya memandang tidak mengerti.
Arka sudah sampai dirumahnya. Diletakkannya baby Aka yang tidur dengan hati-hati. Arka memutuskan untuk berendam air hangat untuk menenangkan pikirannya hari ini. Ia merasa kesal dan cemburu.
" Tega kamu Cin, bohongi aku " ucapnya lirih
" Aku tahu hati kamu belum terbuka untukku, tapi setidaknya kamu harus memikirkan statusmu sekarang bahkan kita sudah punya anak " dumel Arka kecewa
*****
Fatih mengantarkan Cinta kerumah lamanya. Fatih tidak tahu tentang status Cinta sekarang. Cinta juga tidak menjelaskan sama sekali. Cinta takut Fatih akan marah dan menjauhinya. Cinta belum sanggup kalau harus kehilangan Fatih.
Didalam mobil..
" Cin, setelah kamu lulus. Kita Nikah yuk. "
ucap Fatih tiba-tiba
Cinta yang sedang minum lemon tea kemasan langsung tercedak.
" Kamu gak papa Cin? " menyodorkan tisu
" Gak papa kok. Aku cuma kaget aja tiba-tiba kakak bilang gitu. Kakak gak bercanda kan? " Cinta penuh tanda tanya sekarang.
" Gak, aku mana bercanda soal kayak gini sama kamu Cin. " jawab Fatih santai
__ADS_1
" Ini terlalu mendadak hahaa " ucap Cinta tertawa hambar
" Kamu mau kan?. " bertanya dengan penuh harap
" Kak, aku sebenarnya mau. Tapi aku mau kuliah dulu. Kakak tahu kan kalau aku anak tunggal. Orang tua aku berharap banyak sama aku kak. Aku mohon untuk kali ini kakak ngertiin aku ya. Aku cinta banget sama kakak " Cinta memohon kepada Fatih. Tatapannya begitu sendu.
" Maafkan aku kak. Kita selamanya tidak akan bersama. Aku udah beda kak " batin Cinta
Fatih mengalah dan berusaha memakluminya. Biarlah dia mengalah kali ini. Cinta sudah menunggunya begitu lama. Tak apa lah jika ia pun harus menunggu Cinta lulus kuliah.
" Ya udah, gak papa. Kakak akan menunggu sampai kamu lulus kuliah " tersenyum lembut. Cinta tersenyum lega.
Akhirnya mereka sudah sampai tujuan. Fatih tidak mampir karena akan menjemput Mamanya dibutik. Tentu saja Cinta senang. Jika Fatih mampir bunda dan ayahnya bisa bertanya macam-macam. Setelah Fatih pergi Cinta pun beranjak ingin pergi juga. Tidak mungkin kan, ia mampir kerumah bundanya seorang diri. Pasti dirinya akan diintrogasi nanti. Tak sesuai harapan, ternyata sang bunda melihat Cinta yang hendak pergi.
" Nak, kamu mau kemana? " teriak bunda
" Lho kamu kok sendiri. Nak Arka mana? Terus kamu naik apa? " tanya bunda bertubi-tubi
" Anu bun, Cinta tadi dari rumah Alya, Mas Arka dirumah lagi ngerjain laporan bun. Karena kangen gak sengaja Cinta malah kesini " ucapnya jenaka
" Oh, kalau kamu kangen. Telepon aja bunda. Bunda nanti yang akan kesana "
" Gak usah bun. " tolak Cinta
" Ya udah, yuk masuk mumpung Ayahmu juga ada dirumah " Bunda mengajak Cinta masuk.
Ayah Cinta terlihat sedang membaca koran dan sesekali meminum kopinya.
" Yah, lihat anak kita datang " ucap bunda dengan antusias
__ADS_1
" Lho kamu kok sendiri Nak? " heran ayah Cinta
" Nak Arka sedang sibuk membuat laporan. Jadi Cinta datang kemari sendirian " potong bunda
Cinta dan keluarganya duduk diruang tamu. Ayah dan Bunda bertanya keadaan Cinta selama menikah. Cinta menjawab bahwa semuanya baik-baik saja. Arka juga adalah sosok suami yang baik dan pengertian. Ayah dan Bunda lega mendengarnya. Cinta juga mengatakan bahwa ia memiliki anak angkat yang sontak membuat Ayah dan bundanya terkejut.
" Jadi, kamu dan Arka mengaku bahwa anak angkat kalian adalah anak kandung kepada Ayah Arka ? " Tanya Shandi tak percaya
Cinta mengangguk membenarkan.
" Tapi kami punya alasan Yah,Bun. Ayah Arka tidak akan mengijinkan kami jika mengadopsi anak angkat. Cinta sama Mas Arka sudah sangat sayang kepada Baby Aka seperti anak kandung kami sendiri. "
Shandi menghela nafas. Sebenarnya ia setuju saja dengan keputusan anaknya itu malah ia bangga mereka sudah mempunyai naluri orang tua sejak dini. Tapi masalahnya mereka sudah membohongi Pak Ananta selaku ayah Arka.
" Sudahlah Yah, gak apa-apa. Biar saja semua orang tahu kalau baby Aka adalah anak kandung mereka. " ucap Bunda
" Ya sudahlah jika itu keputusan kalian. Ayah dan bunda hanya bisa berdoa untuk kebaikan kalian. "
" Terimakasih Ayah " Cinta memeluk ayahnya dengan sayang.
" Kapan-kapan kalian datang kemari ya, bawa Cucu ayah juga " shandi tersenyum lembut
" Iya, bunda juga tidak sabar menggendong cucu bunda. "
Hari sudah sore, Cinta berpamitan kepada orangtuanya. Ia takut suami dan anaknya sudah menunggu lama. Apalagi Cinta belum membuat makan malam .
" Cinta pulang dulu ya Yah, Bun. Jaga kesehatan selalu. Nanti kapan-kapan Cinta, Mas Arka sama baby Aka akan berkunjung. Wassalamu alaikum " Ucap Cinta sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
" Waalaikumussalam Nak. Kamu hati-hati ya " Ucap Lizna dan Shandi bersamaan.
__ADS_1