
Cinta dan Alya sudah selesai mengerjakan tugas mereka. Cinta melihat baby Aka yang sedang sibuk memainkan motor-motoran pemberian dari sang Kakek kemarin.
" Al, mau makan apa biar aku buatin. " tanya Cinta kepada Alya yang sedang asyik memainkan ponselnya.
" Serius, boleh request nih. Tumben banget. Kamu gak lagi kesyambet kan Cin? " ucap Alya yang tak percaya. Biasanya sahabatnya ini akan memasak sesuka hati, tapi kenapa hari ini berbeda?
" Ye, yaudah kalau kamu gak mau. Aku sich gak rugi " jawab Cinta yang hendak pergi kedapur
" Eh bentar " cegah Alya tiba-tiba
" Apaan sich Al, kamu buat aku kesel tau " Cinta dengan kesal menghentikan langkahnya
" Hehe iya sory. Tapi gak ngerepotin kan? Kalau gitu aku mau kamu masak omelet sama tumis jagung boleh? " sambil mengedip-ngedipkan matanya nakal.
Cinta menghembuskan nafasnya kasar. Sahabatnya ini sok jual mahal toh ujung-ujungnya mau.
" Iya, ya udah jagain baby Aka dulu ya " ucap Cinta yang sudah berlalu pergi.
Alya mendekati baby Aka yang masih sibuk bermain.
" Sayang, mau gak kalau bunda temani mainnya? " Alya mendekati baby Aka
" Gak utah bun, Aka gak au ain agi. Aka utah botan " mengambil mainannya dan berjalan kearah lemari tempat penyimpanan mainan. Alya takjub melihat anak sekecil itu bisa merapikan mainannya sendiri.
" Wah kamu hebat banget sayang " Alya mendekati baby Aka dan mengusap-ngusap rambutnya dengan gemas.
__ADS_1
" Baby Aka sini sama bunda " baby Aka mendekat kearah Alya dan duduk dipangkuannya.
" Anak pinter. Bunda mau tanya sesuatu boleh? " Alya terkikik geli mengingat sesuatu yang ingin ia tanyakan pada anak kecil ini. Baby Aka hanya mengangguk.
" Baby Aka mau gak kalau punya temen biar baby Aka gak sendirian lagi? "
" Au anget bun. Aka boten ain cendili " dengan mata berbinar
" Gini, kalau baby Aka mau punya temen suruh Mama sama Papa buatin dedek bayi buat baby Aka. " ucap Alya tersenyum jahil
" Jadi, Mama sama Papa bisa buatin dedek bayi buat jadi temen Aka nanti? " tanya Baby Aka yang antusias dan Alya mengangguk mengiyakan.
Baby Aka tersenyum senang, akhirnya dia mempunyai seorang teman. Sedangkan Alya hanya tersenyum tidak berdosa karena sudah berhasil mengotori pikiran anak kecil lugu seperti baby Aka.
*****
" Bagaimana kondisi bapak? Apakah akhir-akhir ini jantung bapak terasa sakit? " tanya Fatih lembut.
Pak Ananta tersenyum lembut bak seorang Ayah dengan anaknya.
" Tidak Nak Fatih, akhir-akhir ini kondisi jantung bapak tidak bermasalah. Hanya semalam bapak agak kaget saja,makanya terasa agak nyeri. " jawab Pak Ananta dengan tetap tersenyum.
" Oh syukurlah pak. Saya akan menulis resep obat bapak seperti biasa "
" Terimakasih nak Fatih. Boleh bapak tahu berapa umur nak Fatih sekarang? "
__ADS_1
" Tentu boleh pak. Umur saya sekarang 25 tahun "
" Ternyata masih sangat muda toh. Anak saya saja sudah berumur 33 tahun dan dia baru saja menikah. Syukurnya dia sudah memiliki seorang putra. "
Mendengarnya Fatih agak bingung. Putranya baru menikah tapi sudah memiliki seorang anak. Entahlah Fatih tak ambil pusing mungkin kehidupan orang kaya seperti itu pikirnya.
" Nak Fatih sudah menikah? " tanya Pak Ananta lagi
Fatih yang kikuk menjawab dengan malu-malu
" Belum pak. Saya masih menunggu calon saya. Dia masih sekolah. Mungkin setelah lulus baru kami akan menikah "
Pak Ananta beroh ria. Dengan semangat Pak Ananta menunjukkan foto cucunya kepada Fatih.
" Tampan dan lucu sekali anak ini. Anak bapak ini pastinya juga sangat tampan. Bagaimana ya nanti wajah anak aku dengan Cinta. Apakah jika laki-laki akan setampan dan seimut ini? " batin Fatih yang tersenyum memandangi Foto baby Aka.
" Cucu saya tampan dan lucu kan? " ucap Pak Ananta bangga
" Iya pak. " ucap Fatih jujur
" Dia bahkan mirip sekali dengan putraku sewaktu kecil hanya saja wajah putraku dulu terkesan dingin. Mungkin cucu ku ini meniru wajah ibunya yang cantik dan murah senyum "
Fatih merasa penasaran dengan anak dan menantu pak Ananta setelah mendengar cerita yang pak Ananta sampaikan.
" Kamu cepatlah menikah nak Fatih, setelah kekasihmu itu lulus langsung nikahi saja dia takutnya nanti keburu diambil orang. Tidak salah kok walaupun usianya masih muda. Menantu saya juga masih sangat muda tapi dia sangat cekatan mengurus anak dan suaminya " Pak Ananta menasehati Fatih yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.
__ADS_1
" Baik pak. Terimakasih banyak " Fatih tersenyum. Fatih merasa mempunyai seorang ayah lagi. Ayah kandungnya sudah meninggal di saat usianya 10 tahun. Fatih sangat menyayangi Pak Ananta seperti ayahnya sendiri begitu juga sebaliknya.