
Cinta begitu bosan sekarang. Ia hanya memandangi Arka yang serius berkutat dengan laptop dan berkasnya. Rasanya Cinta ingin memukul Arka saat itu juga. Karena Arkalah penyebab Cinta begitu bosan. Cinta harus rela menunggu Arka empat jam lamanya baru bisa pulang kerumah. Badannya begitu lengket,dan perutnya lapar bahkan ia juga sangat lelah ingin beristirahat. Belum lagi tatapan aneh orang kantor terhadapnya.
" Huh, dasar Om tua ngeselin. Aku capek nunggu eh malah dicuekin. Kalaupun sibuk setidaknya ngomong apa gitu kek,basa-basi, jangan kayak mayat hidup aja " dumel Cinta dalam hati
Merasa diperhatikan dengan tatapan tidak bersahabat, Arka akhirnya angkat suara.
" Kamu kenapa? bosan? " ucap Arka tanpa mengalihkan pandangan sama sekali
" Menurut Om? " dengan nada ketus.
Arka hanya geleng-geleng kepala. Istrinya itu sifatnya sangat keras kepala, Arka bahkan baru seminggu ini hidup dengan Cinta tapi sudah mengetahui watak dan sifat asli Cinta.
" Ya udah, kamu mau apa? " tanya Arka. Di lihatnya Cinta sedang memperhatikan sekeliling. Cinta mendekati Arka, tentu saja Arka sangat terkejut ini pertamakalinya ia berdekatan dengan seorang wanita.
" Om, Cinta laper pengen makan. Cinta gerah pengen mandi, Cinta capek pengen tidur. Apakah disini bisa melakukan itu semua? " bisik Cinta di telinga Arka. Jarak keduanya sangat dekat. Arka malu setengah mati, sedangkan Cinta biasa saja. Dengan refleks Arka mendorong tubuh Cinta menjauh.
" Kamu jangan dekat-dekat,menjauh sana " ucap Arka dengan ekspresi kesal
" Aduh Om, gak usah pake acara dorong segala kali, seragam Cinta jadi kotor kan " sambil berdiri membersihkan seragamnya yang kotor akibat terjatuh di dorong Arka tadi.
Melihatnya Arka merasa bersalah apalagi ia rasa mendorong Cinta agak kuat tadi.
" Iya Aku minta maaf, habisnya kamu terlalu dekat. Aku tidak terbiasa " sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
__ADS_1
Cinta masih merasa kesal tapi ya sudahlah
" Iya dech "
" Sesuai keinginan kamu tadi, disini bisa ngelakuin itu semua. Nanti aku pesenkan makanan. Kamu bisa gunakan ruangan di samping itu. Disana ada kamar mandi dan tempat tidur. Untuk baju kamu bisa pakai kemeja aku sama celana panjang,untuk hijab aku gak ada" terang Arka panjang lebar sambil menunjuk ruangan privat milik nya.
" Wow, hebat banget ruangan Om, gak nyangka " sambil mengaga lebar karena takjub
" Udah tutup mulut kamu nanti lalat masuk, ya udah kamu mau makan apa biar aku pesenin" Arka meraih ponselnya dan membuka aplikasi G-food .
" Kfc aja ya om yang paket jumbo " ucap Cinta nyengir.
Arka pun langsung memesan dua porsi Kfc jumbo untuk dirinya dan Cinta. Sekitar dua puluh menit pesanan merekapun akhirnya datang. Cinta sudah selesai mandi dan memakai kemeja serta celana panjang milik Arka yang begitu kebesaran. Untuk hijabnya Cinta memakai hijab yang ia kenakan tadi. Arka melihatnya tersenyum simpul supaya Cinta tidak melihat.
" Haha.. dirinya sekarang terlihat seperti kepompong yang terbalut " tawa Arka dalam hati.
*****
Cinta sudah berniat untuk tidur. Ia tidur dibawah seperti biasa. Hp nya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.
@fatih
Cinta, bisakah besok kita bertemu di taman bahagia seperti biasa. Aku sudah kembali. Aku sangat merindukanmu,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Besok jam dua siang. Aku tunggu.
__ADS_1
Cinta begitu terkejut sekaligus bahagia karena akan bertemu dengan Fatih. Hatinya agak cemas tapi ia tidak ambil pusing. Tanpa Cinta sadari Arka memperhatikan gerak-geriknya dari tadi.
" Kenapa dia seperti orang yang menyembunyikan sesuatu ya. Aku akan mencari tahunya sendiri " batin Arka langsung memejamkan matanya.
*****
Sesuai janji Cinta sudah berada di taman sebelum pukul dua siang. Cinta menunggu kedatangan Fatih dengan perasaan berdebar. Sebenarnya apa yang akan di katakan Fatih nanti kepadanya? Cinta terus menerka-nerka.
" Cinta " panggil seseorang diseberang sana dengan wajah ceria dan melambaikan tangannya
" Fatih " ucap Cinta senang dan balas melambai kepada Fatih. Tanpa Cinta sadari air matanya lolos begitu saja. Cinta benar-benar merindukan sosok itu. Sosok yang dahulu selalu mengisi hari-harinya dengan penuh warna.
" Kamu sudah lama nunggunya, Maaf ya aku agak telat " Fatih menatap Cinta dengan senyuman terbaik yang ia miliki
" Gak kok, aku baru aja sampai. Habis pulang sekolah aku langsung kesini "
Mereka akhirnya duduk dibangku taman.
" Oh.... kamu apa kabar Cinta? Bagaimana sekolahnya?" tanya Fatih dengan lembut
" Alhamdulillah aku baik, dan sekitar dua bulan lagi aku lulus " ucap Cinta malu-malu
" Oh baguslah. Cie... yang udah mau lulus. Udah bisa dong jadi calon istri?" ucap Fatih sambil menggoda Cinta
__ADS_1
" Ish apaan sich. Gak lucu tau " sambil mengerucutkan bibirnya pura-pura merajuk
Fatih melihatnya tertawa. Tidak ada yang berubah dari sosok Cinta selama ini. Ia tetap seorang Cinta yang Fatih kenal dan cintai.