
" Assalamu alaikum " ucap Fatih memasuki rumah orangtuanya. Fatih adalah anak tertua dikeluarganya. Fatih memiliki seorang adik yang bernama lia yang sekarang menjadi sekretaris di perusahaan CORP'S GRUP. Ayahnya sudah meninggal, sekarang ia hanya mempunyai seorang ibu dan adik perempuan satu-satunya.
" Waalaikumussalam " sambut seorang ibu paruh baya yang masih sangat cantik.
" Tumben pulangnya cepat Nak? "
" Iya Ma, Fatih udah selesai tugasnya dan hari ini tidak ada jadwal operasi darurat "
" Ya udah kamu mandi dulu. Biar Mama siapin makanan ya "
Fatih melangkah pergi kekamarnya. Fatih sangat bersyukur memiliki ibu hebat seperti Mamanya. Ibunya Fatih bernama Hera. Hera adalah sosok ibu yang begitu pengertian dan sayang kepada kedua anaknya. Ia juga mempunyai usaha butik yang dibilang cukup maju. Setelah suaminya meninggal, perusahaan mereka bangkrut karena Ia yang tidak ahli dan perusahaan almarhum suaminya diboikot oleh mantan suaminya. Mantan suaminya mengaku sakit hati karena Hera tega meninggalkannya dan anak mereka. Yang lebih parahnya lagi almarhum suaminya adalah sahabat baik dari mantan suaminya. Mantan suaminya adalah orang miskin karena itu Hera meninggalkannya.
Hera sudah menyiapkan makanan untuk anaknya Fatih. Lia belum pulang dari kantornya. Fatih sudah duduk manis di meja makan.
" Makan yang banyak ya Nak " memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk.
" Makasih Ma. " tersenyum tulus.
" Ma, kelihatannya mama kurusan banget lo. Muka mama juga pucet " ucap Fatih terlihat khawatir.
" Iyanya. Mama gak sadar lo. Mungkin mama kecapean aja Nak. Mama baik-baik aja kok "
" Mama jangan capek-capek. Mama istirahat aja dirumah "
" Kalau Mama dirumah terus, nanti yang ngurusin butik siapa?. Kalian kan sudah pada kerja semua. Udah mama gak papa kok. Jangan khawatir ya " Hera mencoba meyakinkan anaknya ini
" Ya udah dech. Kalau ada apa-apa bilang sama Fatih sama Lia ya ma "
__ADS_1
" Iya sayang. Oh ya kamu kan udah umur 25 nih. Kamu belum ada niat mau nikah gitu?. Mama pengen gendong cucu lo "
tanya Hera
" Fatih usahakan secepatnya ya Ma. Cinta masih sekolah. Nanti kalau dia udah lulus? " jawab Fatih santai
" Oh ternyata kamu masih berhubungan sama Cinta ya. Mama seneng banget. Mama rasa Cinta adalah anak yang baik "
*****
Hera sedang berada didalam kamarnya. Ia membuka laci dan mengambil sebuah foto balita dan anak remaja.
" Apa kabarmu Nak? Ibu harap kau baik-baik saja. Maafkan ibu nak. Ibu sungguh merindukanmu " Hera menangis menatap foto putranya. Terlihat matanya menyimpan kerinduan yang begitu mendalam.
" Apa kamu sekarang sudah menikah Nak?. Ibu harap kamu mau memaafkan ibumu ini "Hera memeluk erat Foto tersebut sesekali mencium dan membelai Foto itu.
" Sebenarnya siapa anak yang ada didalam foto itu? Kenapa Mama sangat sedih? " batin Fatih yang terus memperhatikan Mamanya
*****
Cinta menghela nafas kasar. Ia sangat bosan menunggu Alya yang tak kunjung datang.
" Kenapa sich anak itu. Lama banget, paling dia ketiduran. Huh memang dasar anak itu situkang tidur "
Cinta melihat baby Aka yang sedang mencoret-coret buku gambar. Cinta memperhatikan baby Aka tidak asal mencoret sepertinya anaknya itu menggambar sesuatu.
" Kamu menggambar apa nak? " Cinta penasaran dan langsung melihat hasil gambaran baby Aka.
__ADS_1
Cinta tertawa sekaligus terharu melihat hasil gambaran anaknya itu. Tampak gambar orangtua dan anak.
Anaknya itu sangat berbakat padahal usianya masih berumur kurang dari tiga tahun. Cinta menepuk jidatnya tanda melupakan sesuatu.
Cinta lupa membuat Akta kelahiran Baby Aka bahkan ia tidak tahu berapa tanggal lahir anaknya itu. Cinta yang masih kepikiran dikejutkan dengan Alya yang datang tiba-tiba dengan suara cemprengnya. Pintu memang sengaja tidak Cinta kunci karena tahu sahabatnya itu akan datang lagi hari ini.
" Assalamu alaikum anak bunda " Alya langsung mencium baby Aka gemas. Baby Aka hanya tersenyum dan membalas mencium Alya.
" Kebiasaan kalau datang pasti ngagetin. Udah gitu lama lagi " dumel Cinta sebal
" Bun, ihat ambar aka " Baby Aka berusaha menunjukkan gambar yang ia buat kepada Alya
" Duh anak bunda pinter banget sich "
Mereka memutuskan untuk pergi ketaman belakang yang jarang sekali dipakai. Padahal udaranya sangat segar disana.
Cinta menyiapkan cemilan yang dibawakan oleh Alya.
" Cin, aku tadi ketemu sama cowok kaya oppa-oppa lo " Alya dengan antusias dan tersenyum menatap kearah Cinta
" Kenapa, kan semua cowok yang kamu jumpai pasti kamu bilang kayak oppa-oppa " jawab Cinta malas sambil terus menyuapi bubur kebaby Aka
" Ih ini beneran lo, kan gini aku tadi kesupermarket eh taunya aku nabrak cowok itu "
" Kamu mah memang selalu ceroboh "
Alya melirik Cinta sebal. Ia akui dirinya memang ceroboh,heboh,lelet bahkan tukang tidur. Tapi dirinya cantik,baik,dan pekerja keras. Alya bangga akan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Iya-iya udah jangan monyong gitu mulutnya. Coba cerita " Alya tersenyum mendengar perkataan Cinta dan ia menceritakan semuanya. Mereka berdua memang selalu terbuka satu sama lain tidak pernah menyembunyikan rahasia sedikitpun.