
Hari menjelang sore. Cinta sudah siap memandikan dan menyiapi baby Aka yang terlihat begitu tampan.
" Anak Mama tampan banget " Cinta menyelesaikan acara menyisir rambut baby Aka.
Terlihat Arka sudah pulang berjalan mendekat kearah mereka. Walaupun Cinta masih kesal dengan Arka ia tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Diraihnya jas dan tas kerja Arka.
" Anak Papa ganteng banget " mencium gemas baby Arka yang terus tertawa.
" Kalau mau mandi, biar aku siapin airnya dulu " hendak melangkah menuju kamar tapi Arka menahannya. Arka memegang tangan Cinta dan tersenyum lembut.
" Maaf untuk yang kemarin " Ucap Arka kikuk. Seumur hidupnya ia tidak pernah meminta maaf kepada orang lain sama sekali. Entah kenapa ini tidak berlaku untuk Cinta.
Cinta juga kaget karena Arka meminta maaf padanya. Ada kebahagiaan kecil yang Cinta rasakan. Ia kemudian membalas senyum Arka. Toh ia juga sudah melupakan semuanya. Kesalahan Arka juga karena dirinya yang kurang perhatian.
" Iya. Aku udah maafin kok. Kamu mandi dulu sana. Setelah itu kita makan bersama. Aku mau buatin susu baby Aka dulu "
Mendengarnya Arka bisa bernafas lega. Ternyata meminta maaf bukanlah sesuatu yang merepotkan.
*****
Terlihat Cinta yang masih asyik bermain dengan baby Aka padahal hari sudah semakin larut. Arka menghampiri mereka berdua.
" Kalian kok belum tidur ini kan sudah jam sembilan malam. Apa kalian gak capek main terus? " tanya Arka yang membawa cemilan dan segelas lemon tea hangat.
" Iya. Tapi baby Aka dari tadi belum mau tidur. Aku juga udah usaha bujuk. " jawab Cinta yang memandang kearah gelas lemon tea Arka. Arka meminum lemon teanya dan sesekali memakan cemilan buatan Cinta. Arka yang sadar diperhatikan pun balik memandang Cinta.
__ADS_1
" Kamu mau? " menyodorkan cemilan ke Cinta. Cinta menggeleng, ia tidak ingin makan,tapi ingin minum lemon tea milik Arka. Sebenarnya dia bisa membuatnya sendiri tapi entah kenapa lemon tea milik Arka terlihat sangat nikmat.
Arka yang peka pun langsung memberikan lemon tea miliknya ke Cinta.
" Kamu haus kan? Ya udah minum ini walaupun sisa aku , tapi lumayan kan? "
Cinta dengan malu-malu mengambil lemon tea milik Arka.
" Terimakasih "
Arka mendekati baby Aka yang sibuk dengan mainannya. Arka duduk ditengah-tengah.
" Sayang, kita tidur yuk. Ini udah malam "
Arka pun mengalah dan ikut bermain bersama mereka. Terdengar gelak tawa dari bibir mereka bertiga. Baby Arka yang dengan semangat memainkan motor-motoran nya dengan suara yang begitu imut. Setelah sekitar setengah jam, mereka berhenti bermain.
" Pa, Ma. Aka boleh intak cecuatu? " Cinta dan Arka saling pandang, kira-kira apa yang akan diminta anaknya nanti.
" Boleh dong sayang, apa sich yang gak buat anak Mama ini. " ucap Cinta
" Iya, apapun yang Aka minta ,kami pasti kabulin " ucap Arka. Baby Aka terlihat gembira sekali sambil bertepuk tangan.
" Aka au dedek bayi uat adi temen Aka nanti " Baby Aka berkata dengan polosnya. Arka dan Cinta terkejut. Permintaan macam apa ini? batin mereka berdua. Mereka bingung dari mana anaknya tahu tentang dedek bayi.
Dengan gugup dan pipi yang merona Cinta memebelai rambut baby Aka.
__ADS_1
" Aka sayang, Aka tau dari mana tentang dedek bayi? " tanya Cinta penasaran
" Ari unda Ma. " jujur baby Aka
Cinta menggeram kesal. Bisa-bisanya sahabatnya itu meracuni pikiran suci anaknya. " Awas aja kamu Alya " batin Cinta.
" Aka sayang dengerin mama ya. Mama sama Papa gak bisa kasi dedek bayi sekarang. Nanti kalau baby Aka udah besar baru mama sama papa kasi dedek bayi untuk Aka. Kalau sekarang belum bisa. Aka kan masih kecil belum bisa jagain dedek bayi "
" Oh, adi kalau Aka acih ecil gak boyeh punya dedek bayi ya mah. "
Cinta mengangguk. " Iya sayang, nanti kalau baby Aka sudah besar ya, udah bisa jagain dedek bayi. " Cinta tersenyum kikuk kepada anaknya. Baby Aka tersenyum dan mengangguk. Cinta bernafas lega setidaknya baby Aka sudah mau mengerti sekarang. Permintaan konyol baby Aka sampai kapanpun tidak akan terwujud pikirnya. Ia dan Arka tidak saling mencintai bagaimana bisa punya anak? Pernikahan ini hanyalah sebuah status belaka.
Arka dari tadi hanya terdiam dan menyaksikan saja. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia juga ingin mempunyai anak kandung sendiri. Ini bukan berarti dirinya tidak menyayangi baby Aka malah Arka sangat menyayanginya seperti anak kandung sendiri. Tapi ia juga ingin anak yang lahir dari benihnya sendiri.
Selama beberapa hari ini, Arka merasa jantungnya berdebar jika berada didekat Cinta. Dan setelah berbicara serius dengan Rangga kemarin, Arka yakin dirinya sekarang mencintai Cinta. Arka tahu Cinta tidak mencintainya sama sekali. Tapi ucapan Rangga masih tergiang dikepalanya .
" Baiklah, mulai sekarang aku akan membuatmu jatuh Cinta kepadaku " batin Arka.
Baby Aka sudah tertidur pulas. Sejak adanya baby Aka, Arka dan Cinta tidur satu ranjang dengan posisi baby Aka ditengah. Mereka hanya ingin membuat baby Aka nyaman. Suasana canggung diantara mereka berdua apalagi karena permintaan baby Aka tadi yang membuat Cinta sangat malu.
" Besok, kamu urus akta kelahiran baby Aka ya " ucap Cinta ragu-ragu.
" Tidak usah, Aku sudah menyiapkan semuanya. Kamu tenang saja. Dan untuk status baby Aka aku membuatnya anak kandung. Aku tidak mau ada orang yang tahu status baby Aka dan baby Aka juga tidak boleh tahu sampai kapanpun. "
" Kamu sebaiknya tidur. Ini sudah larut " ucap Arka lagi kemudian memejamkan matanya.
__ADS_1