
Hari yang begitu melelahkan untuk Cinta. Bagaimana tidak lelah jika ia harus membersihkan seluruh ruangan sekolah karena lupa membawa buku tugas Matematika. Tentu saja Pak Baharuddin selaku guru Matematika sangat murka. Pak Baharuddin memang guru yang paling killer disekolah .
" Duh kenapa sich buku itu pake acara ketinggalan dirumah Bunda, Gara-gara Om ngeselin itu aku semalam jadi buru-buru. Huh capek banget " sambil menyeka keringat yang bercucuran
Dilirik nya jam menunjukkan pukul dua siang. Cinta sudah berganti pakaian rumahan. Ia memutuskan untuk kedapur karena lapar. Betapa terkejut nya Cinta, makanan tadi pagi dan piring masih bertengger dimeja. Wajah nya begitu kesal padahal ia sangat lelah. Memang ketika tiba tadi Cinta langsung menuju kekamar tanpa memperhatikan sekitar.
" Huh, ya ampun berantakan banget. Apa Om itu gak bisa nyewa pekerja apa? Rumah nya aja terlihat tidak terurus begini. Percuma kaya tapi pelit! " Umpat Cinta begitu menggebu-gebu.
Dengan perasaan dongkol Cinta merapikan dan membersihkan rumah tak lupa membuat cemilan. Sekitar tiga jam lama nya akhir nya Cinta selesai dengan semua pekerjaan nya.
" Huh akhir nya selesai juga. Kan gini enak lihat nya " ucap Cinta puas dengan hasil kerja nya. Cinta menonton drama korea favorit nya sambil memakan cemilan kentang yang ia buat tadi.
*****
__ADS_1
Disatu sisi tampak seorang pemuda tampan yang sedang memandangi foto orang yang ia cintai. Dengan senyum merekah dan tatapan penuh kerinduan.

" Apa kabar kamu Cinta, Aku sangat merindukanmu. Apakah kau juga merindukanku?"
Pemuda itu terus saja memandangi figura cantik itu. Ya dia adalah Fatih Yusuf yang telah kembali ke Indonesia. Selama lima tahun Fatih menempuh pendidikan dokter nya di Inggris dengan beasiswa. Sebenar nya ia tidak ingin berangkat waktu itu tapi karena Cinta ia pun pergi. Ada perasaan tidak rela meningalkan Cinta tapi gadis itu terus meyakinkan nya dan berjanji untuk menunggu diri nya.
Sekarang Fatih sangat bahagia. Akhirnya ia kembali dengan meraih gelar sebagai lulusan dokter terbaik. Mulai lusa ia akan bekerja dirumah sakit ternama di Jakarta. Fatih bahkan sudah membeli sebuah cincin berniat untuk melamar Cinta.
*****
Arka sudah tiba dirumah nya ketika malam hari. Arka sangat lelah dengan semua pekerjaan kantor yang begitu banyak ditambah Ayah nya datang mengacau dan mengganggu diri nya. Arka tahu ayah nya itu khawatir dengan diri nya apalagi diusianya sekarang yang sudah tidak muda lagi. Ia belum mempunyai keturunan ditambah usia ayah nya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ayah nya memang sangat mengharapkan kehadiran Cucu untuk generasi penerus apalagi Arka adalah anak tunggal.
__ADS_1
Memikirkan nya saja membuat Arka sangat pusing ditambah wanita yang dinikahi nya masih bocah. Tidak mungkin Cinta mau hamil diusia nya. Apalagi Arka tidak mencintai Cinta begitu pula sebalik nya. Itu pasti akan sulit untuk mempunyai anak.
Arka tercengang dengan keadaan rumah nya yang begitu bersih dan rapi.
" Astaga, kenapa rumah ini berubah, sangat rapi dan bersih. Apa jangan-jangan Cinta... " belum selesai Arka berkata ia disuguhkan dengan pemandangan seorang gadis kecil yang notabe nya adalah istrinya sendiri sedang meringkuk di Sofa dengan keadaan hijab yang berantakan, wajah yang belepotan makanan, dan tak lupa air liur yang mengalir dari sudut bibir nya bahkan dengan posisi tidur yang mengerikan.
Arka yang melihat nya jijik sekaligus geli. Cinta terlihat berantakan. Timbul senyum dibibir Arka . Entah kenapa ia merasa terhibur dengan pemandangan yang ada dihadapan nya.
" Dasar bocah, apa dia begitu lelah sampai segitu nya tidur " Arka merapikan dan membersihkan semua sisa makanan. setelah selesai Arka langsung mengangkat tubuh Cinta ala bridal style menuju kamar nya.
Sesudah sampai dikamar, Arka dengan hati-hati membaringkan Cinta agar gadis itu tidak terbangun. Wajah Cinta begitu belepotan, Arka yang melihat nya agak risih tapi ia tidak tega membangunkan Cinta. Entah keberanian darimana Arka perlahan membersihkan wajah cinta dengan handuk basah.
"Ternyata jika dalam keadaan tidur begini, dia terlihat sangat cantik dan menggemaskan" Tanpa sadar Arka berujar pelan
__ADS_1
"Aduh ada apa denganku. Tidak,tidak mungkin aku terpesona dengan bocah ini. Mungkin hanya lelah makanya ngelantur " Arka berujar sambil menggeleng-gelengkan kepala dan meyakinkan diri nya sendiri.
Arka sudah sangat lelah, setelah selesai Mandi ia berniat hendak tidur tapi perut nya sangat lapar. Arka memutuskan pergi kedapur. Ternyata banyak makanan yang ada disana tidak sia-sia ia kedapur pikir nya. Arka seperti orang yang tidak makan dua hari, Ia sangat lahap memakan makanan nya dengan porsi yang sangat banyak untuk ukuran satu orang.