SEBUAH PERJODOHAN

SEBUAH PERJODOHAN
Ketidaktahuan Sang Resepsionis


__ADS_3

Setelah sampai dirumah, Arka dan Cinta langsung duduk di sofa. Mereka begitu lelah, tapi semua rasanya hilang ketika melihat Baby Aka tertawa dengan senangnya.


" Mama, Aka haus "


" Oh bentar ya Nak, Mama buatin susu dulu " Cinta pergi menuju dapur. Sekarang hanya tinggal Arka dan baby Aka.


" Nak, sini papa peluk " mendekat dan meraih baby Aka


" Gak mau, papa bau " rengek baby Aka yang berusaha menjauh dari Arka


" Ish, kamu ya. Papa bau gini kan karena nemenin kamu " sambil mengerutkan bibirnya. Sedangkan baby Aka hanya tertawa cekikikan.


Cinta memperhatikan mereka dari kejauhan. Dia berdecak sebal melihat tingkah Arka yang berusaha meraih baby Aka yang selalu saja menghindar.


" Sini sayang sama Mama minum susu " cinta mendekati baby Aka dan menggendongnya


" Kamu mending mandi dech, lihat tuh kamu berkeringat udah gitu bau lagi " ucap Cinta melihat Arka dengan tatapan mengejek.


Arka yang dikatai seperti itu sangat kesal. Dia begini karena harus berlari-lari tadi mengejar tukang es cream yang menjauh. Jika tadi dia tidak mengejar tukang es creamnya pasti baby Aka terus menangis. Dengan langkah kesal dia pergi kekamar mandi.


Cinta cekikikan melihat tingkah laku Arka yang masih kekanakan, padahal kan usianya sudah tua.


" Huh, dasar udah tua tapi kelakuannya kayak bocah " batin cinta.


*****

__ADS_1


Cinta sedang berada di ruang kelasnya. Suasana kelas masih terlihat sangat sepi mengingat Cinta yang pergi pagi-pagi sekali. Ia diantarkan oleh Arka yang kebetulan ada rapat mendadak jadi berangakat lebih awal. Sedangkan baby Aka ikut dengan Arka kekantor. Dengan cekatan cinta menyiapakan sarapan, bekal, dan perlengkapan baby Aka. Cinta geli sendiri membayangkan dirinya yang sudah persis seperti ibu dan istri sungguhan.


" Hay Cin. Tumben pagi amat datangnya " ucap Alya yang datang tiba-tiba membuat Cinta kaget. Cinta sangat kesal dengan sikap seenak jidat sahabatnya itu.


" Eh bisa gak kamu kalau datang ucapin salam gitu kek. Aku terkejut banget tau " ucap Cinta menyentil dahi Alya karena geram.


" Au, sakit tau Cin. " mengelus-ngelus dahinya yang sedikit sakit akibat sentilan yang Cinta buat.


" Abisnya kamu sich, kamu tahukan aku orangnya kejutan. Dada aku sampai sakit nich " Cinta tidak merasa bersalah sama sekali.


" Iya maaf. Aku khilaf " Alya menunjukkan muka sedih dan imutnya


" Ish, udah dech. Mukanya tolong dikondisikan. Mual nich aku ngeliatnya " ucap Cinta dengan wajah sok jijiknya


Alya hanya mencebik kesal tapi kemudian tersenyum. Guru kelas sudah datang dan murid-murid pun mengikuti pelajaran.


*****


" Kamu udah selesai Ka. Gimana meetingnya lancar kan? " tanya Rangga yang dengan hati-hati menepuk-nepuk pelan baby Aka.


" Lancar kok, thanks ya udah mau jagain anak aku " Arka mencium kening baby Aka dengan sayang.


" Gak papa kok. Aku malah seneng, lagian baby Aka lucu banget "


" Ya udah kamu balik aja keruangan Ga, aku yang akan jagain baby Aka sampai Cinta nanti kemari "

__ADS_1


Rangga menggangguk dan pergi. Sedangkan Arka ikut tertidur disamping baby Aka. Terukir senyum di wajah tampan Arka.


" Mungkin gini ya rasanya punya anak, ada rasa senang tersendiri melihat wajah anak kita " batin Arka


Cinta sudah sampai dikantor Arka dengan dijemput oleh supir kantor. Cinta sudah mengganti pakaiannya supaya karyawan kantor tidak tahu kalau dia masih sekolah. Karyawan dikantor sudah tahu kalau Arka sudah menikah dan punya anak.Cinta dan Arka membuat perjanjian dimana Cinta akan selalu datang kekantornya dan mengakui statusnya sebagai istri. Arka tidak mau dituduh aneh-aneh dengan membawa balita kekantornya. Cinta juga disuruh Arka untuk tidak datang dengan seragam sekolah. Untung saja waktu pertama kali Cinta menutup wajahnya dengan masker jadi ia tidak dikenali.


Cinta berjalan kearah seorang wanita cantik yang ia yakini sebagai resepsionis.


" Permisi, ada yang bisa saya bantu mbak " ucap wanita cantik itu dengan tersenyum ramah


" Gini mbak, saya ingin bertemu dengan pak Arka "


" Mbak sudah buat janji dengan pak Arka? " tanya wanita itu lagi


" Sudah mbak. Saya istrinya " ucap Cinta tersenyum lembut.


Wanita itu terkejut dan tak percaya pasalnya cinta terlalu muda jika dikategorikan sebagai seorang istri apalagi yang wanita itu tahu pak Arka sudah memiliki anak yang sudah cukup besar.


" Mbak, saya mohon jangan bercanda " ucap wanita itu memohon


" Saya tidak bercanda mbak. Kalau mbak gak percaya mbak bisa langsung telepon pak Arka. Bilang saya Cinta istrinya " dengan nada santai


Akhirnya wanita itu menelepon pak Rangga. Rangga membenarkan jika wanita muda itu memang benar istri Arka.


Dengan masih syok dan terkejut wanita itu mempersilahkan Cinta dengan sangat sopan dan berulang kali minta maaf karena telah lancang. Cinta hanya tersenyum dan mengatakan tidak masalah.

__ADS_1


" Huh, hampir saja. Bisa gila aku kalau sampai dipecat karena kurang ajar sama istri Pak Bos. Tapi syukurlah istrinya begitu baik dan lembut. Pak bos sungguh beruntung memiliki istri yang muda dan sangat cantik ditambah anak yang sangat ganteng dan imut . Aku hampir mencubit pipi nya tadi " ucap wanita itu pelan dan gemas membayangkan wajah baby Aka yang ditemuinya tadi


__ADS_2