
Cinta sudah berada di rumah baru nya. Sebuah rumah yang tidak terlalu luas tetapi sangat mewah. Cinta mengamati sekeliling dengan sesekali mengernyit bingung.
" Kenapa rumah semewah ini terlihat sangat suram. Nampak tidak hidup? " batin Cinta dalam hati. Rumah baru nya itu hanya didominasi warna hitam dan coklat.
Arka memperhatikan wanita disamping nya yang sekarang sudah menjadi istri sah nya. Arka tidak perduli dan jalan lebih dahulu tanpa membantu Cinta sama sekali. Padahal Cinta terlihat sangat kerepotan membawa gaun nya.
" Tuan, saya harus tidur dimana? " melirik arka yang sudah menaiki tangga
" Kamu tidur dengan ku saja dikamar atas " ucap Arka berhenti sejenak
" Tapi tuan "
" Kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan berbuat macam-macam dengan mu. Hanya saja kita harus tidur dalam kamar yang sama. Aku tidak mau Ayah ku akan curiga nantinya. Lagian aku tidak akan bernafsu dengan bocah kecil seperti kamu " Ucap Arka dingin
" Dasar kulkas. Siapa juga yang mau sama Om-om kayak dia. Gak kebayang dalam hidup ku Om-om itu suami ku, Mimpi apa aku semalam? " Ucap Cinta lirih sambil memukul kepala nya
Cinta sudah tiba dikamar nya. Terlihat arka sudah hendak tidur sedangkan ia masih mematung dan belum berganti pakaian sama sekali.
" Kamu tidur dibawah, disitu ada selimut sama bantal. Jangan manja, Aku tidak bisa berbagi tempat dengan orang Asing "
" Baik tuan. Lagian saya juga sudah biasa tidur dibawah " Ucap Cinta dengan nada kesal nya.
__ADS_1
" Idih siapa juga yang mau tidur seranjang sama dia, Aku kalau gak inget dia itu suamiku udah ku pukuli dari tadi. Udah Om-om pun kelakuan nya kayak bocah " Batin Cinta memperhatikan Arka yang tertidur
Cinta akhir nya pergi kekamar mandi untuk berganti baju, karena tidak memungkinkan bagi nya berganti didalam kamar nya.
*****
Cinta sudah berada dikelas bersama sahabat nya Alya. Alya adalah sahabat Cinta satu-satu nya yang sudah mengetahui perihal pernikahan nya. Sahabat yang sudah menemaninya sejak Sekolah Dasar sampai sekarang.
" Eh, gimana rasanya jadi istri? Pasti enak ya? " bisik Alya ditelinga Cinta
" Enak apa nya, aku nikah sama Om-Om lho, udah gitu galak dan dingin banget " ucap Cinta pelan supaya tidak ada yang mendengar percakapan mereka
" Iya sich, tapi yang aku lihat kemarin Suami mu walau Om-Om tapi ganteng banget lo rasa Oppa-Oppa " Alya terkikik geli melihat wajah sebal Cinta
" Eh sekarang dia udah laku lah. Lah kamu kan udah nikah sama dia Cinta " Ucap Alya menimpali perkataan Cinta. Sedang Cinta makin memasang wajah sebal kepada sahabat nya itu. Bukan nya merasa prihatin tapi Alya malah meledek-ledek nya. Tapi Cinta tahu Alya melakukan itu supaya diri nya tidak sedih lagi.
*****
Arka menatap meja makan yang sudah penuh dengan makanan. Dia membaca note yang dibuat Cinta. Arka merasa agak tersentuh dengan perlakuan Istri kecil nya itu. Padahal semalam Arka sudah sangat dingin tapi Cinta malah memasakkan sarapan dan bekal.
" Emmmh, rasa nya enak. Tidak buruk,ternyata dia berguna juga sebagai istri " Arka terus mengunyah makanan nya sampai habis. Kemudian meneguk segelas susu yang sudah tersaji.
__ADS_1
Arka sudah menyelasaikan makanan nya dan hendak menuju kekantor. Tak lupa Arka membawa bekal yang sudah disiapkan oleh Cinta. Selama ini Arka tidak pernah makan masakan rumah, bahkan ia sangat jarang untuk sarapan. Jangan kan sarapan, makan saja Arka tidak teratur. Arka tidak memperkerjakan seorang pun dirumah. Untuk urusan bersih-bersih ia akan melakukan nya sendiri ketika akhir pekan dan hari libur. Bukan Arka tidak sanggup menggaji orang tetapi ia tidak suka orang lain masuk dalam kehidupan nya. Arka lebih suka tinggal seorang diri. Padahal Ayah Arka sudah menentang mati-matian anak nya pergi meninggalkan rumah. Tapi bukanlah seorang Arka nama nya jika ia tidak keras kepala.
Tidak butuh waktu lama Arka sudah tiba dikantor nya. Jarak kantor dengan rumah nya hanya sekitar dua puluh menit. Semua karyawan tunduk hormat ketika Arka memasuki kantor. Wajah nya sangat dingin dan tidak pernah tersenyum kepada siapapun. Bahkan kepada ayah nya sendiri. Walau sebenar nya Arka sangat menyayangi ayah nya tapi masa lalu yang membuat diri nya seperti itu.
Baru saja Arka memasuki ruangan nya, Ia dikejutkan dengan kehadiran sang Ayah yang duduk santai didalam ruangan nya.
" Kenapa Ayah kemari? Aku sedang sibuk tidak ingin diganggu " ucap Arka sambil duduk dan meletakkan tas nya.
" Dasar anak kurang ajar, Apa salah seorang ayah mengunjungi anak nya sendiri? "
" Ayah tidak salah tapi datang diwaktu yang tidak tepat. Biasa nya Ayah yang akan memintaku mengunjungi Ayah dengan alasan penyakit ayah kambuh? Kenapa sekarang berbeda. Aku merasa ada yang tidak beres "
" Oh Ayolah anakku, Ayah mu ini sangat merindukan mu. "
" Semalam kita baru bertemu. Katakan apa keinginan ayah, banyak yang harus aku urus hari ini " dengan nada tak sabaran
" Cih, Dasar kau. Ayah kesini hanya ingin memberi kan tiket bulan madu keBali. Ayah sudah tidak sabar ingin menimang seorang cucu " sambil memberikan dua tiket dengan wajah berbinar
" Tidak bisa Ayah. Aku sangat sibuk,tidak ada waktu. Lagian Cinta juga masih sekolah tidak mungkin aku menghamili nya sekarang " Ucap Arka acuh
" Luangkan lah waktu mu Nak, Cinta juga beberapa bulan lagi akan lulus. Itu pasti tidak akan masalah. Kau mau melihat Ayah mu ini mati dengan cepat? Hiks...Hiks " berpura-pura sedih dan menangis
__ADS_1
Arka muak selalu diancam Ayahnya. Tapi semua perkataan ayah nya tidak bisa Arka bantah sama sekali. Karena Ayah nya itu pasti berbuat nekat.
" Baiklah jika itu keinginan Ayah " Ucap Arka pasrah