SEBUAH PERJODOHAN

SEBUAH PERJODOHAN
A28. Cemburu


__ADS_3

Pukul 12.30 siang Velda telah berada di salah satu mall kota metropolitan ini. Dia tengah duduk sendirian di salah satu tempat makan yaitu KFC. Bunyian dari HP nya bergetar ada pesan masuk dilayar alat elektronik canggih itu.


Arka


Kamu sedang marah?


Velda mengabaikan pesan itu dari lelaki menyebalkan. Dia lebih menunggu balasan dari sahabatnya yaitu Nando. Sebelum dia berada di sini, dia lebih dulu memberitahu kepada Nando bahwa dia akan mencari makanan sendiri di mall ini. Tapi karena Nando khawatir bukan hanya pertama kali, lelaki playboy cap gayung super itu memang sangat mencemaskan wanita manis berjaket baseball biru putih dan topi tidak pernah lepas di kepalanya.


Disisi lain Arka merasa gelisah tidak ada balasan dari wanita cantik manis itu. Arka dan Velda terpisah jarak, gara-gara tiket pemberian dari calon jodohnya itu. Dia harus jarak jauh dengannya tepat pula kekasihnya datang ke kantor.


Setengah jam lagi film akan dimulai, bukannya tiket itu adalah pemberian dari orang tua calon jodohnya, karena dari isi tas itu ada sepotong baju kemeja untuknya dan pastinya bukan kebetulan saja.


"Sayang, aku ke toilet dulu, ya!" ucap Arka berpamitan kepada Mawar.


"Tapi, filmnya sebentar lagi akan dimulai," cicit Mawar menatap kekasihnya.


"Iya, sebentar saja," senyum Arka mengusap rambut kekasihnya. Mawar pun mengizinkan dan kembali sibuk dengan gadgetnya.


Arka pun keluar dari tempat bioskop itu, dia bukan menuju ke toilet melainkan mencari keberadaan Velda. Beberapa menit kemudian Arka menemukan sosok calon jodohnya itu sedang menikmati sajian makanan di tempat KFC.


Arka akan menghampiri wanita itu tapi dia berhenti ditempat, seseorang membawa nampan makanan menghampiri meja calon jodohnya. Bukan itu saja yang Arka lihat sikap wanita itu tersenyum dan sangat akrab dengan lelaki duduk berhadapan dengannya.


Arka masih berdiri di depan pintu masuk itu memperhatikan dua pasangan sedang bercengkerama dan dia sangat penasaran lelaki yang selalu bersama calon jodohnya. Sesuatu yang membuat dia tidak bisa terima jika wanita itu lebih memilih lelaki itu. Atau Arka berpikir apa ini permainan wanita itu untuk mencoba dia cemburu bahwa dia sudah memiliki kekasih.


"Tidak mungkin itu pacarnya, bisa saja dia...." Kata-katanya terhenti dan getaran HP nya berdering di dalam saku celananya.


Mawar menelepon, dan film telah dimulai. Wanita cantik itu masih di tempat menunggu, mencari keberadaan kekasihnya. Arka terpaksa kembali ke tempat bioskop dan mengurungkan untuk menemui calon jodohnya.


Sementara Velda yang sedang menyantap makanan di depan dia merasa seseorang memperhatikan dirinya dari jauh. Dia pun menoreh arah pintu masuk itu tapi tidak ada siapa pun. Mungkin itu perasaannya saja, mana mungkin lelaki menyebalkan itu akan menemuinya. Bukannya dia juga tidak tertarik dengan perjodohan dari orang tuanya.


"Ada apa? Ada seseorang mencarimu?" Nando bertanya dan ikut menoreh kebelakang tidak ada siapa-siapa hanya para pengunjung keluar masuk dari tempat KFC ini.


"Tidak ada, lalu Pak Andra bertanya apa lagi?" jawab Velda dan kembali topik pembahasan soal Andra makin kepo soal hubungan dirinya dan lelaki playboy cap gayung super.


"Pokoknya mereka heboh dan tidak percaya kalau elo sama gua itu pacaran. Padahal kita cuma pacaran bohong-bohongan, gua berharapnya pacaran benaran tapi elo mah ... Apa saja deh asal elo bahagia tidak dengan wajah sedih kayak kemarin," ucap Nando masih bisa bercanda membuat kedua telinga Velda memerah.

__ADS_1


"Dasar! Memang kepribadian playboy lo itu nggak bisa dijauhkan lagi," tutur Velda melempar tulang ayam ke piring Nando.


Nando melotot atas sikap sahabatnya ini. Bagi Nando itu hal biasa tidak membuat wanita manis cantik itu bersedih karena sebuah perjodohan dari orang tuanya. Walau pun dia hanya menerima harapan palsu dari wanita di depannya. Melihat dia tersenyum dan tertawa saja Nando sudah merasa bahagia.


****


Akhirnya film yang Arka dan Mawar tonton selesai juga. Arka bebas dan dapat melihat wanita calon jodohnya. Seharusnya dia yang nonton berdua dengan Velda bukan Mawar.


Velda sedang bermain Timezone dengan Nando. Seharian ini Nando akan menemani Velda yang sendirian. Dia telah minta izin kepada Andra. Tentu Andra mengizinkan karena dia tau setelah mendengar cerita dari teman krunya, sebenarnya pun tidak diperbolehkan.


Sama saja Nando tidak ada pekerjaan hanya duduk dan memantau sekitar pekerjaan di kantor. Suasana permainan game itu membuat Velda melupakan seseorang.


Sekarang Velda dan Nando sedang beradu balapan mobil Mario, permainan itu tidak memandang umur. Velda telah tertinggal beberapa dan selalu saja mendapat hadiah menyebalkan dari sahabatnya itu.


Sedangkan Arka dan Mawar akan mencari makan mengisi perut mereka berdua. Arka dan Mawar mampir ke sebuah tempat makanan dengan dengan permainan game dimana Velda dan Nando bermain. Suara bising game itu sangat berisik tidak membuat para pengunjung yang datang terganggu.


****


Merasa puas bermain permainan Timezone, waktunya Velda dan Nando mencari makanan untuk ganjalan perutnya. Sebelum itu mereka ke toilet dulu, Velda ke toilet wanita sedangkan Nando ke toilet pria.


Velda tidak menoreh dia malah melanjutkan langkahnya menghampiri Nando. Orang yang hampir menabrak Velda itu berdiri terdiam memperhatikan perilaku wanita berpakaian baseball biru putih itu.


"Velda!"


Seseorang memanggil namanya, pastinya Velda menoleh dan tidak menunjukan ekspresi terkejut. Arka menghampiri Velda dan Nando, Nando yang asyik mengacak rambut Velda pun terhenti.


Suasana pun tegang dan waktu bagai terhenti, Arka mencoba untuk lebih dekat tapi seorang lagi malah mengganggu. Mawar baru saja selesai dari toilet melingkar tangan pria itu.


Velda menunduk kebawah tangannya digenggam oleh Nando, lelaki playboy cap gayung juga tak kalah romantis seperti kelakuan pria brengsek di depannya. Arka masih memperhatikan tangan lelaki itu memegang erat tangan wanita calon jodohnya.


"Kamu pulang bareng aku saja, ya, sayang." Senyum Nando pada Velda.


Wanita manis cantik itu juga senyum pada Nando, "hm..." sahutnya.


Mereka pun beranjak meninggalkan tempat itu tidak memedulikan Arka yang masih tertahan rasa cemburu. Mawar yang sibuk melirik lelaki yang bersama dengan wanita berpakaian baseball itu bergantian arah kekasihnya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" Mawar bertanya, soalnya Arka dari tadi diam tidak bersuara.


"Kita pulang saja, ya, sayang," jawab Arka dingin.


"Loh, tapi katanya kamu mau temani aku shopping? Kamu kenal wanita yang berpakaian baseball itu?" ucap Mawar kembali bertanya.


"Lain waktu saja kita shopping, ya," kata Arka senyum mencolek dagu kekasihnya.


Padahal Mawar berubah merengut, untuk hari ini mood Arka tidak baik setelah melihat adegan dari lelaki yang suka-suka memegang tangan calon jodohnya.


Sementara di basemen Velda masuk kedalam mobil Nando. Dia menghembuskan napasnya yang dari tadi ditahan-tahan. Nando melirik wanita manis cantik itu turut mengernyit kedua alisnya.


"Kenapa mendengus?" Nando bertanya, "pengin saja!" jawab Velda menarik sabuk pengaman nya.


Tapi sebelum menjalankan mobil keluar dari basemen, Velda dan Nando kembali menyaksikan insiden seorang wanita merengut sementara pria itu terus menghibur wanita yang tengah merajuk.


Siapa jika bukan Mawar dan Arka. Velda masih memperhatikan kemesraan dari pria itu ketika membujuk wanitanya. Bagi Velda itu sudah hal biasa tapi ada sesuatu yang sangat teringat hal-hal tidak dia sukai.


"Ndo, nanti malam bisa bawa gua kesuatu tempat nggak?" Velda bersuara dan meminta tolong pada sahabatnya.


"Kemana?" tanya Nando


"Pokoknya ada, suatu tempat yang pengin gua kunjungi. Kalau bisa, gua pengin nginap dirumah lo satu bisa nggak?" Lirik Velda dengan kedua mata sayupnya.


Nando membalas menatapnya, dia tau pasti suasana hati wanita disamping sedang resah.


"Kalau orang tua lo pada tanya, gimana?" Nando bukan mau menolak dia tidak mau wanita ini disebut putri tidak tau diri.


"Mereka tidak akan bertanya, bukankah elo sudah bilang kapan saja gua boleh ketempat lo selagi gua lagi butuh resah, galau, sedih."


"Okelah, apa sih tidak untuk pacar pura - pura. Nanti malam seperti biasa kan?"


Velda senyum panjang dan mengangguk, lalu mobil Nando pun keluar dari area basemen mall tersebut.


Arka mau tak mau menemani kekasih shopping sementara pikirannya masih membayangkan sosok calon jodohnya, dan siapa lelaki itu bersamanya. Dia merasa pernah mengenal wajahnya yang tidak asing. Terus dia kembali mengingat wajah lelaki itu sampai sekarang belum ditemukan dimana dia pernah bertemu.

__ADS_1


__ADS_2