Sebuah Takdir

Sebuah Takdir
Goblin Dan Manusia : permintaan maaf


__ADS_3

Pukul 10.30


Tanggal 25,bulan mei,1877


-Desa Black Rock(new)-


Hassan Yang dari tadi sudah menahan amarahnya, kini mulai terbawa emosi.


"Jadi..., siapa tadi yang membuat hati calon istri ku tersakiti?!." Hassan menatap Flint dengan tajam sambil mengarahkan auranya kearah Flint.


"Ma-mau apa kau!,Menjauhlah kau! Dasar iblis." Flint mengumpat di belakang salah satu warga.


"Apa yang mau kau lakukan pada Flint dasar jelmaan malapetaka!" Pamly mencoba melindungi Flint yang jelas-jelas bersalah.


[ kalau aku biarkan seperti ini, bisa-bisa urusannya tambah runyam, lebih baik aku tunjukan saja yang sebenarnya pada mereka.] ucap Hassan di benaknya.


"Hei, kau yang disana!,kemarilah sebentar" Hassan menunjuk seorang pria dengan janggut berwarna putih dan topi yang berdiri di samping Flint, ia adalah bamon.


"Apa yang mau kau lakukan padanya!" Tanya Pamly, seorang nenek berusia 67 tahun dengan perawakan tubuh agak bulat dan rambut putih.


"Tenang saja!, aku hanya akan memberikan kebenaran padanya, kau juga pamly! Jangan cuma berdiri disitu, kalau kau ingin tahu yang sebenarnya,kemarilah." Hassan menunjuk kearah pamly.


Pamly tampak ragu-ragu dalam mengambil langkah, ia takut dibunuh oleh hassan yang terlihat marah karena omongan nya tadi.


Setelah memberanikan diri,pamly mulai berjalan menuju Hassan yang saat itu mempunyai wajah yang begitu menyeramkan.


"A-ada apa kau memanggil kami memari?" tanya Bamon.


"Aku memiliki sesuatu untuk kalian berdua, sesuatu yang menyakitkan namun memuaskan." Ucap Hassan mencurigakan.


"jika kau berani menyakiti kami, aku bersumpah agar kau segera dijemput maut!" Ucap pamly sedikit merasa cemas.


“Tenang saja, maut itu sudah tunduk padaku.”


Hassan menempelkan kedua tangannya di kepala kedua orang itu, Tangan Hassan terasa bagaikan es, Hassan mencoba untuk mengirim ingatan Lucifer,Amon dan dirinya saat 20 tahun yang lalu agar mereka berdua tidak salah paham lagi.

__ADS_1


Pamly dan Bamon yang baru saja diperlihatkan ingatannya Lucifer dan amon pun terkejut, disaat ia menerima Ingatan Hassan disitu Pamly mulai merasa bersalah dan menyesal, ia melihat sosok Hassan kecil yang di kucilkan dan dijauhi banyak orang, karna ingatan ini masuk ke kepala Pamly secara langsung, pamly dan bamon juga ikut merasakan apa yang Hassan rasakan.


"Ti-tidak mungkin..." Bamon terkejut dengan fakta yang ia temukan tentang Hassan dan juga tentang batu hitam itu.


Bamon dan Pamly menangis tersedu-sedu karena merasakan apa yang Hassan rasakan, mulai dari kehilangan seseorang yang disayangi, dikucilkan dan di bully banyak orang, sampai perasaan bersalah ketika tau bahwa ia adalah kepalsuan.


"Maafkan kami nak Hassan, karena selama ini kami sudah memperlakukan mu layaknya hama." Pamly memeluk kaki Hassan.


"Hoi!, apa yang kau lakukan pada Pamly!, Hoi semuanya Pasti Hassan sudah melakukan sebuah praktek pencucian otak pada pamly!, dia menggunakan kekuatan iblisnya untuk mengendalikan pamly dan bamon!" Fitnah Flint membuat warga tidak mempercayai apa yang pamly ucapkan.


Pamly berjalan ke arah Flint lalu menamparnya dengan keras di depan warga.


"Aku... aku sudah tahu apa yang kau lakukan pada Hassan selama ini Flint!, kau adalah iblis yang sebenarnya!" Pamly menarik Baju Flint di bagian dekat leher( Flint gak pake baju yang ada kerahnya soalnya)


"A-apa yang kau maksud!, dasar peyot!" Flint mencoba menyingkirkan Pamly dengan menendang-nendang nya.


"CUKUP!!, HENTIKAN TINDAKANMU ITU FLINT!!, APA KAU TAK PUNYA RASA MALU MENENDANG SEORANG PEREMPUAN YANG UMURNYA LEBIH TUA DARIMU!!" Hassan mengeluarkan Skill Intimidated nya untuk menghentikan Flint.


Hassan adalah orang yang paling tidak tegaan dengan seorang perempuan, ia sangat membenci orang-orang yang bersikap kasar pada orang yang lebih sepuh darinya.


"Bagi kalian yang masih mempercayaiku dan masih ingin tinggal disini tetaplah berdiri di sana, dan bagi kalian yang tidak mempercayaiku tinggalkanlah tempat ini agar tidak terjadi perseteruan yang lebih dari ini, apa kalian dengar!" Hassan mengeluarkan aura iblisnya.


Hassan merubah wujudnya kembali seperti semula, ia tersenyum haru sambil memejamkan mata seperti tidak percaya.


"Terima ka-"


"Apa yang kau mau ucapkan sobat?, kami disini karna kita sudah saling kenal sejak lama, aku tau betul bagaimana sifatmu, walau kau seorang Lolicon akut tapi aku tidak akan percaya bahwa kau membunuh ratusan warga hanya karena gabut." Elbert tersenyum kearah Hassan.


"aku masih ingin melihat kejutan yang datang dari mu kawan, jadi aku akan tinggal disini sampai akhirnya tiba." Stoven mengangkat topi nya sambil tersenyum.


"Saat kau menangisi kepergian putri ku, disitu aku tau bahwa hati mu itu tidak seperti iblis." Edward mendekat kearah Hassan.


"Bu-bukannya aku ingin bersama mu..., a-aku hanya ingin... Melihatmu bahagia itu saja." Ucap marry dengan gaya Tsundere nya.


"Tim guard siap melayani mu!" Semua anggota Guard desa ada disana, mereka tampak sangat percaya pada Hassan,jumlah mereka ada lebih dari 10 orang.

__ADS_1


"Aku sudah terlanjur lengket padamu,Tehehe~" Aldo tersenyum menjengkelkan.


"Kita sudah bersahabat lebih dari 15 tahun loh, mana mungkin bukan kalau aku meninggalkanmu sendiri disini." Steve memukul dada hassan dengan pukulan pelan.


"Aku benci kota!" Ucap shane ragu-ragu.


"karna Orang tua kami sudah lama meninggal, sekarang Pak guru harus gantiin posisi mereka yah!" Tunjuk Thomas.


"Yah!, sekarang pak guru adalah orang tua kami!" ucap Alex,Silvi,Jeanne, dan jodi.


Semua orang yang masih disana tersenyum menyemangati Hassan.


"Aku bersyukur karna bertemu kalian semua di hidupku ini, terima kasih kawan." Hassan membalas senyum mereka.


Hassan memalingkan mukanya kearah orang-orang yang memilih meninggalkannya.


Hassan berjalan kearah mereka sambil merogoh kantong celananya.


"Apa yang kau mau?" Tanya Flint dengan raut wajah tidak mengenakan.


"Aku hanya ingin memberikan ini padamu, terimalah." Hassan memberikan sebuah kompas berlapis emas yang lumayan mengkilat.


"Untuk apa ini?" Tanya Flint sekali lagi.


"Jualah ini saat di kota nanti, ini mungkin tidak seberapa harganya, tapi mungkin bisa untuk menenangkan perutmu saat sedang lapar atau untuk membeli susu untuk anak-anak yang masih bayi." Hassan Tersenyum ikhlas.


"Memangnya apa ini?,benda terkutuk milik iblis?" Flint tersenyum mengejek.


"Itu kompas tua milik ayah ku, dia seorang pengembara." jelas Hassan.


Flint terkejut dengan sifat hassan yang seperti sudah lupa dengan apa yang ia lakukan padanya, tampak seorang wanita yang sedang menggendong bayi menangis ketika ia melihat ke rendahan hati Hassan.


Flint memeluk Hassan dengan tiba-tiba, ia menangis deras karena merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan selama ini, Flint memeluk Hassan amat sangat erat.


"Maafkan.. Maafkan aku Hassan!, aku tidak tau harus dengan apa aku menebus semua kesalahan-kesalahan ku." Hidung Flint mulai memerah karna menangis.

__ADS_1


Tangisan Flint membuat orang-orang yang lainnya ikut meresa bersalah,mereka semua baru saja sadar kalau mereka sudah melakukan hal yang bisa membuat orang biasa merasa benar-benar tersakiti dan dendam pada mereka, namun Hassan berbeda, ia tetap mengkhawatirkan mereka seberapa keras pun mereka menyakitinya.


-Bersambung-


__ADS_2