
Rombongan Hassan di hadang oleh segerombolan goblin yang merupakan musuh bebuyutan bagi para manusia di zaman ini, entah apa maksud goblin-goblin tersebut, yang pasti mereka pasti merencanakan sesuatu yang tidak menguntungkan bagi mereka yang dihadangnya.
"Steve!, aku titipkan Arifah padamu, aku akan pergi ke depan menemui gunther, jaga dia OKE?" Hassan bergegas menuju Gunther yang ada di barisan depan.
"A..a, dasar orang itu..." steve merasa terabaikan.
"Gunther cepat siapkan pasukan pelindung dengan armor full plate!, yang kita hadapi bukan hanya goblin biasa, tapi disana terlihat seorang Goblin wizard dan juga Goblin lord." Hassan terlihat sangat khawatir dengan keadaan saat ini.
"Go-goblin lord!, baiklah aku segera menyiapkannya."jawab Gunther.
"Stove!! Siapkan mantra pelindung milikmu!! Cepatlah!"
"Ba-baiklah!" Stove Tampak mulai panik.
Goblin yang tadinya sedang berjalan pelan menuju rombongan,kini terlihat lebih bersemangat dengan cara mereka berlari, mereka berlari dengan kecepatan 110km/jam, jejakan kaki mereka menyebabkan guncangan pada area sekitar mereka, seluruh warga yang tadinya penasaran akan kepulan asap itu kini mulai ketakutan dengan apa yang mereka lihat.
"Ho... Menarik sekali!" Hassan berlari menuju Sekumpulan Goblin tersebut.
"Tuaaan!!" Arifah yang melihat aksi hassan berteriak histeris karena khawatir.
"Apa yang anak itu lakukan?" Rusward kebingungan dengan dengan tindakan Hassan.
"Apa kau berniat menitipkan arifah kepadaku untuk selamanya?" Ucap Steve dengan jantung yang berdebar kencang karena khawatir.
Hassan dan para goblin mulai berpapasan, senyum menyeringai sang goblin terlihat sangat jelas seakan-akan ia sedang merendahkan umat manusia.
Wush...Wush...slash...craaat...
Hassan menebas kesana kemari kegerombolan goblin itu, darah goblin-goblin itu berceceran di jalan yang mereka jejaki, Hassan yang tertinggal oleh pasukan goblin itu langsung berputar balik dan meloncat ke arah goblin yang berada di tengah dengan ukuran lebih besar dan kulit yang lebih kasar.
Skill:Gray
Hassan merubah keempat jarinya menjadi sebuah pisau sepanjang 30cm dengan ketajaman setajam silet, setelah jarak Hassan dan Goblin besar itu mulai mendekat, Hassan memutar tubuh nya yang sedang melayang searah jarum jam, putarannya mengenai kepala si goblin itu,hingga kepalanya putus.
"Sebuah kesenangan tersendiri bisa membantai banyak nyawa dalam sehari, aku ucapkan terima kasih untuk kalian para goblin." Hassan merubah jari nya ke bentuk semula lalu mencekik dua orang goblin yang terjatuh di dekatnya.
__ADS_1
Skill : Soul Eater
Seketika kedua goblin itu mengering karna jiwa dan nyawanya diserap oleh Hassan, goblin lain yang terprovokasi kini memfokuskan serangan pada Hassan.
Skill : Oral-Magic
"Bersujud!" Hassan menatap mata para goblin itu dengan tatapan membunuh.
Bruuuuuk!!
Tiba-tiba saja kepala para goblin itu jatuh ketanah dengan sangat keras layaknya di paksa bersujud oleh seseorang, salah satu goblin yang tidak mau menuruti perintah Hassan masih mencoba berdiri dengan kepala yang tertarik kebawah, namun sayangnya kekuatan goblin itu sangat lemah dan mengakibatkan kepalanya terbentur lagi ketanah tapi kali ini dengan kekuatan yang berbeda, kekuatan yang mampu membuat tengkorak goblin itu pecah ketika menubruk tanah.
"Baiklah jadi siapa yang mau melawan lagi?" tanya hassan sambil menginjak kepala para goblin itu satu persatu.
"Ma-maafkan kami... Kami tidak tau jika ada orang sekuat mu diantara mereka." salah satu goblin dengan Tanda di punggungnya memohon.
"Jadi...kalau tidak ada aku kalian akan tetap menyerang?" tanya Hassan sambil membuka lebar-lebar mata goblin itu.
"Maafkan kami!" seluruh goblin itu memohon.
"Baiklah.. Kalian aku lepaskan.., tapi dengan satu syarat, kalian tidak boleh menyerang manusia lagi,apa kalian mengerti!?" Hassan menodongkan jari pisaunya kearah para goblin.
"Jika kalian ketahuan sedang merampok atau mengganggu umat manusia di hadapanku, jangan harap usus kalian masih berada di dalam sana saat itu juga."
Hassan mengintimidasi para goblin dengan aura nya yang melebihi raja iblis.
"Ba-baiklah!" Jawab serentak para goblin.
"Baiklah kalian boleh 'Pergi' sekarang" Hassan melepaskan sihir oral magic nya.
Saat menoleh kearah Gunther dan yang lainnya, Hassan baru ingat dengan apa yang ia lakukan, ia baru saja menunjukan Kekuatan aslinya, kini hassan merasa harus menjelaskan semuanya dari awal pada penduduk desa.
Para goblin yang tadinya bersifat garang dan menakutkan kini bersifat sangat formal terhadap Hassan dan rombongannya, tatapan mereka ke Hassan bagaikan tatapan seorang semut yang baru saja selamat dari injakan manusia, setelah berpamitan, para goblin itu pergi dari hadapan Hassan, para warga yang melihat aksi Hassan tadi, mempunyai pertanyaan yang sama kepada hassan.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu...?" tanya hassan yang baru saja kembali.
__ADS_1
"Kekuatanmu... Itu.." Semua orang di sana bertanya.
"Akan kujelaskan di Kaki gunung nanti, sekarang kita harus fokus ke perjalanan kita." jelas Hassan yang tidak mau membuang-buang waktu.
"Kau selalu penuh dengan kejutan yah.." Marry tersenyum ke arah Hassan.
"Apa-apa? Maaf soalnya aku tidak dengar." Hassan menoleh kearah Marry.
"Bu-bukan apa-apa,pergilah sana!,hus-hus" muka marry memerah.
"Apaansih gak jelas!" Hassan memalingkan wajahnya lagi.
"Tuaaan!..." arifah berlari kearah Hassan.
"Bagaimana menurutmu cara bertarungku tadi?,sudah mirip paman Lucifer tidak?" tanya Hassan sambil mengelus kepala Arifah.
"Mmph!,menurutku itu lebih seperti seorang Tikus tanah." Arifah memalingkan mukanya sambil menyilangkan tangannya di dada.
"Eh... Tanggapan mu jelek sekali, baiklah mari kita pindah ke kakak Riska." Hassan mencoba menggoda Arifah.
"Jaaangaaan! Pokoknya jangan!" Arifah menarik pakaian bagian belakangku sampai aku tercekik.
"A..a lepaskan aku, oi arifah!" aku mulai merasa sesak.
"Itu azabmu Hassan." ucap Steve.
"Rasakan itu pedo!." ucap Elbert.
"Kurang ajar ka-kalian, aku perintahkan mulut kalian!, untuk merasa pahit!" Hassan mengaktifkan oral magicnya.
AAAAAAA!! KEMBALIKAN KAMI SEPERTI SEMULA! AKU MOHON!!
"Baiklah kita tunggu sampai beberapa menit dulu..." Hassan menginjak tubuh Elbert dan Steve.
“Terkutuk kau Ha-Hassan!”
__ADS_1