
Pukul 09.08
Tanggal 12,bulan juni,1877
Setelah 2 minggu pembangunan akhirnya desa Black rock yang baru pun berhasil didirikan, desa black rock yang baru ini mempunyai fasilitas yang sudah lumayan lengkap, seperti sumur, menara penjaga, pos penjaga, markas Guard, goa untuk mining, Tembok penghalang, alun-alun, gudang penyimpanan makanan dan bibit, gudang penyimpanan harta Dll, Berkat bantuan para hob goblin semua itu dapat di kerjakan dengan waktu yang singkat, para warga sangat berterimakasih pada hob goblin begitu pula sebaliknya, para hob goblin berterima kasih karna sudah di perbolehkan tinggal disana, dan akhirnya pun mereka hidup damai dan tentram sampai sekarang.
Pagi itu banyak warga yang berkumpul di lapangan dekat desa Black rock, mereka mengadakan acara makan bersama dan juga untuk merayakan selesainya pembangunan desa, anggap saja itu seperti hari libur untuk mereka...
"Ah damai nya~" Steve rebahan di atas rumput.
"Heh, seperti ini kau sebut damai?" aldo melirik kearah Steve.
"Maksudku damai tidak ada monster bod*h." jawab Steve.
"Ah,Arifah mau yang mana?" tanya hassan mengambil beberapa kue.
"Aku mau yang stoberi" jawab arifah menunjuk kearah salah satu kue.
"Baik, Aaa~" Hassan mencoba menyuapi Arifah.
Arifah dengan malu-malu membuka mulutnya,wajahnya memerah layaknya buah apel versi loli, Namun seketika ia memikirkan ide untuk membuat wajah Hassan ikut memerah.
"Aeem~" Arifah menggigit kue yang di berikan Hassan bersama dengan jarinya.
Hassan tersenyum licik, ia sudah lama membentengi dirinya dari serangan hawa imut arifah, ia pun membalasnya dengan memutuskan jarinya.
"Aaaa!!" arifah memuntahkan jari Hassan.
"Ahahaha!" Hassan tertawa geli lalu mengambil jarinya kembali lalu memasangnya.
"Penguasa kedelapan memang hebat~" puji Elbert dengan wajah datar.
"Puji penguasa kedelapan" Riska mengangkat tangannya.
"Apa salahnya memakai kekuatan sendiri untuk bercanda?" balas Hassan.
Elbert,Steve,Riska dan aldo memasang wajah datar seakan malas melihat Hassan.
Di sisi lain terlihat Marry yang sedang melayani Godao dengan penuh cinta.
"Ah,tuan! Coba ini!, ini buatanku sendiri." Marry menyerahkan sebuah kue berbentuk hati pada Godao.
"Ah terimakasih, neng Marry." Balas Godao mengambil kue itu.
Setelah mengunyah kue buatan marry, godao merasakan tekstur yang tidak asing di lidahnya, tekstur seperti kulit dan daging kambing.
__ADS_1
"Ah!, enak!, kau memang hebat neng Marry, kau bahkan tau kalau aku suka daging kambing, jadi kau tambahkan daging didalamnya bukan?" Godao melirik Marry.
"Heh!?, daging??!" Marry terkejut.
Marry baru ingat saat ia memasak kue tersebut, ia tidak memakai kain lap untuk membersihkan sisa nya, mungkin hilang :v
"I-itu bukan daging!, keluarkan! Keluarkan itu kain lap dapur yang tidak sengaja jatuh kemarin!" sambung marry menepuk punggung Godao.
Orang yang melihatnya hanya bisa menatap tidak percaya dengan fakta bahwa didalam kue itu terdapat kain lap yang panjangnya bisa sampai 20cm.
"Seriusan nih?,kok bisa dia gak sadar kalau ada kain lap di kue buatannya." Stove menatap tidak percaya.
"Inikah kekuatan cinta?" tanya Hassan.
"Cinta itu buta tuan.ablaham" jawab arifah.
"Bayangkan jika yang memakan itu seorang manusia..." Elbert tersenyum kecut.
"masih untung bukan manusia..." Sambung aldo.
Tanpa sadar Wajah marry dan godao sudah terlalu dekat satu sama lain, ketika menyadari hal itu muka mereka berdua benar-benar berubah menjadi merah sampai ketelinga.
"The power of love!" Hassan berteriak kearah mereka berdua.
"Ini dia kekuatan yang sesungguhnya dari cinta!!" teriak Steve.
"Kalau sudah mau menikah nanti, jangan lupa pesan baju pengantin padaku,oke?!" bisik Riska.
"Kyu-kyu!" Teriak semua warga.
"Enaknya masa muda~" Edward tersenyum.
"yah sayang sekali kita melewatkannya." balas jean.
"Yah kita jalani saja yang sekarang kawan." Edward melirik kearah jean.
"Sudah lama aku tidak dipanggil seperti itu." Jean tersenyum lebar.
Disisi lain....
Hassan sedang mencoba menghubungi Flint yang sedang berada di ibukota.
{Oi Flint apa kau tak ingin pulang?, kami sedang berpesta,loh?} tanya Hassan pada Flint menggunakan telepati.
{Hah!!?, pesta?, kenapa kau tak mengabari ku dari kemarin!,tunggu aku sebentar, aku akan pulang dulu ke penginapan.} jawab Flint dalam telepati.
__ADS_1
{ jangan lupa kau bawa pak tua penjaga bar itu bersama mu.}
{ Herald? } tanya Flint.
{ tentu saja! } jawab Hassan.
{ siap,tuan! } balas Flint dengan semangat.
Tampak para warga yang sudah sangat akrab dengan para Hob goblin, hassan yang melihat hal itu menjadi sangat bahagia.
"Kenapa kau berhenti makan?, kau sudah kekenyangan?!" tantang Stove pada Kizu.
"Hah!?, kau menantangku?" Balas Kizu.
"Memangnya kenapa??" Stove menarik kerah baju kizu.
"siapa takut!" Balas kizu.
"Tuan jadilah juri di perlombaan kami!"
"Hassan jadilah juri di perlombaan ku!"
Hassan yang melihat mereka berdua hanya bisa tersenyum dan menjawab "Iya,iya"
Ketika sedang ricuh-ricuhnya, Flint dan 20 orang lainnya termasuk herald datang dari gerbang teleport.
Wajah nya tampak lebih ceria dari yang dulu, auranya benar-benar membuat orang yang berada di dekatnya merasa betah, senyumannya lebih ringan tanpa beban dari sebelumnya.
"Wah aku ketinggalan apa nih?, bagi oi!" Flint berlari menuju arifah yang sedang membawa daging sapi panggang dan kue kukus.
"kurang ajar kita terlambat!" Angel ikut berlari kearah Arifah.
"Selamat datang kembali,kawan!" Hassan menatap wajah Flint dengan bahagia.
"Yah, aku pulang..." balas Flint.
"Hadeh..., jadi... Apa kabar nak." Herald datang arah belakang Hassan.
"Paman Herald!" Arifah berlari kearah herald.
"Ah paman, kau tampak ceria apa ada hal baik yang menimpamu hari ini?" Hassan memalingkan wajahnya kearah herald.
"Tentu sajalah, pergi dari kota itu sudah seperti mimpi bagiku." Balas Herald sambil tersenyum.
Desa Black rock yang baru kini lebih terasa membahagiakan dari pada yang dulu, disini hampir seperti tidak ada perbedaan, semua orang saling menjaga dan menyayangi layaknya keluarga besar, sudah tidak ada luka lagi diantara mereka, tapi tentu saja ini bukanlah akhir dari cerita sang pride.
__ADS_1
Bersambung