
------
Pukul 21.09 tanggal 22,bulan mei,1877
Hassan masih berjaga di luar untuk mengantisipasi iblis berwujud manusia(perampok) bersama Beberapa Cs barunya,yaitu Gunther, Edward, Nakajima, Steve, Stove, dan Aldo. Malam kali ini begitu terang karna adanya protective tree yang bercahaya saat malam.
Saat Hassan sedang berbaring di rerumputan di dekat api unggun tiba-tiba Nakajima dan Aldo mendekatinya.
"kau santai sekali rupanya..." Nakajima duduk disamping Hassan.
Suasana menjadi hening untuk sementara, Hassan baru ingat tentang nakajima dan aldo yang mantan kusir di ibu kota Encrases.
"Nah,nakajima..,aldo.., kenapa kalian berhenti bekerja di ibukota?" tanya Hassan sambil membuka matanya.
"Bukan karena sesuatu yang khusus, aku hanya tidak suka menjadi pengantar mayat, dan pengantar budak curian." jelas nakajima secara samar-samar.
"apa maksudmu?"
"Setiap aku menerima pelanggan, aku selalu di hadapkan dengan dosa, aku sering di suruh membawa kan mayat korban pembunuhan untuk di buang di sungai, terkadang aku mengantarkan para budak yang diculik dari desa, kadang aku mengantarkan para lelaki b*jing*n bersama pasangannya ke hutan, aku benar-benar tidak tahan."
"kenapa kau tidak meno-" ucapan Hassan dipotong oleh Aldo yang sesama mantan kusir.
"kami tidak bisa menolak..., kalau kami menolak, saat itu juga kami akan dibunuh, kerajaan saat ini benar-benar kejam dan berkuasa, siapapun yang melawannya pasti akan dibunuh atau disiksa, jika ia seorang gadis pasti akan menjadi santapan para pejabat kerajaan." jelas aldo.
"Ini semua bermula saat tanggal 27,bulan april,1875" ucap hassan.
"memangnya ada?,itu ulang tahunmu?" kebod*han aldo mulai kembali.
Buk..!
Hassan bangun sambil menjitak kepala aldo.
"apa kalian pernah mendengar berita tentang meteor atau batu yang jatuh dari langit menuju keistana dua tahun lalu?" tanyaku.
__ADS_1
"hari itu aku sedang di kota sebelah jadi tidak tahu..." jawab aldo.
"kalau aku pernah mendengarnya, tapi katanya itu cuma kabar berita yang tidak benar, memangnya ada apa" tanya nakajima.
"Batu itu adalah iblis." Hassan menjawab dengan muka serius.
"Eh, apa kau bilang!?, bagaimana bisa?" aldo terheran heran.
"apa maksudmu sama dengan iblis bumi di negara selatan?" tanya Nakajima.
"bukan, iblis ini lebih kuat dari yang kalian kira, dulu.., 20tahun yang lalu juga ada batu besar yang jatuh tepat di rumahku"jelas Hassan.
"weeh..."
"Iblis itu adalah aku!, tubuh yang kalian lihat ini, ia sudah meninggal 20 tahun yang lalu, aku menggantikannya disini sebagai seorang kesadaran dengan nyawa dan jiwa terbuat dari dosa."
"jangan bercan-" nakajima menghentikan perkataannya ketika ia melihat hassan dalam wujud yang berbeda, diselimuti asap hitam dan ungu, dengan dua tanduk di kepalanya.
"ka-kau betulan iblis?" tanya aldo.
"Jadi,apa kau akan membunuh kami?" tanya aldo.
"Tidak, karna iblis itu sudah kubunuh dan semua kekuatannya menjadi milikku, dan misiku kali ini adalah menyelamatkan kalian." jawab Hassan sambil tersenyum.
Pukul 23.45 tanggal 23,bulan mei,1877
Setelah perbincangan itu, hassan dan kelompoknya berganti shift dengan kelompok elbert, hassan tidur di dekat arifah seperti biasa, ketika ia memejamkan mata ia langsung ditarik oleh makhluk putih kedalam alam bawah sadarnya.
"Yo..sudah lama yah, Hassan" ucap seseorang yang ada di depan hassan.
"kau...siapa?..jangan-jangan,Lucifer!??" tanya Hassan.
"Aku adalah nyawa yang asli dari tubuh yang kau pakai itu." jelas pria dengan wajah yang mirip Hassan, dengan setelan hitam yang biasa di pakai Hassan.
__ADS_1
"Apa kau mau mengambil tubuh ini kembali dariku?" tanya Hassan.
"Hm, aku akan mengambilnya!" jawab pria itu.
“Me-mengambil?”
“Yah..., kau sudah terlalu lama berada di tubuhku, jadi.. Serahkan tubuh itu padaku...”
"Heheh..Sudah waktunya rupanya yah... Tolong jaga arifah dan teman-teman yah..." ucap hassan sambil berpaling menuju sebuah pintu dengan mimik wajah khawatir.
"Tidak akan" jawab pria itu.
"kenapa? Bukankah itu yang kau inginkan?" Hassan memalingkan wajahnya kebelakang.
"memangnya kapan aku memintanya padamu?,bukankah kita belum pernah bertemu?, lagian siapa juga yang peduli dengan bocah seperti itu, cih merepotkan saja!" pria itu mencoba untuk memprovokasi Hassan.
"Ke-kenapa bukankah aku sudah menjadi orang yang baik?" Hassan terlihat Terkejut dengan apa yang dikatakan oleh orang itu.
"mereka kan teman-teman mu!,mana mungkin bukan aku mengurus mereka!" jawab pria itu bermaksud memprovokasi Hassan.
"setidaknya biarkan Arifah tidur bersama dengan mu,kumohon dia adalah satu-satunya cahaya ku." Hassan memohon dengan wajah memelas.
[ Cahaya-nya? Jadi selama ini yang membuatnya berubah bukanlah rasa bersalah, tapi rasa cinta.] pria itu memikirkan cara baru untuk membuat Hassan terprovokasi.
"Hah!, setelah bangkit dari sini akan ku jual dia ketempat P*lac*ran, agar dia menangis setiap harinya!" pria itu tertawa jahat sambil menatap Hassan.
"Aku..." Hassan mulai tertekan dan sifat Wrath yang ada di hatinya mulai keluar.
"Tentu saja, sebelum aku menjualnya, aku akan menikmatinya sendiri dahulu, jadi... Berikanlah tubuh itu... Sekarang juga!"
"AKU SUDAH BERJANJI!!, AKU AKAN MELINDUNGINYA HINGGA AKHIR DAN TIDAK AKAN MENJUALNYA KEPADA SIAPAPUN!!, KARNA DIA ADALAH KELUARGA DAN JUGA ORANG YANG PALING AKU SAYANGI!!" Hassan berbalik ke arah pria itu sambil menatap Tajam kearahnya.
"Kalau begitu coba lah untuk mengalahkan ku, agar aku tidak menjualnya!" pria itu melepas jasnya.
__ADS_1
---Bersambung---