Sebuah Takdir

Sebuah Takdir
Shane and Herald : Aldebara'an de Truaft


__ADS_3

Pukul 08.10


Tanggal 13,bulan juni,1865


- istana kerajaan Encrases -


Di suatu ruangan kerajaan terlihat seorang Pria dengan mahkota di kepalanya, ia memangku kepalanya dengan tangan kanan yang mengepal (Gaya gilgames), pria terlihat seperti menunggu sesuatu datang padanya.


Beberapa menit kemudian pintu ruangan itu di dobrak oleh seorang pria dengan jubah hitam yang memakai masker hitam dan plate armor didadanya.


"Apa kau membawa kabar baik?" tanya pria bermahkota itu.


"Sayang sekali Truaft, tapi aku membawa kabar buruk untuk mu." jawab pria berjubah itu.


"Memangnya kabar apa yang kau bawakan Herald?" tanya Truaft.


"Aldebara'an de Truaft, seorang raja dengan otak bodoh yang mencintai kekasih rakyatnya..."


"apa yang sebenarnya kau ingin katakan..."


"Tidak,tidak bisakahkau diam sebentar?"


"..."


"Nice Truaft, mengkin menurutmu kabar ini adalah kabar buruk tapi bagiku ini adalah kabar yang sangat bagus..."


"..."


"Hoo apa kau mau mendengarnya?"


"Jangan bercanda cepatlah katakan!"


"Ahehe, Surat yang kau kirim kemarin itu sudah di bakar habis oleh wanita itu."


"Tidak mungkin..."


"Dia sudah punya suamiloh... Apa kau sebegitunya menginginkan dia."


"Jangan bercanda!, semua nyawa dan bentuk penciptaan di wilayah ini adalah milik ku, aku bebas menggunakannya sesuka ku!" jawab Truaft.


"Terserah apa kata mu saja Yang mulia Raja Tikus..."


"apa kau sudah bosan hi-"


"maaf saja aku tak takut padamu. kekuasaan mu, kekuatan, kekayaan mu tidak akan berpengaruh pada ku, aku bekerja di bawah mu hanya untuk bersenang-senang."


"Hoh...apa benar begitu?, bagaimana jika aku memanggil semua penjaga istana kemari untuk membunuhmu, apa kau masih tidak takut padaku."

__ADS_1


"walau pun satu dunia mengepungku dan jika satu-satu raja didunia ini hanyalah dirimu, maka aku akan menjadi ******* paling kejam di dunia ini."


"Bagaimana jika itu akan terjadi." truaft tersenyum licik.


"Aku akan mengincar lidah terkutukmu itu..."


Herald mengambil limabuah kotak dari luar ruangan lalu meletakannya didepan Truaft.


"Apa itu..."


"Hadiah untuk mu, yang mulia." jawab Herald sambil menata kotak-kotak itu.


" apa sebenarnya itu, kenapa baunya seperti ikan busuk?"


"Baiklah aku pergi dulu, jangan lupa dibuka yah... Yang mulia.."


Herald pergi dari ruangan itu sambil menyiapkan belati runcing di dalam lengan bajunya.


"Penjaga!"


"Ya, yang mulia." jawab salah satu penjaga.


"Bukakan kotak-kotak itu." Truaft menunjuk kearah lima kotak tersebut.


"baik!, yang mulia" Penjaga itu mengambil sebuah kotak besar yang berada di tengah.


Darah mengucur dari kotak-kotak tersebut, sang penjaga yang tidak kuat melihatnya langsung berlari keluar ruangan sambil menahan mual.


"Apa ini..." Truaft berjalan mendekat.


Semakin mendekat ia semakin merasa Was-was dengan kelima kotak tersebut.


Bruaak!


Truaft menendang kotak tersebut sampai jatuh.


"Hah... Hah... Ju..ju..ly?" Truaft terpengangah.


Kotak pun jatuh dan terbuka, sebuah kepala manusia keluar dari kotak tersebut di ikuti dengan darah yang berceran keluar dari arah kotak tersebut.


Kepala tersebut adalah milik July putri Truaft.


"July!" Truaft membuka kotak-kotak lainnya.


Keempat kotak tersebut berisikan bagian-bagian tubuh july yang di potong sedemikian rupa, satu kotak berisikan duabuah tangan, satu kotak berukuran besar berisikan tubuh juli, satu kotak lagi berisikan kaki july.


Truaft membuka kotak terakhir yang berukuran sedang berwarna kekuningan, ia menemukan sebuah surat bermandikan darah dengan jari-jari manusia di sampingnya.

__ADS_1


____________________________________


Truaft membaca surat itu, isi surat adalah :


KAU MUNGKIN SUDAH LUPA DENGAN HARI ITU, HARI DIMANA KAU MEMBUNUH ANAK-ANAK KU, SEKARANG BAGAIMANA KALAU AKU MEMBALASMU DENGAN HAL YANG SAMA, LAGIAN KAU SUDAH TIDAK MEMBUTUHKAN MEREKA LAGI KAN....


Herald


____________________________________


"Sialan kau! Herald!!"


"Ada apa yang mulia!?" Seorang penjaga datang dari balik pintu.


"Cepat cari orang yang bernama Herald, dan bunuh dia!"


"Ba-baik, yang mulia." penjaga itu berlari keluar sambil menahan mual.


"July!!" Truaft menangis sambil memeluk kepala putrinya.


Beberapa menit kemudian..


"Yang mulia!!, yang mulia ratu..." Penjaga datang dengan tiba-tiba.


Penjaga itu memberitahukan berita buruk yang benar-benar membuat hati Truaft pecah dan hancur seketika.


Truaft berlari menuju kamar pribadi istrinya.


Sesampai di sana, Truaft melihat jasad istrinya yang terkapar kaku dengan kepala memutar kebelakang dan jari-jarinya yang hilang entah kemana.


"kenapa... Bukankah dia tak bersalah... Herald!"


Suasana Hati truaft berubah-ubah tanpa henti dari merasa bersalah, marah sampai sedih.


Truaft Mengis keras sambil memeluk jasad istrinya.


Disisi lain...


"Sekarang aku sudah menjadi manusia yang kotor" ucap herald sambil berjalan keluar dari istana kerajaan.


Tampak merah dan gelap dinding istana kerajaan, dinding itu telah dilapisi darah orang-orang tak berdosa yang mati karena dendam seorang individu.


Orang yang dulu menangis di tengah hujan deras, kini berubah menjadi monster berdarah dingin yang sering merenggut nyawa seseorang tanpa pandang bulu.


- Bersambung -


Note Author : Herald yang ini sama dengan Herald pemilik bar yang membantu Hassan di kota Encrases.

__ADS_1


__ADS_2