Sebuah Takdir

Sebuah Takdir
Kekuatan dewa


__ADS_3

------


Pukul 15.12 tanggal,bulan mei,1877


"Akhirnya kita sampai juga" Steve tersenyum lebar.


"Agh... Lihatlah, disini masih banyak sumber daya yang belum di pergunakan." Hassan mendekat kesisi Steve.


"Tuan...!" Arifah turun dari kereta dan berlari menuju Hassan.


Steve memalingkan mukanya ke arah Arifah yang sedang berlari menuju Hassan." Nah Hassan, Kenapa Arifah selalu memanggilmu dengan panggilan tuan, bukan kakak atau Ayah?" Steve menatap Hassan dengan tatapan ingin tahu.


"Oh soal itu, itu karena... Ntahlah, lagian bukan kah aku terlalu muda untuk menjadi ayah!." Hassan tersenyum bodoh.


"Tuan.Ablahan itu panggilan Sayang arifah untuk Ablahang." jawab arifah.


"Abraham!, Abraham Gray!, jangan rubah namaku seenaknya lah..."


"Abraham? Siapa?" tanya Steve.


"Itu namaku di kota, aku menggunakan nama itu untuk penyamaran karna aku telah Memotong dua tangan warga ibu kota." jelas Hassan.


"Me-memotong? Kau? Kenapa" Steve bertanya lagi pada Hassan.


"Karna kesal, saat itu aku melihat Arifah sedang disiksa oleh seorang lelaki di dalam gang, karna aku tidak tahan melihatnya,aku potong saja tangan orang itu, kenapa kau begitu penasaran, detektive kah?" Hassan sedikit kesal.


"Heh... Aku kira kau membeli arifah di pasar gelap." Steve tertawa garing.


"Sekali lagi kau bicara seperti itu,Kucabut lidah mu itu!" Hassan berpaling sambil menatap tajam kearah Steve.


"Ahahaha...." Steve terdiam.


Setelah semua barang bangunan dan peralatan sudah di turunkan dari kereta, Hassan dan yang lainnya mulai membuat Lima buah tenda besar yang terdiri dari kayu dan kain putih, tiga tenda berfungsi sebagai tempat beristirahat,satu untuk menyimpan bibit tanaman,peralatan,senjata Dll, dan satu lagi untuk dapur darurat.


"Pintar juga idemu aldo, aku kagum padamu." puji Hassan.


"Ahahaha... Jadi sayan-"


Buk...!

__ADS_1


Satu pukulan couple Hassan x Arifah mendarat di perut aldo.


"Kalian akrab sekali ya, ahahaha" Nakajima datang sambil tertawa geli.


"Kalau saja omongan orang ini sepintar otaknya mungkin saja dia akan menjadi manusia yang berguna, tapi kenyataannya... Dia selalu saja berbicara bod*h." keluh Hassan.


Ketika Hassan dan yang lain sedang mengobrol santai, tanpa sengaja hassan melihat edward dan jean yang sedang duduk di bawah sebuah pohon, hassan yang masih merasa bersalah karna kematian putri edward menghampiri mereka berdua untuk meminta maaf.


"Ah... Edward.." Hassan agak gugup.


"Yah, ada apa?, ada yang bisa kami bantu?" jawab Edward.


"Aku minta maaf atas keterlambatan ku, karena keterlambatanku putrimu jad meninggal, Maafkan aku, aku benar-benar menyesal." ucap Hassan dengan wajah menyesal.


"Meninggal? Putriku belum meninggal dia masih hidup, ia sekarang selalu mengikuti mu,walau dengan wujud yang berbeda." jawab edward dengan mimik wajah tanpa beban.


[ masih hidup?,wujud berbeda?,mengikuti ku? Rossi menjadi Hantu!!?, Haah! Apakah ini yang dinamai ikatan ayah dan anak? ] bulu kuduk hassan merinding dan pikirannya berpencar kemana-mana.


"tidak... Terima saja kenyata-" sebelum melanjutkan kalimatnya, Edward tersenyum lembut pada hassan, senyuman itu membuatnya semakin merasa bersalah.


"itu dia putriku,seperti biasa dia berlari kearahmu dengan riang." Edward kembali tersenyum lembut.


Hassan yang penasaran, memalingkan mukanya kearah yang ditunjuk Edward."Tuaan!, Ah...papa juga ada disini!" Arifah berlari sambil membawa sebuah kentang rebus.


"Ahahaha...papa!" Arifah terlihat sangat senang.


"Hoi sialan!, kau apakan Arifah kecilku sampai-sampai dia mau menurutimu!!" Hassan mencekik Edward menggunakan lengannya.


____________________________________


Setelah puas bercanda dengan orang-orang desa untuk melepas penat, Hassan baru ingat kalau wilayah nya saat itu belum di pagari benteng sihir, Alhasil Hassan langsung panik karna sebentar lagi matahari turun dan di gantikan oleh bulan.


"A... Fvck, kenapa aku baru sadar!" Hassan sedikit panik.


"Ada apa Hassan, kenapa eksperimu berubah seperti itu?" tanya Edward.


"Stove! Stoven stone! Dimana dia?" teriak Hassan memanggil Stove.


Stove pun datang dengan muka lemas dari balik kerumunan. "Ada apa?" tanya stove dengan mimik wajah dan nada lemas.

__ADS_1


"apa kau sudah memasang pagar pelindung di area ini?" tanya hassan.


"maaf saja, tapi sihir ku saat ini sedang tidak bisa dipakai, karna kehabisan mana tadi saat di perjalanan." jawab stove dengan nada yang mencerminkan bahwa ia sudah tidak bisa apa-apa lagi.


Hassan memikirkan cara lain untuk melindungi desa, ia memutar otak nya 180° ,sampai ia ingat dengan kekuatan MIRROR DEMON nya.


"Stove bisa kau perlihatkan sihir mu itu?" Hassan menatap stove dengan penuh harapan.


"Sebenarnya sihirku itu hanyalah sihir Level satu" stove menundukkan wajahnya.


"Tak apa! Kau adalah satu-satunya cahaya kami di dalam kegelapan untuk sekarang ini." hassan meletakkannya tangannya di pundak stove.


"Baiklah!, tapi sebenarnya kalau aku melakukannya aku akan jatuh pingsan, jadi tolong jaga tubuhku yah!" stove kembali semangat dan menunjukan sihir pelindung miliknya.


Mirror Demon!


Hassan memasukkan sihir itu dalam ingatannya.


Imitatour Absolute!


Hassan mendapatkan sihir baru ber Level.999 dengan Nama「Protective tree」.


Tanpa pikir panjang Hassan mengaktifkan sihir itu dan mendapatkan sebuah benih kecil bercahaya.


[ jadi ini toh yang namanya protective tree, jadi jika aku menanamkan ini... Aku dan para warga lain tidak usah khawatir dengan para monster yang menyerang... Baiklah mari tanam dan lihat hasilnya. ] ucap hassan dengan semangat menanam pohon itu permukaan tanah yang lebih tinggi.


"Apa yang akan kau lakukan dengan benih itu?" Tanya Edward.


"Ini?, ini salah satu sihir pelindung, namanya protective tree." jawab hassan sambil menjatuhkan benih pohon protective tree di dalam lobang.


Tiba-tiba benih yang baru saja Hassan tanam tumbuh menjadi pohon dengan tinggi ratusan meter dengan lebar 40 meter, pohon itu mengeluarkan cahaya hijau kekuningan yang indah dengan wangi khas yang membuat orang yang menciumnya merasa rileks.


"Pro-protective tree?! Siapa yang memunculkan pohon ini kemari?! Bukankah sihir ini hanya bisa di gunakan oleh para dewa-dewi jaman dahulu?" Rusward dan warga lainnya terkejut dengan kemunculan pohon besar itu secara tiba-tiba.


Semua mata tertuju pada hassan yang sedang santai dan terlihat tidak peduli dengan kemunculan protective tree, ia malah sedang keasyikan makan sambil disuapi oleh arifah.


"Apa ada yang salah?" tanya hassan yang B-aja


"Tentu saja lah!!" jawab warga dengan serentak.

__ADS_1


--bersambung--


Note : Protective tree adalah sihir tingkat dewa yang bisa membuat penggunanya kehabisan mana dengan jumlah luar biasa, bahkan dewa yang menciptakan sihir tersebut langsung kembali ke surga setelah melakukan pemanggilan, protective tree ini bisa melindungi manusia terhadap serangan makhluk jahat atau pun iblis, jarak cakupan protective tree adalah 4-5kilo meter, protective tree juga dapat mengeluarkan cahaya saat malam tiba, berbuah sebulan sekali dan batangnya dapat di jadikan sebagai tempat tinggal.


__ADS_2