Sebuah Takdir

Sebuah Takdir
Perpisahan


__ADS_3

Setelah Flint dan penduduk desa lainnya meminta maaf, mereka berunding untuk merencanakan bagaimana caranya agar bisa banyak membantu Hassan.


Pukul 20.40


Tanggal 25,bulan mei,1877


-Desa Black Rock(new)-


Di depan pohon "protective tree" yang sedang menyala terang dan indah, Hassan mengumpulkan warga desa untuk memberikan sebuah informasi mengenai ibukota.


"Jadi ada apa?,sampai mengumpulkan kami repot-repot begini?" tanya Bamon.


"Aku akan menjelaskannya ketika semuanya sudah berkumpul" balas Hassan.


"Semua warga sudah menyusul kemari sobat." Elbert datang dari balik pepohonan.


Akhirnya semua warga terkumpul dan duduk menunggu informasi yang akan diberikan Hassan.


"Baiklah semuanya sudah kumpul yah." Hassan melihat satu persatu warga.


"Jadi begini, saya sebagai orang yang mengusulkan kepindahan desa kemari ingin mengusulkan satu pemikiran saya lagi, saya ingin mengusulkan masuknya ras Hob goblin ke desa kita, bagaimana?apa Ada yang tidak setuju?" walau pun sudah tahu jawaban mereka kemarin, Hassan tetap menanyakan nya.


"Sudah lah tuan... Kau tidak perlu--" Hob goblin dengan tato itu berhenti bicara ketika Hassan menatapnya dengan tatapan yang seperti mengatakan "Percayalah!" padanya.


"Kenapa kau ingin menambahkan Mereka ke desa?" tanya Flint sedikit lebih berhati-hati.


"Mereka bisa membantu kita membuat ladang, rumah, sumur, tambak ikan dan lain-lain, dan juga mereka sudah bersumpah dengan darah mereka untuk tidak menghianati yang benar." jelasku.


"Weeh...berhati-hati sekali sumpahnya..." aldo menyambar dengan bahasan bod*hnya.


"Dan untuk kelompok Flint yang ingin membantu ku untuk memantau kondisi kerajaan..." Hassan menatap Flint dan rombongannya.


"Kami sudah siap..." balas Flint.


"Baguslah, jadi di ibukota itu tidak ada hukum yang berlaku ketat, kalian bisa berbuat bebas-sebebasnya, tapi disana juga banyak sekali bandit yang bersarang di penginapan-penginapannya, jadi berhati-hati lah, saat malam tiba kalian mulai lah awasi keadaan ibukota dan laporkan padaku,apa kalian mengerti?" jelas Hassan.


"Yah!" jawab serentak Flint dan 29 orang lainnya.


"Dan satu lagi, usahakan muka kalian tidak pernah terlihat oleh keluarga kerajaan, karna itu sangat berbahaya, karna sang raja bukanlah manusia, dia sama seperti ku, dia adalah seorang penguasa Neraka, namun tampaknya ia tidak bisa mengendalikan diri dan jatuh kedalam perangkap penguasa tersebut."


"apa yang harus kami lakukan di ibukota?" Tanya luke, seorang pria dengan shall hitam di lehernya.


"Kalian hiduplah disana seperti biasa, makan,kerja,tidur ketika ada sesuatu yang mencurigakan, langsung hubungi aku." jelas Hassan.

__ADS_1


"Bagaimana cara kami menghubungi mu, sedangkan kami tidak bisa bolak balik terus kemari" tanya Flint.


"Telepati, aku akan memberi kekuatan telepati pada kalian."


Hassan mendekat kearah Flint dan yang lainnya,Hassan menempelkan jarinya ke kening Flint.


"Yosh, sudah ku masukan." Ucap Hassan.


"Terimakasih!" Ucap serentak Flint dan kawan-kawannya.


Hassan melirik kerarah Para Hob Goblin.


"A-ada apa tuan??"


"Perkenalkan diri kalian" Ucap hassan sambil tersenyum kearah para Hob Goblin.


"Ka-kami tidak punya nama,tuan." Jawab goblin dengan tato.


"Eh?, bagaimana bisa?" Aldo terkejut.


"Heh...,bagaimana kalau aku saja yang menamai kalian." Hassan memandang mereka.


Para Hob goblin tampak sangat senang mendengar ucapan hassan, mereka terkejut sekaligus bahagia,karena baru kali ini mereka mendapatkan tuan yang sangat perhatian bagi mereka.


Hassan mulai memberi nama dari seorang Hob goblin dengan tato di Di punggungnya.


"baiklah kau Godao" tunjuk Hassan kearah Hob Goblin bertato.


"Kau Kizu" tunjuk hassan kearah Hob goblin dengan banyak bekas luka.


"kau Gozie." Tunjuk hassan kearah Hob goblin dengan wajah sombong.


"Kau Granger." Tunjuk Hassan kearah Goblin yang membawa pedang panjang.


Proses penamaan membutuhkan waktu 1jam lebih untuk menamai 30 lebih Hob goblin.


Pukul 06.03


Tanggal 26,bulan mei,1877


Desa Black Rock(New)


Keesokan harinya Flint dan kawan-kawannya pergi meninggalkan desa untuk menjalankan misi yang mereka pinta sendiri.

__ADS_1


"Kami berangkat dulu Tuan." Ucap Flint dengan senyum di wajahnya.


"sejak kapan kau memanggil ku tuan?" tanya Hassan terkejut.


"Tehehe~"


"Ah ada satu lagi yang ingin ku berikan pada kalian."


"Apa itu?,kalau soal uang kami sudah mempunyainya." tanya Flint.


"Bukan itu,ini lebih penting dari itu." Hassan menempelkan jarinya ke kening Flint.


"apa ini?"


"itu kekuatan teleportasi, kalau nanti terjadi sesuatu di ibukota, segeralah kembali kemari." Hassan tersenyum kearah Flint.


"Terimakasih banyak."


Flint dan kelompoknya pergi meninggalkan desa menggunakan kereta kuda aldo yang sudah tak terpakai, mereka melambai tangan mereka.


Sejak malam itu kelompok Goblin dan manusia menjadi lebih dekat satu sama lain, kini mereka hidup akur dengan saling membantu, Dan ada juga salah satu warga yang menjalin asmara dengan para goblin, ia adalah Marry dan Godao.


Pukul 07.06


Tanggal 26,bulan mei,1877


Istana kerajaan Encrases


Di sebuah ruangan yang begitu gelap, Greed dan First( orang yang menyiksa Arifah ) sedang berhadapan, Wajah greed terlihat begitu senang terlihat dari senyum menyeringainya yang terlihat jelas di kegelapan.


First dijadikan bahan percobaan pemasangan organ iblis oleh greed, ia memasangkan Tangan iblis berwarna hitam kebiruan ketangan First, tangan itu menyatu sempurna dengan tubuh first, mata first berubah menjadi Hitam dengan pandangan kosong dan giginya menjadi runcing setelah pemasangan bagian tubuh itu.


"Bereksperimen pada ternak seperti kalian tidak pernah membuatku bosan,heh" Greed menyeringai.


Huaaaaaa!! Huaaaaa!!!!


First merasa kesakitan karena tangan barunya terasa sangat panas dan terasa seperti menyerap energi kehidupan miliknya.


"Sekarang balaslah dendam mu pada orang yang memotong tangan mu itu,selamat bersenang-senang" Greed meninggalkan First


Huuuaaaaaaaa!!!!


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2