
--< istana encrases >--
Pukul 15.11 tanggal 21,bulan mei,1877
"Helda,apakah semua desa di luar ibukota sudah dilenyapkan?" tanya seorang pria yang duduk di atas singgasana sambil memangku kepalanya dengan satu tangannya.
"mohon maaf Tuan.Aldebaran, saya belum melenyapkan semuanya, di karena ada sedikit kendala tuanku." jawab wanita dengan tubuh ramping dengan pakaian yang sedikit terbuka di bagian perut dan memakai lipstik berwarna hitam.
"aku lebih suka di panggil dengan nama asli ku,atau nama gelar ku, aku tidak mau dipanggil dengan nama makhluk rendahan seperti dia...apa kau mendengarku,Helda." orang itu tersenyum tipis sambil membuka matanya yang memancarkan cahaya merah darah.
"baik, Makhluk yang menjadi simbol Ke-fanatikan manusia terhadap harta,tahta dan wanita seorang penguasa neraka, raja ke-enam dari tujuh raja iblis abadi..." Helda berhenti sebentar sambil menundukkan dirinya.
"Tuan,Mammon raja iblis Greed!!" Serentak semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Mammon tersenyum dengan sombong diatas singgasana dan menutup satu matanya.
"Cih!..." ujar seorang wanita yang berada di luar ruangan, Wanita itu berambut hitam yang di ikat gaya ekor kuda,memakai kain hitam yang menutupi bagian dada sampai pinggulnya. "baru menjadi raja ke-enam saja sudah sombong" wanita itu menutup mukanya dengan tudung kain dan pergi meninggalkan istana.
--< padang rumput Deadly grass (setelah padang rumput Deadly plant) >--
Pukul 15.16 tanggal,21 bulan mei,1877
Arifah terlihat mulai mengantuk, aku pangku ia di depan agar tidak jatuh, tidak terasa perjalanan menuju desa black rock sudah mulai dekat, angin di padang rumput ini sangat segar dan alami sampai hampir membuatku ingin membuat rumah disini.
Aku yang sedang melihat-lihat pemandangan sekitar padang dengan santai, tiba-tiba saja teralih fokus kepada sebuah tambak di sungai yang mengalir menuju desaku.
"Sejak kapan disini ada tambak ikan?, bukankah letak desa dari sini sampai ke desa itu begitu jauh?" aku menghentikan kereta ku dan berjalan menuju tambak tersebut sambil membawa sebuah bayonet yang aka beli di kota.
Aku meletakkan Arifah di kursi depan kereta dengan hati-hati dan mulai berjalan sambil memperhatikan langkah sambil sesekali melihat kearah pepohonan, karna beredar info bahwa disekitar sini terdapat seorang/seekor makhluk malam yang suka menculik manusia yang berkeliaran di sini.
"Tuan mau kemana?, aku ikut!" Arifah berlari kearah ku.
"ah... Disini berbahaya, lebih baik Kau tunggu dikereta dulu,ya" aku mengusap kepala arifah yang baru menghampiri ku.
"Tenang saja, aku bawa ini." Arifah menunjukan sebuah pistol berjenis revolver dengan tato bunga di gagangnya.
[ tidak,tidak walau pun kau taruh tato bunga pada pegangannya, revolver itu tidak akan terlihat imut.] ucap di benakku sambil tersenyum tipis.
"Baik..." aku baru saja sadar tentang apa yang Arifah perlihatkan. "Darimana kau dapat senjata itu...itu..itu palsu,bukan...?" tanyaku dengan muka terkejut.
"ini asli loh,tuan" Arifah mengarahkannya kearah rerumputan di depanku.
Jeder!...jeder!...jeder..!
"Lihat!" Arifah mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum ala loli.
Ketika aku membalikan badan kearah rerumputan yang di tembaki arifah tadi, aku terkejut dengan terlihatnya jasad seed eater yang mati dengan tiga lubang tembakan. [apa ini hanya perasaanku saja, tapi sejak kapan Arifah bisa menggunakan senjata?] dalam benakku aku terkejut dengan apa yang aku lihat sekarang ini.
Note: seed eater adalah makhluk creepypasta yang suka sekali memakan anak-anak dan melahap orang dewasa.
"baiklah gadis kecil, lindungi aku dari belakang."
Aku berjalan menuju tambak.
__ADS_1
Mataku membulat karna terkejut dengan apa yang aku temukan di dalam tambak. "apa ini?!! Tumbuhan levinia??! Bagaimana bisa tumbuhan ini ada di sini?!!" aku sedikit kesal dengan apa yang aku temukan.
"Ada apa kawan, apa ada yang salah?" tanya Aldo, salah satu kusir kereta kuda. Dia memiliki rambut hitam bergelombang sepanjang bahu dengan dua baris rambut yang terpisah ke depan.
"coba lihat ini..." aku menunjuk ke arah tambak.
"apa itu...tumbuhan?" sebuah pertanyaan bodoh terlontar dari mulut Aldo.
"itu adalah tanaman levinia..., levinia adalah tanaman paling beracun di negeri ini. Bahkan satu tetes getah dari tanaman ini bisa membuat satu danau berukuran 1,5 hektar tercemar." jelasku.
"Uwaw" jawab Aldo dengan ekspresi bodohnya.
"kau mengejekku?" aku sedikit kesal.
"hehe maaf,maaf aku tadi tidak sengaja bereaksi seperti itu." Aldo mengangkat tangannya sambil tersenyum resah.
Aku mengambil dua tongkat kayu untuk memindah kan tanaman levinia ke darat, setelah selesai memindahkannya Aldo membakar tanaman itu dan memasukan asapnya kesebuah botol, lalu menguburnya ketanah. [ ternyata dia tidak sebodoh yang aku kira.] dalam benakku.
Racun yang di hasilkan tanaman Levina mulai mengalir menuju lautan, aku mempunyai prasangka buruk bahwa tanaman ini akan di taruh di sini lagi. "Sebenarnya apa yang kau tuju,Aldebaran" bisikku dengan nada kesal.
Pukul 17.44 tanggal 21,bulan mei,1877
Aku dan rombongan melanjutkan perjalanan sampai ke desa Black rock, aku cukup terkejut dengan keadaan desa yang sangat sepi dan tak berbentuk, beberapa rumah hancur, mayat warga di mana-mana, dan yang lebih membuatku terkejut adalah ketika aku melihat mayat salah satu muridku, Rossi, yang di tubuhnya terlihat sebuah lubang besar yang tampak seperti habis dimakan oleh ghoul.
Aku berlari menuju mayat Rossi sambil sedikit meneteskan air mata. "Gara-gara orang itu...,Aldebaran apa kau sudah puas...!" aku menggendong Rossi dengan kedua tangan ku sambil menatap tajam kearah istana yang terlihat jelas dari arah sini.
Para kusir yang melihat ku menangis hanya bisa menunduk di kereta mereka sambil memikirkan apa yang terjadi kedepannya di negeri ini.
"Terima kasih Hassan,kau selalu saja menolong kami." kata Steve, seorang lelaki berbadan besar seumuran denganku.
"kami tertolong, terima kasih hassan." kata Riska, seorang gadis yang merupakan mantan guru olahraga di sekolah tempat ku mengajar.
"Bu..bukannya aku senang dengan pemberianmu,ya." kata Merry seorang penjahit baju yang memiliki sifat Tsundere yang kental.
"terima kasih" ucap semua penduduk desa dengan bergiliran.
Pukul 18.31 tanggal, 21 bulan mei,1877
Para penduduk desa menggelar acara penyambutan untuk ku di lapangan yang sudah di pagari oleh kekuatan sihir milik Stove, seorang lelaki dengan topi koboi, dan kumis tipis yang terlihat sangat jantan, setelah selesai menari Aku mulai menceritakan semua yang aku lihat di ibukota maupun di perjalanan tentang kondisi kota ataupun rencana raja yang ingin membuat desa-desa kecil hancur perlahan, aku belum mengetahui pasti alasannya, tapi untuk sebuah bukti yang nyata... Aku memilikinya. Aku mengusulkan untuk pindah ke daerah tak berpenghuni di kaki gunung gordon( timur ) karna disana memiliki banyak bahan pangan, dan juga sumber air yang melimpah. Semua orang setuju dengan usulku asal ada satu sarat yang harus ku penuhi, yaitu aku harus menjadi kepala desa/ketua/pemimpin mereka.
"kenapa kalian tidak memilih Elbert sebagai pemimpin? Bukankah dia sangat cerdas dalam mengatur strategi dan kalau aku lihat lagi sepertinya stove sangat cocok dengan jabatan wakil pemimpin." usulku pada semua warga yang menuntutku menjadi pemimpin mereka yang baru.
Pffft....
Stove yang sedang memakan roti bagiannya langsung terkejut dengan apa yang aku katakan barusan, dan bilang kalau dirinya kurang pantas untuk itu.
"kau sudah sangat layak dengan jabatan itu, dengan kumis tipis dan jabatanmu nanti, mungkin Elliya akan semakin mencintaimu." ucapku sambil menunjuk kearah Stove.
Pffft....uhuk..uhk..uhuk..
Stove kembali memuntahkan apa yang sedang ia telan, kali ini ia mengeluarkan susu sapi yang keluar dari hidungnya. "E..Elliya.. Katamu... Di..dia tidak mencintai ku... E.." jawab Stove dengan gagap dan muka memerah.
Setelah beberapa menit berdebat akhirnya beberapa orang terpilih menjadi 5 orang inti desa black rock.
__ADS_1
Elbert erick : ketua/kepala/pemimpin desa.
Stoven stone : wakil ketua
Elliya : bendahara
Edward : ahli strategi( mengurus tempat bangunan,pelindung, letak kebun dan ternak, dan jebakan untuk monster,Dll)
Gunther : pemimpin pasukan pertahanan
Dengan begitu 5 orang inti desa yang baru pun selesai ditetapkan. [ ah...masalah seperti itu saja ribet sekali ] dalam benakku aku menggaruk kepala ku.
setelah itu aku dan warga desa mulai merencanakan apa saja yang harus kami beli hanya dengan 30 koin emas, setelah semuanya telah selesai di bicarakan,kami kembali kerumah masing-masing untuk beristirahat, beberapa orang kusir ikut bergabung bersama dengan kami untuk membantu mengantarkan barang pesanan yang hanya bisa didapat di ibukota. Dan ada juga yang ingin bergabung menjadi salah satu warga desa kami karna tidak kuat hidup di ibukota.
Para kusir Yang ikut bergabung hanya untuk membantu kami :
Astov - mengantarkan barang yang di pesan warga
Rudi - membantu warga menuju ke kaki gunung gordon.
Alex - sama dengan rudi
Lily - sama dengan alex
Ryan - sama dengan astov
Para Kusir yang bergabung sebagai warga desa:
Aldo Suhyb
Nakajima Suga
Setiap kurir yang bergabung memberikan 10 koin emas kepada bendahara karena kemauan mereka sendiri. Sampai terkumpul 70koin emas dan jika ditambah dengan uang pemberian herald akan menjadi 100koin emas, jumlah itu cukup untuk membeli peralatan bertani, senjata, armor, pupuk, dan bibit tanaman.
Yeeeeaaaaah!!
Serentak semua orang berteriak sambil melemparkan apa saja yang ada di tangan mereka, Arifah yang sedang tidur di pangkuanku terkejut dan bangun dari tidurnya.
Aku hanya bisa tersenyum memandang mereka dari kejauhan, mereka begitu senang dengan pindahnya desa mereka,aku merasa kalau kami terus-menerus mengikuti raja itu maka hidup para warga akan menjadi lebih menderita dari sekarang, itu alasannya kenapa aku mengusulkan pergi ke wilayah netral,kaki gunung gordon.
"mulai sekarang perang yang sebenarnya akan dimulai." ucapku sambil menutup mata dan jatuh pingsan karena kelelahan.
--bersambung--
Note : Wilayah netral adalah wilayah yang tidak bisa di jangkau kerajaan manapun, wilayah ini hanya tersedia di kerajaan-kerajaan besar yang tidak mampu lagi mengawasi rakyatnya karna kendala jarak yang terlalu jauh dan jalur menuju ke wilayah itu yang berbahaya dan sulit untuk dilalui manusia, raja dan menteri-menteri pun setuju untuk menghapus wilayah tersebut dan memindahkan desa-desa yang ada ke wilayah kerajaan(jika pihak desa tersebut setuju). Contoh wilayah-wilayah netral yang ada di belahan dad-.. Dunia :
Encrases : gunung gordon dan wilayah di sekitarnya.
Ersantiel : Falling angel, sebuah dataran batu dengan jurang di sampingnya.
Verene : lapangan di tengah hutan pinus.
Jaziria : gurun cermin
__ADS_1