Sebuah Takdir

Sebuah Takdir
Shane Story Part 1


__ADS_3

Suara ricuh orang-orang terdengar jelas dari belakang sini, Tampak warga ibu kota yang menyoraki lelaki dan perempuan yang di arak warga, kedua orang itu menangis tak henti-henti.


"Aku tidak bersalah!!" Teriak sang wanita.


"Kami bukanlah sekte sesat!!" Teriak sang lelaki.


Tapi teriakan itu tak digubris sedikitpun oleh seorang pria yang duduk jauh di depan mereka, dia adalah raja kelima kerajaan Encrases, Aldebara'an De Truaft, sang raja menyeringai ke arah mereka berdua sampai arak-arakan itu berhenti di depan alat pancung.


"Ibu! Ayah!!.....!" teriak seorang anak kecil dengan jaket Ungu yang muncul dari kerumunan.


Saat sampai di depan tempat pancung kedua orang tersebut, anak itu melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.


Detak jantung anak itu terasa terhenti ketika melihat ayah dan ibunya di penggal menggunakan alat pancung, air mata nya keluar sangat deras, tangan nya mengepal kuat, ia menatap tajam pada sang Raja seakan ingin membunuhnya saat itu juga.


"Siaaalan!! Kau Truaaaft!" Anak itu mengeluarkan sebuah belati dari jaketnya lalu berlari kearah raja.


Cruuuaaaaat!! Cruuuaaat!! Cruuuuaaat!!


Dada anak itu ditusuk beberapa Tombak milik penjaga, anak itu tersenyum seakan merasa puas bisa mati bersama dengan ayah dan ibunya.


"A... Aku ikut... ayah... Bunda... , aku.. Sa.. Yang.. Kalian..." Anak itu mendekat kearah jasad ibu dan ayahnya dan memeluknya.


____________________________________


Shane membuka matanya dan bangun dari mimpi buruk tadi, Shane mendapati dirinya berada di dekat sungai jauh dari desa Black Rock tapi masih dalam jangkauan Protective Tree, ia melihat kesana kemari lalu memutuskan untuk kembali tidur.


"Andai aku mati hari itu, pasti aku akan terus bersama Kedua orang yang ku sayang." Shane tersenyum dengan sedikit air mata menetes dari matanya.


Shane merebahkan badannya ke tanah lalu menutup matanya kembali, berharap ia bermimpi tentang orang tuanya lagi.


"Kenapa kau menangis?" Tanya seorang gadis yang muncul disamping Shane secara tiba-tiba.


Shane membuka matanya dan mendapati seorang gadis manis dengan rambut panjang yang di ikat rapih ke samping, Shane tidak terlalu menghiraukan kemunculan gadis itu dan kembali menutup matanya.


"Apa mau mu?" tanya Shane dengan cuek.


"Entah lah~, bentar-bentar kau tidak terkejut dengan kemunculan ku?" Gadis sedikit terkejut dengan sikap Shane yang cuek sampe ke Akar.

__ADS_1


"Memangnya siapa kau?" Tanya Shane sambil membuka mata kanannya.


"Aku Dryad di sini." jawab gadis itu mencoba membuat shane terkejut.


"Oh hallo dryad, sekarang bisakah kau pergi dari sini." Shane memalingkan tubuhnya berlawanan dengan sang dryad.


"Huh.. Ngeselin!, manusia cepat sebutin namamu~" Dryad itu menggoyang-goyangkan tubuh Shane.


"Baiklah biar aku yang pergi." Shane bangkit dari tidurnya tanpa melirik kearah dryad.


"Heh... Sudah mau pergi?, kenapa?" Dryad itu tampak memelas.


Shane pergi tanpa menjawab atau pun melirik Dryad tersebut, ia berniat pulang kerumah dan tidur lagi sampai pagi tiba, Shane masih memikirkan tentang mimpi yang tadi ia alami.


"Benar-benar mimpi yang indah, coba saja aku mati hari itu." Keluh Shane.


Tanpa sengaja sang Dryad mendengar kata-kata Shane barusan, Dryad yang tadinya berniat untuk mengikuti shane sampai rumahnya, kini mengurungkan niatnya dan memandangi shane dari kejauhan.


____________________________________


Pagi hari...


Tanggal 14,bulan juni,1877


Semilir sejuk angin pagi dan silaunya terik matahari membuat Shane terbangun dari tidurnya.


"I will still A live!" ucap Shane pada dirinya sendiri.


"Aku sudah mengulangi kata-kata ini lebih dari 12 tahun ibu..." Shane tersenyum mengingat kenangan masa lampau ketika ia masih berusia 5-6tahunan.


____________________________________


Pukul 06.04


Tanggal 15,bulan februari,1865


Shane kecil masih tertidur nyenyak di kasurnya, ia memeluk bantal guling nya dengan erat sambil menutupi wajahnya, disisi lain ada ibunya yang sedang memperhatikan nya dengan raut wajah kesal sambil menggembungkan pipinya.

__ADS_1


Teng! Teng! Teng! Teng! Teng!


"Shine! Shine!, cepat bangun sudah bangun loh..." Ibu shane menggoyangkan tubuh shane.


"Aku tidak akan bangun kalau ibu tidak menciumku~" bisik shane sambil menyembunyikan wajahnya.


Kebetulan sekali ayahnya sedang berdiri di samping tempat tidur shane tanpa sepengetahuannya.


"Hoh... Kiss yah... Akan aku berikan sampai kau mabuk akan hal itu!" Ayah shane menarik shane dari tempat tidur lalu memeluknya.


"Aaa! Bukan kau gorilla!" Shane memberontak.


"Hah! Gorilla?, berarti kau monyet kecilnya!" Ayah shane mengelitiki dada Shane.


"Ahahahah!!!" Shane tertawa terbahak-bahak karna tidak bisa menahan rasa geli.


"sudahlah sayang, sebentar lagi Shine akan berangkat kesekolah." ucap ibu shane.


"Iya, iya~" jawab Ayah shane dengan nada lemas.


Keluarga Shane dulunya adalah keluarga yang sangat bahagia, ibunya bernama Marine dan Ayahnya bernama Braves, mereka tinggal di sudut kota Encrases, Braves bekerja sebagai tukang jahit di sebuah toko baju di kota, barves memiliki tampang Sangar dengan kumis tebal di bibirnya di tambah otot-otot tangannya yang besar dan proporsional ia semakin terlihat seperti preman pasar, namun... Di balik tampang sangarnya, Braves memiliki jiwa seorang gadis yang sangat melekat, bahkan dulu saat baru menikah dengan ibunya Shane braves sering membawa anak kucing pulang ke rumahnya dengan alasan mereka sangat imut, marine hanya bisa tersenyum dan menerimanya, ia berpikir bahwa sifat Braves lebih imut dari


Kucing yang ia bawa.


Marine sendiri adalah perempuan yang sangat ceria dan penuh dengan senyuman, wajahnya cantik dengan pipi tirus dan rambut panjang yang di ikat rapih, setiap ia senang atau bahagia marine selalu mengucapkan kata"Yeaay!" sambil melompat dan tersenyum ceria, di balik keceriannya marine adalah seorang pekerja keras, marine bekerja sebagai seorang Petani di pinggir kota encrases, sehabis panen biasanya Marine akan menjual hasil panennya di pasar, ia menjual berbagai jenis rempah-rempah, lobak, sayur, dan buah-buahan.


Suatu hari ada acara perayaan hari ulang tahun sang raja di alun-alun kota di dekat pasar, Marine sangat senang dengan diadakannya acara tersebut, karna ia bisa menjual banyak dagangannya disana, Marine di bantu braves dan Shane berjualan disana.


"Yeay!, akhirnya kita bisa menjual banyak sayuran disini sayang." Ucap marine sambil memeluk tangan Braves.


"Yah..., benar.." jawab Braves dengan malu-malu.


Author : sudah ku bilangkan Braves itu pria yang imut :v


Beberapa jam berlalu, sang raja pun datang untuk menyambut rakyatnya dan memulai acara tersebut, saat sang raja melewati kios milik marine, ia terpesona dengan senyuman marine yang menawan, karena saat itu marine terlihat sendirian tanpa ada Braves dan Shane di sampingnya, Sang Raja mengira bahwa marine belum menikah dan ia pun jatuh hati padanya.


Dan inilah awal rasa dendam shane pada kerajaan...

__ADS_1


-Bersambung-


Note author : Kedepannya bakal bahas latar belakang char-char dulu, soalnya kebanyakan char di novel ini punya cerita latar belakang yang suram, kejam, dan menyedihkan.


__ADS_2