
*** Happy Reading ***
Ira pergi meninggalkan mereka semua, kembali menuju tempat duduknya lagi.
“Ra, yang ini gimana sih, gue ngga ngerti deh yang bagian ini” ucap Ranzy menunjuk soal nomor dua.
“Yaudah lo duduk sini aja dulu Ran” ucap Ira.
Lalu Ranzy duduk disebelah Ira, Ira mengajari Ranzy cara mengerjakan soal nomor dua, ia memberikan penjelasan yang lebih mudah dimengerti hingga selesai.
“Terima kasih” ucap Ranzy tersenyum
“Sama-sama Ran” ucap Ira
“Nanti aku tunggu diparkiran ya, kita pulang bareng” Ucap Ranzy
“Yah.. Sorry gue bawa motor sendiri Ran, lain waktu aja ya” tolak Ira
“Yaudah kalo gtu nanti hati-hati ya pulangnya, jangan ngebut-ngebut bawa motornya. Jangan lupa kabarin aku kalau udah sampai rumah” ucap Ranzy
“Siap bos”
---
Sesampai nya dirumah Ira mengirim pesan pada Ranzy
To : Ranzy
Gue udah sampai dirumah dengan selamat Ran, lo hati-hati dijalan ya
Ira memainkan ponselnya Ia melihat pesan dari nomor yang tidak dikenal itu ternyata nomor Aria.
“Hmm.. ngapain sih dia ngirim pesan terus ke gue. Kalo ketemu aja sok jual mahal. Dasar cowok ga jelas” batin Ira
__ADS_1
Ia menyimpan nomor Aria diponselnya.
Lalu ia mengirim pesan pada Aria
To : Aria
Ada apa telpon gue?
Tidak lama kemudian pesan nya terbalas
From : Aria
Siapa yang nelpon lo? Ga penting banget tuh gue nelpon lo
Ira memfoto layar ponselnya dan mengirim pada Aria
To: Aria
-photo-
Nih lo yang nelpon gue, kalo emang ga ngerasa ya berarti s*tan kali yang telpon
---
From: Ira
Ada apa telpon gue?
Aria merasa tidak pernah melakukan panggilan telepon pada Ira, ia merasa ada yang aneh. Karena game nya sudah terlanjur kalah jadi ia segera membalas pesannya
To: Ira
Siapa yang nelpon lo? Ga penting banget tuh gue nelpon lo
__ADS_1
Tak lama kemudian pesan kembali masuk
From : Ira
-photo-
Nih lo yang nelpon gue, kalo emang ga ngerasa ya berarti s*tan kali yang telpon
Aria hanya memlihat pesan tersebut tanpa membaca nya karena ia ingin melanjutkan bermain game online nya bersama Rezi, Eki, Wahyu, dan Jimi.
Setelah selesai main game onlinenya Aria mengisi daya ponselnya. Ia melihat kembali pesan yang masuk dari Ira tadi. Seingatnya ia tidak pernah menelpon Ira sama sekali.
“Wah siapa nih yang nelpon Ira, kayanya ada yang isengin ponsel gue?” batin Aria
---
Matahari pagi mulai menyinari cahaya nya masuk kedalam kamar tidur Ira.
Ira membuka matanya perlahan melihat jam pada ponselnya menunjukkan pukul 7 pagi.
Hari ini perkuliahan dimulai pada pukul 10. Ira mempersiapkan diri menuju kampus, karena hari ini ada presentasi yang akan di tampilkan oleh kelompoknya maka Ira datang lebih awal untuk mempersiapkan presentasi kelompoknya.
Ranzy, Fauzi dan Ira mempresentasikan hasil pengamatannya. Terlihat para mahasiswa dan juga dosen memperhatikan materi presentasi, namun ada juga mahasiswa yang tidak memperhatikannya.
“Sekian presentasi dari kelompok kami, ada yang ingin bertanya?” ucap Fauzi
“Ya. Silahkan setiap kelompok boleh mengajukan satu pertanyaan, maksimal tiga kelompok. Dan kelompok yang presentasi di bolehkan melempar pertanyaan pada temannya, terutama yang tidak memperhatikan materinya, maksimal juga tiga pertanyaan” ucap dosen
Ranzy mencatat setiap pertanyaan yang diajukan oleh perwakilan kelompok lain, sedangkan Fauzi menyiapkan pertanyaan untuk diajukan pada mahasiswa yang tidak memperhatikan presentasinya, dan Ira melihat kembali siapa saja temannya yang tidak memperhatikan.
“Ada lagi yang ingin bertanya?” ucap Ranzy. Tidak ada jawaban dari teman-teman yang lain.
“Baik jika tidak ada yang ingin bertanya lagi maka saya akan mengajukan pertanyaan kepada..” ucap ira mengambil alih.
__ADS_1
Ira melihat semua teman yang tadi tidak memperhatikan presentasinya tiba-tiba berubah menjadi pucat.