Semua Karena Teman

Semua Karena Teman
Baik


__ADS_3

*** Happy Reading ***


"Ry siapa Ra?"


"Ry yang mana Ran?" Ira pura-pura tidak mengetahui.


"Tadi pas kamu tidur di kampus aku ga sengaja dengar kamu mengigau, kamu menyebut nama seseorang yaitu Ry, kamu terus saja memanggil - manggil namanya. sampai yang terakhir aku dengar kamu bilang 'Ry jangan pergi' aku hanya penasaran saja siapa orang yang kamu maksud, apa dia pacar kamu Ra?"


Lagi-lagi Ira hanya terdiam


"Kalau kamu ngga mau jawab pertanyaan aku yaudah gausah dijawab, kalau kamu belum siap berbagi cerita kamu ke aku jangan dipaksa Ra"


"Hmm.. jadi tadi gue ngigau ya. Jadi malu gue hehe. Dia bukan pacar gue kok Ran tapi ........


Ry itu mantan gue Ran" dengan berat hati Ira memberitahu siapa Ry sebenarnya.


Selama ini tidak ada satu pun teman dikampusnya mengetahui latar belakang Ira. Ia hanya ingin berteman dengan apa ada nya ia yang sekarang ini, ia tidak ingin ada orang dikampus nya sekarang ini mengetahui cerita tentang kehidupannya sebelumnya.


"Oh jadi tadi kamu nyebut nama mantan kamu, apa kamu masih sayang sama dia?" tanya Ranzy penasaran


"Kaya nya udah ngga deh. dan hal itu juga ga boleh terjadi, jadi sebisa mungkin gue ga boleh sayang lagi sama dia"


"Loh emang nya kenapa? harus nya kalo masih sayang jangan di tahan - tahan Ra"


"Hmmm... gue ga mau bahas itu Ran, biar ini jadi urusan gue sama dia aja"


"Jadi kalian belum putus?"


"Udah kok Ran, udah putus hampir setahun yang lalu"


"Maaf ya kalau aku bikin kamu sedih, aku ga ada maksud buat ngebahas masa lalu kamu. Jangan sedih lagi ya kan udah ada aku sekarang"


"Hehe gue udah ga sedih lagi kali Ran, gue baik baik aja. terima kasih ya lo udah mau jadi teman gue"


"Jadi aku cuma dianggap teman aja nih?"


"ngga juga sih"


"terus apa dong?"


"teman baikkkk hehehe"


"Yah sama aja dong Ra kalo begitu mah"


"Ya engga dong Ranzy, kan ada 'baik' nya. Berarti lo itu lebih dari temen biasanya hehe. oh iya Ran gue tutup dulu ya teleponnya. byeee"


Tanpa menunggu jawaban Ranzy, ia langsung menutup panggilannya. ia tidak ingin mengobrol lama lama dengan Ranzy karena ia tidak ingin mengingat luka nya kembali.


Ia melanjutkan meminum teh nya yang sudah mulai dingin. Ia menyeruput teh nya dengan nikmat sambil mendengar lagu di radio yang terus berputar. Terkadang ia ikut menyanyi ketika lagu yang dirasa pas dengan suasana hati nya


Kehilangan dirimu

__ADS_1


Menyakitkan nurani


Separuh nyawa terbawa


Menyisakan perih di hatiku


Baiknya semua kenangan yang terindah


Tak 'ku balut dengan tangis


Baiknya setiap kerinduan yang merajam


Tak 'ku ratapi penuh penyesalan


(Haa-haa...)


(Haa-haa-haa-haa...)


'Ku hanya terus berharap


Ini bukan kenyataan


Kau pergi tinggalkan dunia fana


Akhiri kisah asmara kita berdua


Baiknya semua kenangan yang terindah


Tak 'ku balut dengan tangis


Baiknya 'ku lepaskan segala kepedihan


Benarkah semua ini terjadi?


Betapa 'ku mencintai dirimu


'Ku tak kuasa menahan kesedihan yang begitu dalam


Baiknya semua kenangan yang terindah


Tak 'ku balut dengan tangis


Baiknya setiap kerinduan yang merajam


'Tak ku ratapi penuh penyesalan


Baiknya semua kenangan yang terindah


Tak 'ku balut dengan tangis


Baiknya 'ku lepaskan segala kepedihan

__ADS_1


(Haa-haa...)


(Haa-haa-haa-haa...)


(Ada band , Baiknya)


Buliran bening terus saja mengalir tidak tertahankan keluar dari matanya. Ia tidak bisa berhenti menangis ketika menyanyikan lagu itu.


Entah kenapa setiap ia melihat perlakuan laki laki yang akan mendekatinya ia selalu membanding bandingkan orang itu dengan Ry.


"Lo ga boleh egois Ra, lo ga boleh terus terus sedih begini, dia aja bisa hidup bahagia tanpa lo kenapa lo harus buang buang waktu lo buat mikirin dia yang ga pernah mikirin lo. Lo pantas buat bahagia, lo ga boleh begini terus. Ayo Ra lo harus bangkit" ucap Ira menyemangati dirinya sendiri.


---


Sesampainya dirumah Aria langsung mengganti pakaiannya, lalu ia menuju jalan raya didepan gang rumahnya untuk membantu ibunya yang sedang berjualan makanan.


Karena warung sedang sepi ia memilih bermain game online. Ia bermain game online bersama adik laki lakinya yang bernama Aji.


"Yah bang kuota gue abis, yah mati deh" ucap Aji


"Ah rusuh lo, bikin mati aja" ucap Aria kesal.


Ia meletakkan kembali ponselnya dan melayani pembeli yang ingin makan diwarungnya. ia sangat pandai melayani pembeli karena sudah sering membantu ibunya berjualan.


Semua pembeli yang datang sudah pergi, ia mencuci piring yang kotor dibelakang, ketika sedang mencuci piring teman lamanya datang ke warung.


"Wih bro makin rajin aja lo sekarang, gimana kabarnya? udah lama gue ga ketemu lo badan lo makin subur ya sekarang, bahagia kali ya lo dikampus ngeliat cewek cewek cakep" ucap teman Aria


"Cakep cakep apaan, biasa aja kali. Lo tau sendiri kan anak Pariwisata mah cewenya doyan make up semua, jadi ya mereka terlihat biasa aja"


"Wah wah wah ternyata lo belum bisa move on nih dari si Dyah kaya nya."


"Yeh, ga waras lo ya. Ngapain lo dateng kesini? cuma mau ngeledek gue aja?"


"Suudzon aja lo bro, gue kesini mau minta nomer Wh**sapp lo. kan katanya nomer lo yang lama ga bisa dihubungi gue mau masukin lo ke grup SMK kita"


"Iya nomor gue yang itu mati, bentar gue ga hafal nomor gue"


Aria membuka aplikasi chat nya,ia terkejut melihat chat nya dengan Ira. "sial si Eki masih aja iseng sama gue" gumam Aria


Bersambung....


Jangan lupa like,


jadikan karya ku sebagai favourite


dan berikan vote nya juga ya.


Tinggalkan jejak kalian juga di kolom komentar.


Aku sangat membutuhkan masukkan dan saran kalian dalam membuat karya ini, dukung aku terus ya para readers

__ADS_1


__ADS_2