
"Usaha terus Ran, pantang mundur" ucap Bina
"Ih apasih kalian malah jadi godain gue" ucap Ira
"Vik disini kuenya habis, jadi gue sama Ira mau keluar dulu cari toko kue. Lo tunggu disini aja dulu ya gue juga nyarinya yang deket deket sini aja" ucap Bina
"Biar Ira sama gue aja Bin yang cari kuenya" ucap Ranzy
Ira langsung melototkan matanya kearah Bina, memberikan kode agar Bina tidak menyetujuinya.
"Yaudah kalian aja gih yang cari kuenya, gue temanin Vika ya disini" ucap Bina menjulurkan lidahnya ke Ira
Ira menghembuskan napasnya secara kasar.
"Yuk Ra, kita cari biar ga kesorean nanti" ajak Ranzy
"Sebentar Ran gue ambil tas dulu" ucap Ira
Ira dan Ranzy keluar kafe menuju parkiran motor, tiba tiba saja Ranzy melepaskan jaketnya.
"Nih pakai, nanti kamu kedinginan kena angin" ucap Ranzy sambil memakaikan jaketnya ke pundak Ira.
Ira tidak ingin berdebat dengan Ranzy, karena memang angin juga cukup kencang.
Ranzy mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, angin berhembus sangat kencang hingga menusuk ketulang membuat Ira kedinginan.
"Habis dari rumah Ica kamu mau kemana lagi Ra?"
__ADS_1
"Gue langsung pulang Ran,kenapa?"
"Pulang sama aku aja ya Ra, jangan nolak pleasee" ucap Ranzy memohon.
"Ran coba berhenti ditoko kue yang itu ya" ucap Ira
"Oke siap ibu negara" ucap Ranzy
Ira memilih kue yang menurutnya cocok untuk diberikan kepada Ica dan ia juga memilih beberapa potong kue untuk dirinya sendiri.
"Ran lo mau kue nya juga ga? gue udah selesai pilih nih sekalian mau bayar" ucap Ira pada Ranzy yang sesang duduk memainkan ponselnya.
"Udah selesai ya? Nih mba pakai kartu saya aja" ucap Ranzy menyodorkan sebuat kartu ATM pada mba kasir
"Eh... kok gitu sih Ran, engga usah mba saya bayar cash aja"
Ira tersenyum manis, Ranzy yang melihat itu terpesona sampai tidak mengedipkan matanya, hingga mba kasir menyadarkannya
"Maaf kak, ini kue nya. Terima kasih kami selalu menunggu kedatangannya kembali" Ranzy terkejut lalu mengambil kue yang dibeli nya.
Bughhhh ..
Tidak sengaja Ranzy menabrak wanita dewasa yang cantik.
"Awwww..."
"Maaf mba saya tidak sengaja" ucap Ranzy
__ADS_1
"Ya ga apa apa, lain kali hati hati mas"
Ira yang sudah jalan duluan kearah pintu keluar menyadari jika Ranzy masih berada di meja kasir
"Ada apa Ran, kok masih disini? yuk nanti yang lain kelamaan nunggunya" ucap Ira
"Engga Ra, yukk kita balik" ucap Ranzy melengungkan bibir nya.
"Baby, kenapa?" ucap laki laki menghampiri wanita yang masih memegang bahunya.
Deggg....
Jantung Ira berdegub sangat kencang seperti mengenal dengan suara itu, namun ia enggan menoleh ke sumber suara itu
"Tadi ngga sengaja ke senggol orang, tapi ngga masalah kok. I'm fine"
"Lain waktu hati hati baby"
Ira semakin penasaran dengan suara yang ia dengar, akhirnya ia menoleh ke sumber suara tersebut dan ya hatinya merasakan sesak.
"Kemarin minta maaf, lalu sekarang kamu mengulangi nya lagi. Sudah terlalu banyak kata maaf darimu sampai aku tidak tahu lagi mana kesalahan yang benar benar kamu sesali, aku benci kamu benar benar benar benci. Hati aku benar benar sakit, jahatmu tidak akan pernah hilang" gumam Ira
Setelah merayakan ulang tahun Ica, Ranzy langsung mengantarkan Ira pulang kerumahnya.
"Makasih Ran, kabarin gue ya kalo lo udah sampai dirumah. Hati hati dijalan, jangan selap selip kasian motornya kalo kenapa kenapa hehe" ucap Ira diiringi senyuman manisnya
"Iyaudah aku pulang dulu ya Ra, nanti pas aku udah sampai rumah pasti aku kabarin kamu dan aku juga pasti nya hati hati, dahhh cantik" ucap Ranzy sambil menyalakan mesin motornya.
__ADS_1
Di perjalanan pulang Ranzy terus membayangi wajah Ira, "dasar perempuan susah sekali ditebak".Ranzy