
"Sayang bangun yukk... Udah sore nih, ga baik anak gadis tidur jam segini" ucap Mama Ira membangunkan anak sulungnya yang sangat sulit untuk dibangunkan itu.
"15 menit lagi ya ma" ucap Ira
"15 menit lagi udah maghrib sayang, sekarang aja yuk bangun dulu terus kamu mandi. Ada yang mau mama tanyain nih kekamu"
"Tanya apa ma? kenapa ngga tanya sekarang aja coba?"
"Ya makanya kamu bangun dulu dong, gimana mama mau tanya kalau kamu masih merem matanya sambil meluk guling gitu" ucap Mama Ira menggelengkan kepalanya melihat anak gadisnya yang selalu susah untuk bangun dari tidurnya.
Ira bangun dari tidurnya, duduk menyenderkan kepalanya ke dinding namun dengan mata yang masih terpejam.
Setengah jam kemudian Ira bangun lalu segera membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan dirinya ia keluar kamar dan turun menemui keluarganya yang sudah berada dimeja makan.
"Teteh, adek mau tanya dong?" ucap Yura adik Ira yang pertama.
"Mau tanya apasih? tadi mama mau tanya, sekarang adek juga mau tanya" ucap Ira sambil mengambil lauk kesukaannya yaitu udang sambal balado yang sudah tersedia dimeja makan.
"Iya adek juga mau tanya" ucap Rani adik Ira nomor 2.
"Pada kenapa sih? kok jadi pada mau nanya ke teteh? bisa ga kalo sekarang kita makan dulu aja? teteh udah laper dari siang belum makan" ucap Ira geram.
"Udah, udah. Kok kalian jadi pada malah ribut dimeja makan. Selesaikan makan kalian dulu nanti dilanjut ngobrolnya setelah makan" ucap Mama Ira menengahi.
Setelah makan malam selesai mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Ira duduk santai menonton acara memasak ditelevisi sambil asik memakan camilannya.
"Teh adek kan mau tanya ih, dari tadi ga direspon" ucap Yura yang datang membawakan 2 gelas jus jeruk.
__ADS_1
"Iyaaaa, Yura mau tanya apa?"
"Itu yang didepan karangan bunga punya siapa teh?" ucap Yura
"Nah Adek juga mau tanya itu tadi kak sama teteh" ucap Rani
"Mama juga mau tanya hal sama kaya adek kamu" ucap Mama
"Ihh aku ngga tau itu bunga punya siapa, aku pikir itu dari temannya Papa Ma, soalnya tadi mas nya ga bilang siapa yang ngirim" ucap Ira masih asik makan camilannya.
"Masa karangan bunga dari temannya Papa tulisannya begitu sih teh, ada ada aja" ucap Yura
"Emang tulisannya apa?" tanya Ira
"Teteh emangnya ngga bisa lihat ya? tulisannya sebesar itu masa ngga kebaca?" bukan menjawab Rani malah memberikan pertanyaan pada Ira
"Sumpah tadi tuh pas pulang kuliah aku udah ngantuk banget, jadi aku ngga ngeh ada tulisannya" ucap Ira yang langsung berdiri lalu berjalan menuju teras rumah nya untuk melihat tulisn dikarangan bunga tersebut.
"Ada apa sih teh, pake teriak teriak segala"
"Ini apa sih maksudnya? karangan bunga nya dari siapa?" "kok tulisannnya alay begini, ihhhhh" ucap Ira
Ira masuk kembali kedalam rumah, lalu menuju kekamar untuk mengambil ponselnya yang sedang di charger.
Ira menyalakan ponselnya dan menunggu sampai menyala. Ia membuka aplikasi Whats*pp ada beberapa chat masuk, namun yang menjadi perhatiannya hanya tertuju pada satu orang.
Ia membuka pesan tersebut.
__ADS_1
"Dear Bee ku tersayang,
Maafin aku ya, maaf atas segala kesalahan yang selama ini udah aku perbuat. Aku sadar kesalahan aku terlalu besar untuk dimaafkan, tapi apa salahnya untuk aku selalu mencoba meminta untuk dimaafkan.
Aku sangat mengharapkan maaf darimu, sungguh aku menyesal. Aku tidak tahu kalau akhirnya kalian harus tersakiti karna aku, sungguh aku sangat menyayangimu.
Bunga itu mewakili aku yang tidak ingin kau lihat kehadirannya.
Dari aku orang yang penuh penyesalan dan akan tetap menyayangimu
-Ry-"
Tak terasa, lagi lagi cairan bening itu keluar dari mata Ira.
"Kenapa harus gini lagi sih Ry?" gumam Ira
Ira berjalan menuju kamar mandi, ia membersihkan muka terlebih dahulu. Lalu ia turun kembali menemui keluarganya, ternyata Papanya sudah pulang kerumah.
"Ra, itu bunga dari siapa?" tanya Papa
"Itu dari temen aku Pah," ucap Ira
"Kok temen kamu kirim bunga tulisannya begitu?"
"Iya dia cuma iseng aja, tadi kita salah paham dikampus" jawab Ira asal
"Temen nya cewek apa cowok teh?" tanya Yura
__ADS_1
"Cewek"
"Hahahahahahaha mana ada temen cewek ngirim karangan bunga ke temen ceweknya juga bilang 'Maafin Aku Ya Bee Sayang', anak SD juga tau teh kalo itu pasti dari pacarnya teteh" ucap Yura yang disertai tawa seluruh anggota keluarganya.