Semua Karena Teman

Semua Karena Teman
Suka Sama Pacarnya Sahabat


__ADS_3

"Lo yakin mau ikut? cewe cewe semua loh" ucap Vika


"Iya kalian ga masalah kan kalau gue ikut gabung?" ucap Ranzy


"Ya kalau lo ga risih dengan perkumpulan para cewe cewe sih gak apa apa Ran, lumayan kan kita ada yang fotoin hehehe" ucap Vika


"Oke ga masalah, thank you ya" ucap Ranzy


"Eh ngomong ngomong sebentar lagi kan kita ujian akhir semester nih, katanya ujian praktek mata kuliah Continental Cuisine kita disuru buat set menu makanan dari appetizer sampe dessert loh. Kalian mau bikin apa?" ucap Bina


"Gue belum kepikiran, bikin apa ya kira kira?" ucap Vika


"Sama gue juga belum kepikiran" ucap Herti


"Jangan dipikirin, buat makanan yang udah pernah kita pelajari aja" ucap Ranzy


"Tapi kita kan ga cuma buat menu nya aja, buat planning product sampai costingan nya juga tau" ucap Bina


"Hmm, buat yang gampang aja jangan buat yang terlalu ribet. Buat makanan yang ga memerlukan banyak bahan" ucap Ira


"Apa ya?" ucap Vika


"Gampang, buat aja appetizer nya salad bisa fruit salad atau ngga green salad, terus soup nya bikin aja sweet corn soup, atau onion soup bisa juga cream soup dengan mix vegetable atau brokoli soup. Main course nya bisa mashed potato, mix vegetable, daging steak wagyu dengan mushroom sauce atau bisa juga buat fried fish and chips with lemon sauce. Dessert nya buat panacotta aja atau ngga bread butter puding. Selesai deh" ucap Ira


"Wah iya benar juga lo Ra, gampang, simple dan ngga banyak bahannya" ucap Bina


"Yaudah yuk ke kelas sebentar lagi masuk nih" ucap Herti


Mereka berlima berjalan menuju kelas, setelah tiba didepan kelas tidak sengaja Ira menginjak tali sepatu Ranzy yang lepas, Ranzy menghentikan langkahnya lalu Ira menubruknya dari belakang dan dibelakang Ira ada seseorang yang menubruk dirinya juga


Dug...


"Aww.. sakit banget. Lo kenapa sih Ran berhenti mendadak kan jadi sakit tau" Ira memegang dahinya


"Kamu menginjak sepatu aku Ra, coba deh kamu lihat tuh" ucap Ranzy menunjuk kearah kaki Ira


"Kalau jalan yang bener dong, main berenti mendadak aja. Ngga lihat apa dibelakangnya ada orang nih" ucap Aria


"Oh iya, hehe maaf ya gue ga sengaja Ran, lagi sih tali sepatu lo berantakan gitu. Gue kan juga ga lihat" ucap Ira mengabaikan Aria


"Minggir kali gue mau lewat" ucap Aria


Aria berjalan memasuki pintu ruang kelas dengan kasar ia menyenggol tangan Ira lumayan kencang hingga membuat Ira kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh


"Sorry gue ga sengaja" ucap Aria menahan tangan Ira.

__ADS_1


"Sakit tau" ucap Ira


"Iya maaf, lo nya ga mau minggir sih jd gue ga muat masuk kedalam nya" ucap Aria


Mereka lanjut memasuki kelas dan duduk ditempat nya masing masing. Ketiga teman Ira hanya menggelengkan kepalanya melihat drama memasuki ruang kelas yang baru saja terjadi.


"Cinta segitiga emang ribet" gumam Herti


Ditempat duduknya Ira memijat mijat pelan tangannya sendiri, ia merasakan sakit dilengan bagian kanan sehingga ia tidak bisa menulis rangkuman dari penjelasan dosen. Ia mengeluarkan ponsel dari tasnya untuk merekam materi yang diberikan dosen pengajar tersebut.


"Sial banget sih gue hari ini, udah semalam gue mimpi buruk sampai kesiangan uts, pas mau berangkat kekampus mau ditabrak orang, kena macet distasiun sekarang lengan gue sakit gara gara si Aria" gumam Ira


Setelah perkuliahan selesai Ira tidak langsung pulang kerumahnya, ia ke bingungan bagaimana caranya oa dapat pulang mengendarai motornya. Ira masih duduk dibangku kelasnya itu, masih banyak teman teman yang lain didalam kelas tersebut.


"Tumben lo Ra ga langsung balik" ucap Ilyas


"Maunya sih langsung pulang tapi nanti dulu deh tangan gue sakit banget dari tadi, yang ada nanti gue jatoh lagi pas ngendarai motor" ucap Ira


"Tangan lo kenapa emangnya Ra, lo habis jatuh?" ucap Ilyas


"Engga jatuh, tapi kesenggol sama si Aria" ucap Ira kesal.


"Kasihan sekali hahahaha yaudah yuk gue antar pulang, mau ga?" ucap Ilyas


"Motor gue gimana Yas?" ucap Ira


"Engga mau ah, besok gue kekampusnya ribet. Udah biarin aja nanti gue pulang sendiri aja bisa kok Yas" ucap Ira


"Bentar gue tanyain dulu, ada ga yang mau gue suru bawa motor lo pulang" ucap Ilyas


Ilyas pergi meninggalkan Ira, ia menyuru Ira untuk menunggunya didalam kelas saja. Ia ingin mencari Aria untuk bertanggung jawab mengantarkan Ira pulang sampai kerumah.


"Ar, ikut gue yuk. Gue mau antar cewe gue pulang" ucap Ilyas


"Hah sejak kapan lo punya cewe? Siapa cewe lo?" ucap Aria terkejut


"Sejak hari ini, yaudah ayo ikut gue antar dia jangan banyak tanya lagi" ucap Ilyas


"Ah itu kan cewe lo, lo aja yang antar. Kenapa jadi gue yang harus ikut lo?" ucap Aria


"Yeh... ini anak. Tiba tiba dia sakit tadi jadi gue ga tega kalo dia pulang sendiri, soalnya hari ini dia juga bawa motor" ucap Ilyas


"Terus?" ucap Aria


"Ya lo bawa motor gue, gue nanti boncengan naik motor dia. Yaudah ayo kasihan dia udah nungguin gue dari tadi" ucap Ilyas

__ADS_1


"Ribet lo, motornya tinggal aja dikampus gitu aja kok repot" ucap Aria


"Gue udah kasih saran begitu, tapi dia gak mau. Gitu banget lo jadi temen gue" ucap Ilyas


"Yaudah ayo" ucap Aria


Aria dan Ilyas kembali kekelas mereka sebelumnya. Aria menebak nebak siapa cewe yang berhasil ditakhlukan untuk menjadi pacar sahabatnya yang sejak dibangku SMK itu, yaitu Ilyas.


"Mana pacar lu Yas" ucap Aria


"Tuh dia lagi nungguin" ucap Ilyas menunjuk kedalam arah kelas


Deg...


Ada rasa yang berbeda ketika Aria melihat arah yang Ilyas tunjukan. Cewe yang berhasil ditakhlukan sahabatnya ialah Ira. Tiba tiba jantung Aria seperti berhenti berdetak, sesak dirasakannya.


"Ira pacarnya Ilyas? sejak kapan? kenapa mengetahui ini begitu sesak?" batin Aria


"Loh Yas, kok lo sama dia? Mau ngapain?" ucap Ira


"Iya gue minta bantuan dia untuk bawa motor lo pulang, yaudah yuk kita pulang" ucap Ilyas


Ilyas membantu Ira merapikan barang barang yang ada di atas mejanya untuk dimasukan kedalam tas Ira, Aria hanya terdiam melihat kedekatan mereka. Ilyas juga membantu Ira membawa tasnya.


"Aria, ayo balik" ucap Ilyas menepuk pundak Aria


"Sini kunci motornya" ucap Aria


"Yas kunci motornya ada diresleting tas yang paling depan, tolong ambilkan" ucap Ira


"Nih lo pake motor gue aja, biar gue sama Ira naik motornya Ira aja" ucap Ilyas memberikan kunci motornya pada Aria


"Yas gue tunggu didepan aja ya, lo tau kan motor gue yang mana? ada diparkiran belakang" Ucap Ilyas


Ilyas menganggukan kepalanya, ia mengambil motor Ira diparkiran belakang.


Mereka bertiga pergi meninggalkan kampus menuju ke rumah Ira, diperjalanan Ira banyak tertawa bersama Ilyas. Aria yang melihat keakraban mereka semakin merasakan sakit seperti cemburu.


"Ya kali gue suka sama pacarnya sahabat gue sendiri" ucap Aria


------------


Jangan Lupa Like dan Vote nya ya kak!


Tinggalkan jejak kalian juga di kolom komentar.

__ADS_1


Saran dan masukkan kalian sangat berarti.


Terima Kasih💕


__ADS_2