
"Eh Ra ngomong-ngomong Lo mau magang di mana?" ucap Vika
"Belum tahu sih Vik, gue belum kepikiran mau magang dimana, nanti aja deh setelah Rekor Muri" "lagi juga gue belum tau bakalan magang disemester 3 atau 4"
"Gue yakin Lo bakalan magang di semester 3 Ra, secara meskipun lo dari SMA prestasi lo ga kalah kok dari anak yang dari SMK jurusan Tata Boga"
"Tapi gue belum siap, kaya dasar dasar nya gue masih kurang. Lagian semester 2 aja belum udah mikirin magang segala"
"Iya sih semester 2 belum tapi kan apa salahnya kalau misalnya kita udah mikirin magang dari sekarang toh nantinya lu masih bisa belajar di semester 2" ucap Vika " gue yakin kita pasti magang di semester 3 jadi kita harus siapin dari sekarang"
"Ya ya ya baiklah. Nanti gue pikirin lagi mau magang di hotel atau restoran mana"
Ira dan Vika berjalan menuju kelas, di koridor bertemu dengan asisten dosen yang memberitahukan bahwa seluruh mahasiswa yang ditunjuk untuk menjadi perwakilan dalam acara rekor muri harus berkumpul di dapur kampus.
"Dek, kamu yang anggota untuk rekor muri kan?" ucap asisten dosen
"Iya kak"
"Saya mau kasih Info nanti jam 9 kumpul dulu ya di kitchen kampus, tolong info ke teman lainnya juga ya"
"Oke kak" Ira menganggukan kepalanya
Ira dan Vika melanjutkan langkahnya menuju kelas, mereka sangat serius mengikuti perkuliahan kali ini karena membahas tentang segala persiapan untuk menjalani magang disemester 3 nanti.
__ADS_1
Magang ini memang di tentukan dari nilai prestasi di semester 1, maka dari itu semua mahasiswa semester 1 berlomba lomba untuk mendapatkan nilai prestasi diatas 3,00.
Setelah mendengar penjelasan dari dosen, para mahasiswa yang terpilih sebagai anggota rekor muri berkumpul kembali di kitchen kampus membahas tentang segala teknis yang akan dijalankan nantinya.
Satu persatu mahasiswa terpilih mulai berdatangan, setelah semua mahasiswa terpilih datang semua rapat pun dimulai.
“Hallo semua, semoga kalian sehat selalu ya” ucap Asisten Dosen
“Pertama-tama saya akan membagikan nama nama siapa saja yang berkelompok terlebih dulu ya. Kelompok 1 ada Vika, Hendra, Adi, Dani, Dika dan Tia. Kelompok 2 ada Ira, Ilyas, Gema, Jimmy, Dwi, dan Aria …” sampai Kelompok 4 selesai disebutkan Ira terlihat tidak semangat karena harus sekelompok dengan orang yang ingin ia hindari.
"Kenapa harus sekelompok sama dia, bikin males aja" gumam Ira
“Silahkan kumpul dengan kelompoknya masing masing ya” ucap Asisten Dosen. Setelah diberi tahu tentang segala peraturan dan penjelasan tentang apa saja yang akan dibuat nantinya mahasiswa terpilih itu segera pulang meninggalkan kampus.
Sesampainya di rumah Ira langsung menuju kamar, menghempaskan tubuh yang terasa sangat lemas.
“Ih… pada kemana sih, ganggu orang mau istirahat aja. Ngga tau apa kalo gue juga baru pulang capek!” gerutu Ira sambil melangkahkan kakinya menuju pintu rumah
Ceklek, pintu rumah terbuka. Menampilkan seorang laki-laki yang berdiri membelakangi pintu.
“Cari siapa ya?”
“Sore mbak, maaf apakah benar ini rumah ini Ira Aryani”
__ADS_1
“Iya mas betul, ada apa ya?”
“Saya kurir pengantar bunga mba, ini bunganya mau diletakan dimana ya mba?”
Ira berjalan keluar bersama kurir tersebut ke depan pagar. Terdapat 2 buah karangan bunga yang ditutupi dengan plastik besar.
“Hahhhhh…. Besar banget bunganya mas, ini dari siapa yang ngirim? Saya ngga merasa pesan bunga soalnya”
“Maaf mbak, saya hanya ditugaskan mengantar saja mbak. Disini juga tidak tertulis nama pengirimnya”
“Hmm.. yaudah mas taruh aja disana” ucap Ira menunjuk teras rumahnya”
Setelah mas kurir meletakan karangan bunga tersebut lalu ia membuka plastik penutup bunga itu.
“Mbak, tolong tanda tangan disini ya sebagai bukti penerima” kurir menyodorkan pulpen dan kertas nota.
Setelah kurir pengantar bunga itu pergi Ira masih belum melihat kembali tulisan karangan bunga yang terletak diteras rumahnya, karena masih merasa sangat lelah jadi ia langsung kembali menuju kamarnya.
“Siapa ya yang ngirim bunga itu? Kurang kerjaan banget. Ngga ada momen apa apa pake segala ngirim karangan bunga sebesar itu” ucap Ira sambil merebahakan dirinya diatas kasur dan akhirnya tertidur.
“Wah… ada apa nih dirumah kita? Kok ada karangan bunga segala mbak?” Tanya Mama Ira yang baru saja pulang dari supermarket bersama Mbak Vivi
__ADS_1
“Saya juga ngga tau bu, mungkin dari kerabatnya bapak di kantor bu” ucap mba Vivi sambil membuka pagar
Mama Ira dan Mbak Vivi masuk kedalam dan membaca tulisan dikarangan bunga tersebut, mama Ira hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “dasar anak muda, kelakuannya ada ada aja”