Semua Karena Teman

Semua Karena Teman
Couple


__ADS_3

"Harusnya aku benci Ry sama kamu, aku benci sama dia juga, aku ingin sekali membencimu tapi rasa sayang aku padamu terlalu besar hingga bisa mengalah kan rasa benci ini untukmu" ucap Ira


Ry hanya terdiam membiarkan Ira mengeluarkan isi hatinya, ia melihat jelas terdapat kesedihan yang mendalam di mata Ira.


"Aku kecewa Ry sama kamu, aku benci Ry sama kamu" ucap Ira yang tidak bisa menahan mulutnya lagi, bulir bulir bening keluar begitu saja dari matanya.


Ry memegangi tangan Ira, ia ingin menenangkan hati Ira namun tetap saja Ira terus mengucapkan bila ia menbenci dirinya. Ia mengusap usap tangan ira lalu mencium tangan Ira sebagai tanda ia menyesal dan sebagai permohonan maafnya.


Setelah menempuh waktu 45 menit mereka sampai di mall B, mereka memarkirkan kendaraannya lalu masuk ke dalam mall tersebut.


Karena waktu masih sore live music belum dimulai, Ry mengajak Ira ke salon terlebih dahulu, karena ia ingin mengenang waktu mereka bersama dulu.


"Ke salon dulu yuk, kita creambath Bee kan enak tuh di pijit pijit kepalanya supaya rilex kamu, kamu inget ga Bee dulu kamu paling suka ngajak aku kesalon padahal aku malas sekali menunggu disalon lalu karena aku malas cuma sekedar nunggu kamu disalon akhirnya kamu nyuru aku ikut creambath juga"


"Kamu lagi berusaha nyogok aku ya?"


"Yaudah yuk kita kesalon aja dulu,kamu boleh bebas memilih perawatan apa saja yang kamu mau Bee"


"Hmm baiklah, lumayan lama juga aku ga pernah datang kesalon lagi"


"Kamu takut ingat sama aku terus ya bee? " goda Ry


"Jujur aja deh Bee"


"Ge'er banget kamu" ucap Ira seraya menjulurkan lidahnya meledek.


"Yasudah yuk kita kesalon sekarang"


Ira memilihkan paket untuk mereka berdua mencuci rambutnya, ia memilih paket yang paling lengkap. Ry sampai ketiduran karena keasikan dipijit.


Setelah selesai Ry membayarkan tagihan mereka lalu keluar salon. Mereka berjalan keliling mall layaknya sepasang kekasih, berjalan bergandengan tangan dan sangat mesra.


Tidak sengaja Ry melihat sebuah sepatu didalam department store, ia melangkah menuju departement store dan menghampiri tempat sepatu tersebut.


"Bee ini bagus ga?"


"Nggak, itu ga bagus" ucap Ira berbohong, karena ia tidak ingin Ry menambah koleksi sepatunya lagi.


"Tapi aku belum punya warna ini Bee"


"Kamu boros banget sih Ry, sepatu kamu aja masih banyak yang belum kamu pakai sekarang kamu malah mau beli lagi" ucap Ira


"Ciyeee diam diam kamu masih perhatian sama aku" goda Ry


"Aku mau ketempat kosmetik dulu ya" ucap Ira


"Ya sudah kamu kesana duluan aja nanti aku susul kesana, aku mau ke toilet dulu sebentar aja"


Ira berjalan menuju tempat kosmetik, ia memilih beberapa macam cream dan lotion untuk perawatan wajah dan tubuhnya, setelah memilih ia menerima nota dari salesnya dan menuju kasir.

__ADS_1


"Sini notanya biar aku yang ke kasir kamu duduk dulu aja ya disana" ucap Ry menunjuk kursi ditempat kosmetik


Ira tidak bisa menolak ketika Ry ingin membayar belanjaannya karena dari dulu ketika mereka masoh berpacaran Ry selalu ingin memanjakan Ira dengan cara apapun.


"Ini Bee punya kamu, dan ini juga untuk kamu" Ry memberikan 2 kantong belanjaan.


"Loh perasaan tadi aku hanya membeli kosmetik aja, kenapa jadi ada dus sepatu juga disini?"tanya Ira


"Hehehe, maaf aku tadi ga ke toilet tapi aku milih ini. aku minta cariin nomor ukuran kamu dan dapat. Jadi aku beli dan aku mau samaan dengan kamu Bee."


"Terlalu berlebihan kamu Ry, aku ga suka kamu kaya gini" ucap Ira dengan nada lirih


"Udah aku beli dan ga mungkin dibalikin ke storenya. jadi kamu jangan marah ya dan terima aja biar kita couple an" ucap Ry


"Ya ya ya, terima kasih Ry" ucap Ira dengan memberikan senyum terpaksa


Dia masih saja tidak berubah masih saja suka memaksakan kehendaknya, dasar Ry. Sungguh hal ini akan semakin mempersulit aku melupakan kamu Ry. batin Ira


Mereka melanjutkan jalannya kembali menuju ke super market terlebih dahulu untuk membeli beberapa camilan dan langsung menuju panggung live music.


Ira dan Ry memilih barisan nomor 2 dari panggung. Ira duduk membelakangi panggung karena ia tidak ingin terlalu dekat dengan speaker.


"bee aku beli minuman bubble dulu ya, kamu tunggu disini aja. kamu mau rasa apa?"


"Terserah kamu aja"


"Hayy broo, udah lama kita ngga nongkrong bareng nih. Apa kabar lo? makin tinggi aja nih kayanya. Duduk disini aja bro masih kosong" ucap sekumpulan laki laki dimeja.


"Gue baik kawan, gimana kabar kalian?" ucap laki laki tinggi yang membawa secangkir kopi ditangannya


"kaya yang lo liat sekarang kita baik baik aja,sibuk sekali kayanya kawan kita yang satu ini sampai tidak ada waktu untuk kumpul"


"Iya nih, tugas kuliah gue banyak menjelang akhir semester."


"Sibuk tugas kuliah atau sibuk berpacaran nih bro? hahaha" goda sekumpulan laki-laki


"Masih proses Bay, doain aja supaya lanjut"ucap laki laki tinggi


"Ceweknya cantik ga?"


"Cantik, baik, pintar, beda deh dari yang lain"


"Hati hati kawan, cantik tidak menjamin"


Para lelaki itu masih saja melanjutkan obrolan mereka, Ira yang tidak sengaja mendengar hanya tertawa kecil sambil memainkan game di ponselnya.


Ternyata, laki laki kalau kumpul hampir sama hebohnya kaya perempuan ya. gumam Ira


"Bee ini minumannya, kamu lagi ngapain sih aku udah didepan kamu juga tapi kamu malah asik main ponsel"

__ADS_1


"Yaudah simpan diatas mejanya aja dulu, aku lagi main game seru banget"


Live music dimulai MC yang memandu acara tersebut menyebutkan nama nama band yang akan tampil.


Ira melihat ke arah panggung dan tidak sengaja menyenggol tangan laki laki yang duduk dibelakangnya.


"Sorry" ucap Ira seraya membalikan badannya


laki laki didepan nya tidak menjawab.


Hmm kaya kenal deh ini orang, gumam Ira


Band pengisi menyanyikan lagu - lagu yang membuat para penonton ikut bernyanyi sesekali Ira juga ikut bernyanyi.


"Sifatmu nan slalu


Redakan ambisiku


Tepikan khilafku


Dari bunga yang layu


Saat kau disisiku


Kembali dunia ceria


Tegaskan bahwa kamu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki"


Ry sesekali memegang tangan Ira, ia juga ikut menyinyakan lagu tersebut.


"Kamu anugerah terindah yang pernah kumiliki" ucap Ry mengusap usap punggung tangan Ira dan ingin mengecupnya namun Ira segera melepaskannya.


"Stop Ry...." ucap Ira dengan nada Tinggi

__ADS_1


__ADS_2