
Hai Readers kesayanganku, jangan lupa like dan vote nya ya.
Tinggalkan jejak kalian juga di kolom komentar.
Aku sangat membutuhkan masukkan dan saran kalian dalam membuat karya ini, dukung aku terus ya para readers .
*** Happy Reading ***
“Ngaco lu jadi orang, orang gue ga ada apa apa sama si Ira. Bikin gosip aja lu” ucap Aria sedikit tinggi.
Aria menutup panggilan teleponnya. Ia membuka aplikasi ruang chat lalu mengirim pesan kepada Ira.
“Sorry gue ga tau apa-apa. Yang tadi ngirim chat bukan gue tapi itu si Eki, tadi ponsel gue di charger di kostan dia. Emang dia ngirim apa ke lo ?”
Ira yang baru saja ingin memejamkan matanya merasakan getaran dari ponselnya. Ia melihat ada pesan masuk.
From : Aria
Sorry gue ga tau apa-apa. Yang tadi ngirim chat bukan gue tapi itu si Eki, tadi ponsel gue di charger di kostan dia. Emang dia ngirim apa ke lo ?
Ia membaca dan segera membalasnya
“Oh ternyata bukan lo. Hmm lain kali ponselnya dikunci dong biar ga dibuka buka orang.
-photo-
Dia ngirim begitu”
From : Aria
Maaf ya kalo lo jadi merasa terganggu gara gara ada nya pesan itu.
“Iya gapapa lain kali di privasiin biar ga gampang di buka orang.”
From : Aria
Iya maaf ya Ra. Selamat malam, selamat Istirahat.
“Ya” Ira membalas pesan Aria dengan cuek.
__ADS_1
"Ternyata ngeselin banget lu ya jadi cewe" batin Aria
Malam semakin larut, namun Ira masih saja enggan menutup matanya. Menurutnya kesunyian malam merupakan waktu yang tepat untuk merenungkan segala apa yang telah terjadi dalam hidup ini. Apa menurut pada readers juga begitu?
Ira bersyukur saat ini ia sudah bisa sedikit melupakan kejadian-kejadian buruk yang pernah terjadi di masa lalu.
Ia mencoba beberapa kali memejamkan matanya hingga akhirnya ia terlelap hingga pagi.
Kring … Ranzy menelepon Ira.
“Ya Ran. Ada apa?”
“Morning Ra, baru bangun yah? Hari ini kelas kan agak siang bareng yuk kekampusnya”
“Ya, morning. Hmm nanti lo kejauhan Ran kalo harus jemput gue dulu”
“Ga apa apa Ra, kan sekalian jalan juga tetep searah kok” bujuk Ranzy
“Ya sudah kalo gitu, gue tutup dulu ya telponnya, gue mau mandi dulu. See you”
“Iya cantik, see you too”
Ira meletakkan kembali ponselnya. Ira menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi ia hanya memakai kimono handuk lalu duduk didepan meja riasnya, seperti biasa ia memoles wajah nya dengan sedikit foundation dan bedak tabur serta lip balm dan liptint nya yang membuat penampilannya tampak lebih segar.
Ia mengganti pakaiannya dan menyiapkan barang yang mau dibawa kekampus.
Ira menunggu Ranzy di meja makan, sebelum Ranzy menjemput Ira melakukan sarapannya terlebih dahulu. Ia menghabiskan makanannya dengan cepat karena tidak ingin membuat Ranzy menunggu lama.
“Udah siap?” Tanya Ranzy
“Udah nih yuk kita berangkat, nanti malah kesiangan lagi”
Sepanjang perjalan mereka terdiam tidak ada obrolan sedikitpun. Dijalan Ira melihat iklan gambar kue lapis legit, ia terus membayangkan gambar kue lapis legit tersebut dan meminta Ranzy untuk membelokkan motor nya menuju toko kue.
“Ran didepan sana kita belok dulu ya, mau ke toko kue itu sebentar aja kok” ucap Ira menunjuk toko kue
“Mau beli apa emangnya Ra?”
“Mau beli kue lapis legit Ran, lo mau ga?"
__ADS_1
"Hmmm... gausah deh Ra, gue ga terlalu suka yang manis manis"
"Berati lo ga suka dong sama gue" tanya Ira
"Loh kok gitu?"
"Iya gue kan manis, tadi lo bilang ga suka manis ya berarti lo ga suka gue dong" ucap Ira sembari menjulurkan lidah meledek, membuat Ranzy tersenyum gemas melihatnya
Sesampainya didepan toko kue Ira menyuru Ranzy menunggu dimotor saja, karena ia hanya ingin membeli kue lapis legit saja.
“Yuk Ran kita lanjut lagi”
Mereka melanjutkan kembali perjalanan nya menuju kampus, setibanya dikampus Ira langsung menuju kelas, ia duduk di kursi depan meja Aria. Sambil menunggu dosen datang ia membuka kotak kue lapis legit yang tadi dibelinya
“Wih.. wangi kue lapis nih, siapa yang bawa” ucap Aria
Ira masih saja asik memakan kue lapis yang di belinya dan tidak mendengar ucapan Aria.
“Woy lu makan kue lapis sendirian aja, bagi dong gue” ucap Aria
“Ogah, lu beli aja sana sendiri”
“Pelit lo”
“Bodo amat” ucap ira cuek
Pertengkaran kecil terus berlanjut hingga Vika datang dan duduk disebelah Ira.
“Wih, ada kue nih. Lo tau aja gue belum sarapan dirumah. Bagi dong” ucap Vika
“Iya ini udah gue sisain satu special buat lo” jawab Ira
“Yeh.. giliran tadi gue minta aja ga dikasih, dia yg baru datang lo kasih. Dasar pelit lo” ucap Aria
“Suka-suka gue dong. dia kan teman gue, lagi pila ini kue kan gue yang punya, lo aja tuh yang pengenan jadi orang” ucap Ira
“Lo mau Ar? Nih bagi dua sama gue”
“Iya tadi gue minta sama dia ga dikasih, pelit banget jadi orang temen lo” ucap Aria
__ADS_1
bersambung...