
"Kamu ga usah panggil aku kaya gitu lagi, aku ga suka dengar panggilan itu"
Ini kali ke dua Ry datang menemui Ira setelah kejadian itu terjadi. Ira memang tidak pernah melarang Ry untuk kerumah nya tapi kini dengan situasi yang menurutnya sudah berbeda kehadiran Ry tidak lagi di harapkan oleh dirinya.
"Duduk nya sini dekat aku, atau aku yang akan mendekat kesana." ucap Ry
Ira tidak menjawab hanya diam saja, ia memilih memakan makanan kesukaannya. Ry yang tidak mendapat jawaban langsung mendekatkan posisi duduknya disebelah Ira
Deg.. deg.. deg.. jantung Ira bedegup kencang, ia masih saja deg deg an saat didekati Ry.
"Ngapain sih kamu disini, kan bisa duduk disana aja" ucap Ira kesal
"Aku ga suka kalo di cuekin gitu sama kamu"
"Yaudah habiskan makanannya terus abis itu kamu pulang deh"
"Aku masih mau disini, sama kamu"
"Aku lelah abis rapi - rapi kamar"
Mbak Vivi turun ke bawah membawa kardus dari kamar Ira. "mba Ira ini kardus nya mau dibuang atau gimana mba?"
"Jangan di buang mbak, tolong simpan di gudang aja ya mbak"
"Baik mba"
" Terima kasih mbak Vivi , habis nyimpan itu nanti mbak Vivi kesini lagi ya ikut makan bareng disini sama kita"
"Siap mba"
Mbak Vivi tidak sengaja menjatuhkan kardus yang dipegangnya, isi kardus nampak berjatuhan. Ia melihat sebuah bingkai foto Ira bersama Ry begitu serasi mereka terlihat menggunakan baju senada berwarna merah.
"Oh jadi mas yang ganteng itu beneran pacarnya mba Ira, kok saya ga pernah lihat dia datang kesini ya" gumam mbak Vivi. Ia merapikan kembali kardusnya dan meninggalkan didalam gudang.
"Sini Mbak makan dulu bareng-bareng sama kita, abis makan mbak baru boleh pulang. Jangan harap bisa pulang kalau belum makan" ucap Ira. Ira memang tidak pernah membeda-beda kan status sosialnya, tidak ada pembatas antara asisten dengan atasannya.
Mbak Vivi menyendokan makanannya, ia malu jika harus duduk bersama dengan (yang di kira nya) sepasang kekasih itu.
"Saya lanjut makan didapur aja mba Ira"
"Udah Bee kamu gausah paksa Mbaknya buat makan disini sama kita, mbak nya malu mungkin" ucap Ry
"Ry stop"
Mbak Vivi meninggalkan mereka berdua dimeja makan.
"Dengar ya Ry, aku sudah tidak suka lagi mendengar panggilan kamu itu"
"Kamu kenapa sih Bee, kamu kan tetap menjadi Bee yang aku punya"
"Jangan banyak berharap kamu ADRYANSYAH " Ira sedikit menekankan suaranya.
"Iya maaf sayang" goda Ry
"Ga ada yang lucu ya Ry, sekarang kamu habiskan makananmu lalu pulang. Aku ngga mau liat kamu lama lama disini, mama papa dan adikku sedang tidak ada dirumah, mbak Vivi juga sebentar lagi pulang sebaiknya kamu ikut pulang juga"
Mereka melanjutkan makan hingga selesai, setelah makanan habis Ira segera membersihkan meja makannya. Ry menunggu Ira diruang keluarga dengan menonton televisi.
"Ira semakin cantik aja, sexy, apalagi pas lagi pake daster gini. Dulu saat bersamaku kamu tidak secantik ini Ra, aku tidak bisa menahan diriku lagi" gumam Ry memperhatikan Ira merapikan meja makan.
"Kenapa kamu masih disini sih Ry, pulang gih sana. Kali ini aku mengusirmu untuk pulang"
"Ini masih jam 3 sore bee, aku masih ingin disini sayangku ngelihat wajah kamu yang semakin cantik"
"Aku ga suka ya kamu begini, disini ga ada orang lagi. aku ngga mau kita nanti di grebek warga ya"
"Ya sudah kalau begitu kita pergi saja dari sini yuk, ini kan malam minggu jadi kita sekalian malam mingguan keluar"
"Gak mau, kamu pulang aja sana"
"Plis sayang, kalau kamu ga mau keluar sama aku izinkan aku tetap disini bersama kamu"
"Ya ya ya tapi pulangnya jangan terlalu malam. kamu tunggu disini aja aku ingin ganti baju dulu"
Ira menaiki tangga menuju kamarnya, ia mengganti pakaiannya dengan menggunakan celana jeans panjang dan kaos dipadukan dengan jaket jeans. Ia memoles bibir nya dengan sedikit liptint agar terlihat lebih fresh.
__ADS_1
Ira mengambil tas dan ponselnya. ketika ingin memasukan kedalam tas ponselnya berdering, ia segera menjawab panggilan tersebut seraya berjalan menuruni tangga mendekat kearah Ry
"Halo"
"Aku ganggu kamu ga Ra?" tanya laki laki disebrang sana
"Ngga kok, ada apa?"
"Aku mau ajak kamu keluar ke kedai kopi S kalau kamu tidak sibuk" ajak laki laki ditelepon.
"Duh maaf ya gue gabisa, gue udah ada janji sama..." ucap Ira terpotong
"Bee sayang kamu udah siap belum? ayo kita berangkat keburu sore nih, aku tunggu di mobil ya" Ucap Ry yang tidak mengetahui Ira sedang menerima panggilan telepon. "Iya kamu ke mobil duluan aja, ini teman aku lagi telepon" ucap Ira menunjukan ponsel yang sedang berada disamping telinganya.
"Udah dulu ya, gue lagi siap siap dulu. byeee " ucap Ira seraya mematikan ponselnya
Deg...
Hatinya terasa sakit mendengar ada suara laki laki bersama Ira, "Ira lagi sama siapa ya?" "apa itu pacarnya Ira?" gumam Ranzy.
---
Di perjalanan Ira hanya diam saja melihat arah luar tanpa sedikitpun melihat Ry, tidak ada pembicaraan didalam mobil itu hanya terdengar suara lagu dalam radio mobil. Ry mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Bee kita ke mall B yuk, biasanya malam minggu gini ada live musiknya" Ucap Ry
"Terserah"
"Aku kan disini lihatnya kesini dong Bee jangan keluar terus"
"Aku udah bilang aku ga mau dengar panggilan itu lagi"
"Maafin aku atas kejadian itu bee "
"Stop, aku ga mau dengar lagi penjelasan kamu itu"
Ry memarkir kan kendaraannya di pinggir jalan, ia ingin menyelesaikan kesalah pahaman nya saat dulu bersama Ira.
"Maaf karena aku sudah menyakitimu waktu itu, aku benar benar menyesal sayang" ucap Ry memegang tangan Ira, lalu mengecupnya sebagai tanda permintaan maaf.
Ry masih saja mengecup tangan Ira,ia benar benar menyesali perbuatannya dimasa lalu hingga tak terasa buliran bening menetes dari matanya membasahi tangan Ira.
"Udah cukup Ry, sekarang tinggal kita jalani aja kehidupan kita masing masing. Ayo kita lanjut lagi jalannya" ucap Ira
Ry mengendarai kembali mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mall B, lagu di radio memutarkan lagu Adera yang berjudul Lebih Indah
Saat kutenggelam dalam sendu
Waktu pun enggan untuk berlalu
Kuberjanji 'tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapa pun itu
Semakin kulihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat 'ku melihat senyummu
Dan kau hadir
Merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku
Setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh
__ADS_1
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Hu-u-u-u-u ...
Kini kuingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
'Kan kupetik satu untukmu
Dan kau hadir
Merubah segalanya (segalanya)
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku
Setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh (membuatku utuh)
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kupercayakan
Seluruh hatiku padamu (padamu)
Kasihku, satu janjiku
Kaulah yang terakhir bagiku
Ho-o-ho-ho ...
Hu ... dan kau hadir
Merubah segalanya
(Menjadi lebih indah)
Hu-u ... lebih indah
(Kau bawa cintaku)
Kau bawa cintaku
(Setinggi ngkasa)
(Membuatku merasa sempurna)
(Dan membuatku utuh) membuatku utuh
(Menjalani hidup)
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
(Kamu yang terbaik untukku)
Yang terbaik untukku
Sesekali Ira ikut bernyanyi, ia masih saja senang menyanyikan lagu itu, namun ketika melihat wajah Ry kesenangan itu memudar, ia mengingat sakit hatinya kembali.
__ADS_1
"Dulu lagu ini sangat spesial untukku, namun kini tak lagi karena kamu menghancurkan segalanya hahahaha" ucap Ira menyindir Ry