
Setelah menempuh perjalanan 45 menit mereka tiba dirumah Ira, Ilyas memarkirkan motor Ira dihalaman rumahnya.
"Yas, mau masuk dulu ga?" ucap Ira
"Ga usah deh Ra, gue mau langsung balik aja takut kesorean makin macet nanti" ucap Ilyas
"Terima kasih banyak ya Yas." ucap Ira
"Oh iya terima kasih juga ya Aria" ucap Ira
"Perasaan lu baik-baik aja, sakit dari mananya coba?" ucap Aria
"Gue emang baik baik aja, tapi tangan gue yang tadi ke senggol lu sakit Ar, rasanya linu bikin lemas. Tadinya gue juga mau balik sendiri tapi Ilyas nya aja yang maksa buat nganter gue pulang" ucap Ira
"Ya sorry deh, coba gue lihat sini tangan lo" ucap Aria
"Mau apa?" ucap Ira terheran.
"Sini coba tangan nya gue lihat, siapa tau bisa gue sembuhin" ucap Aria
Ira memberikan tangannya yang sakit, Aria memijat tangan Ira dengan sangat hati-hati. "Udah, coba lo gerakin lagi" ucap aria
Ira menggerakan tangannya kembali, ia merasa sedikit lebih enakan dari yang sebelumnya.
"Wah keren juga lo bisa buat tangan gue sedikit berkurang linunya" ucap Ira
"Gue emang keren" ucap Aria menaikan alisnya
"Idih kepedean lo, nyesel gue bilang lo keren gitu tadi" ucap Ira mengerutkan dahinya
"Dia emang keren Ra, lo aja yang belum tau. Tapi sayang kalau sama perempuan dia cupu ngga ada keren kerennya hahahaha. Ya kan Ar?" ucap Ilyas
"Ye.. Kampr*t lu Yas" ucap Aria
"Yaudah yuk masuk dulu aja kedalam, minum duli atau apa gitu" ucap Ira
"Lain waktu aja Ra, ini udah sore gue malas kalau nanti udah kejebak macet" ucap Ilyas
"Yaudah hati hati dijalan ya, Terima kasih banyak" ucap Ira
"Ar, terima kasih ya" ucap Ira menyunggingkan bibir atasnya. Ia tersenyum sangat manis membuat Aria melamun.
Ilyas menyalakan motornya, mereka kembali menuju kampus untuk mengambil barang Ilyas dan sepeda motor Aria. Di perjalanan Aria terus saja terbayang senyuman diwajah Ira.
****
Ira merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia membuka ponselnya melihat ada banyak pesan masuk.
"Ra udah sampai dirumah belum?"
"Belum sampai ya? Hati hati dijalan ya Ra 😊😊"
"Kalau sudah sampai Tolong beri aku kabar😊😊"
Ira mengabaikan pesannya lalu meletakan ponsel diatas meja riasnya, ia membersihkan wajahnya dari sisa make up yang dikenakan lalu ia pergi menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setengah jam waktunya dihabiskan untuk mandi oleh Ira, ia keluar kamar mandi lalu mengenakan pakaian rumahnya baju kaos dan celana pendek diatas lutut.
Setelah mengeringkan rambutnya Ira duduk disofa yang berada didalam kamarnya, ia asik memainkan ponselnya membuka aplikasi inst*gr*m. Ia melihat foto yang diposting oleh teman teman disosial medianya itu.
Ia melihat ada permintaan pertemanan baru yaitu dari Aria, Ira memang jarang membuka sosial medianya karena kejadian yang lalu membuat ia semakin berhati hati dalam bermain sosial medianya dan tidak sembarang menerima permintaan petemanan dari orang yang tidak dikenalnya.
Ia melihat profil Aria, "cantik juga pacarnya dia" gumam Ira. Ia melihat foto Aria bersama seorang wanita berambut panjang, hidung mancung, dan berkulit kuning langsat dengan keterangan "Mine❤". "Ada juga ya yang mau sama cowo yang mulutnya kasar begitu" gumam Ira menyunggingkan bibir atasnya.
Ia asik melihat lihat foto yang dibagikan oleh teman temannya, "Inikan GUE" ucap Ira sedikit beteriak "ini kan foto gue" ucap Ira meyakinkan dirinya yang masih ragu.
__ADS_1
Kring .....
Disaat Ira masih asik membuka social medianya, ia mendapatkan panggilan video masuk.
"Hai Ra, lagi apa?"
Ira menyunggingkan bibir atasnya
"Manis, aku suka. Terus tersenyum seperti itu ya Ra"
"Hehehehe, ada apa?" ucap Ira
"Mau lihat kamu aja, kamu lagi apa?"
"Gue lagi buka sosmed (sosial media) nih, oh iya kebetulan lo nelefon gue. Ada yang mau gue tanyain ke lo" ucap Ira
"Yah, aku ganggu dong? Mau tanya apa tuh Ra?"
"Ya ganggu ngga ganggu sih tapi yaudahlah hehe. Gue mau tanya nih, tadikan gue lagi lihat lihat inst*gr*m terus ga sengaja liat postingan lo yang lewat diberanda gue, kok kaya gue kenal fotonya" ucap Ira
"Foto yang mana Ra?"
"Foto yang lo posting tapi muka nya ditutupin pakai stiker berbentuk hati itu" ucap Ira
"Emang kelihatan ya?"
"Ya iyalah, gue hafal banget sama diri gue sendiri, bajunya juga sama kaya baju yang gue pakai 2 hari yang lalu. Itu gue kan ya?" ucap Ira
"Yah ketahuan deh"
"Wah parah lo, sekarang lo jadi paparazi ya"
"Maaf ya Ra"
"Aku malu, ga punya banyak keberanian untuk ngajak foto cewe secantik kamu Ra hehehehe" Ucap Ranzy tertawa malu
"Eh, udah dulu ya Ran. Gue mau makan dulu nih. bye" ucap Ira mematikan panggilan vidio itu.
Sebenarnya Ira tidak ingin makan, hanya saja ia membuat alasan itu untuk bisa mengakhiri percakapannya dengan Ranzy.
Terkadang ia merasa nyaman saat diperhatikan namun terkadang ia juga merasakan risih jika terus diperhatikan. Ira menyadari jika Ranzy memiliki perasaan kepadanya, namun ia hanya menganggap Ranzy sebagai teman.
Ira tidak ingin memberikan harapan yang lebih kepada Ranzy, ia tidak enak jika terus menolak perbuatan baik Ranzy kepadanya.
***
Malam minggu ini mereka sudah janjian ingin pergi ke rumah Ica untuk memberikan kejutan ulang tahun.
Ira sebenarnya ingin ikut dengan teman temannya itu namun ia terhalang izin dari Papa nya.
Ira tau bahwa main dengan mereka tidak akan cukup dengan waktu yang sebentar. Waktu pertama kali Ira bermalam minggu dengan mereka, ia harus menerima hukuman dari papanya karena ia pulang terlalu larut malam yaitu pukul setengah 11 malam.
Drtt.. Drttt
Kamu ikut kerumah Ica ga Ra? Kalau ikut aku jemput ya kamunya
"Gue belum tau nih soalnya masih ada acara" balas Ira berbohong
Kabarin aku ya Ra
"Iya nanti gue kabarin"
Ira keluar kamarnya menuju kamar Papanya, ia berniat meminta izin untuk pergu kerumah Ica
__ADS_1
"Pah.. Teman Ira hari ini ulang tahun, dia ngundang Ira untuk datang ke rumahnya. Ira boleh pergi kesana ga Pah?" ucap Ira
"Rumahnya dimana? naik apa? sama siapa? jam berapa?" ucap Papa Ira
"Rumahnya di daerah B, sama teman teman kuliah Ira juga berangkatnya nanti jam 7, nanti Ira janjian sama teman Ira dikafe yang dekat mall B itu loh Pah. Pulangnya jam 9 dari sana nanti. Mungkin Ira bawa motor sendiri aja" ucap Ira
"Jangan naik motor sendiri kalau sudah malam, pergi naik taxi aja. Kamu boleh pergi tapi ingat jangan terlalu larut malam pulangnya, kalau melanggar kamu kan tau akibatnya apa?" ucap Papa Ira
"Oke siap Pah. Terima kasih Papaku tersayang" ucap Ira mencium pipi Papanya lalu pergi menuju kamarnya kembali.
Ira menelfon Vika untuk memberi tahu kalau dirinya bisa ikut pergi kerumah Ica bersama dengan teman teman yang lain
"Vik gue bisa ikut nih kerumah Ica, nanti ketemu dimana kita?" ucap Ira
"Oke. Kita ketemu di kafe yang dekat mall B itu ya Ra" ucap Vika
"Oke see you" ucap Ira
"Jangan lupa pakai baju warna pink ya"
"Duh gue ga punya baju pink Vik" ucap Ira
"Yaudah pakai warna putih aja. Sudah dulu ya sampai ketemu disana nanti malam" ucap Vika
"Oke byee.." Ira mematikan teleponnya.
Ira pergi menuju kamat mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah selesai mandi ia memilih baju yang akan dikenakannya.
Pukul setengah enam Ira pergi menuju kafe B menggunakan taxi online yang sudah dipesannya terlebih dahulu.
"Pah, Mah, Ira berangkat dulu ya. Love you two" ucap Ira berpamitan kepada Papa dan Mama nya.
"Hati hati dijalan sayang, jangan pulang terlalu malam. Jaga diri kamu" ucap Papa dan Mama Ira.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam ia tiba di kafe dekat mall B tersebut. Ira masuk kedalam kafe tersebut, sudah ada Vika dan Bina didalam.
"Gimana bin buat surprisenya?" ucap Ira
"Tinggal beli kue ulang tahunnya aja Ra, sama tunggu yang lain baru deh kita langsung kerumah Ica" ucap Bina
"Yaudah yuk beli kuenya Bin" ucap Ira
"Beli dimana Ra?" ucap Bina
"Ya beli kuenya dikafe ini aja Bina, kan dikafe ini jual kue juga" ucap Ira
"Hayy... sorry gue telat ya?" ucap laki laki tinggi dengan jaket jeans.
"Belum kok" ucap Vika
"Loh, kamu jadi juga datang Ra. Kok ga kabarin aku sih Ra, kan bisa aku jemput tadi biar bareng kita kesininya"
"Ngaco lo Ran, dari rumah lo kesini aja lebih deket. Kenapa lo harus repot repot muter kerumah gue dulu baru kesini" ucap Ira tertawa
"Hahaha ya ga apa apa kali Ra, namanya juga usaha" goda Vika
-------
Jangan Lupa Like dan Vote nya dan jadikan cerita ini sebagai Favourite ya kak supaya aku tetap semangat dalam menulis cerita ini.
Tinggalkan jejak kalian juga di kolom komentar.
Saran dan masukkan kalian sangat berarti.
__ADS_1
Terima Kasih💕