
"Pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa yang ditunjuk untuk berpartisipasi membuat bakso terbanyak untuk memecahkan Rekor Muri harap berkumpul di kitchen kampus pada pukul 15.00. Terima kasih" ucap asisten dosen didepan ruang kelas.
"Huh mesti banget ya ngumpul hari ini juga, gue mager (malas gerak) banget" ucap Ilyas.
"Ra, kamu berarti kumpul dulu ya hari ini?" tanya Ranzy
Ira hanya menganggukkan kapalanya. Sangat terlihat wajahnya tidak senang dengan pengumuman yang diberikan asisten dosennya.
Pukul 15.00 tepat Ira sudah berada diruang Kitchen kampusnya, asisten dosen memberitahu tentang segala rencana yang akan dilakukan, termasuk pembagian kelompok kerja dan juga waktu pelaksanaannya untuk memecahkan rekor muri tersebut.
"Sekian untuk pertemuan hari ini, jika ada pertanyaan bisa langsung ditanyakan kepada dosen penanggung jawab atau dengan saya sebagai asistennya. Jaga kesehatan kalian, semoga kita sehat selalu dan project ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati. Terima kasih dan selamat sore" ucap Asisten dosen menutup pertemuan sore ini.
Ira langsung menuju parkiran kampus untuk mengambil motornya, ia mengendarai motor dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Ia menikmati macetnya perjalanan pulang.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit ia tiba dirumah dengan selamat. Ia memasuki rumahnya dan menaiki tangga menuju kamarnya. Ia meletakan tas diatas meja belajarnya lalu merebahkan tubuh diatas kasur miliknya.
"Huft sangat melelahkan ya hari ini" gumam Ira
Ira duduk diatas kursi meja riasnya, ia membersihkan make up dan sisa kotoran diwajahnya dengan kapas dan micellar water. Setelah wajahnya bersih ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia menghabiskan waktu setengah jam untuk mandi.
Bruggghh...
Sebuah buku terjatuh dilantai, ia mengambil buku tersebut, ia melihat sebuah foto dirinya sedang menghadiri pesta pernikahan teman sekolahnya dulu. Terlihat senyum bahagia pada semua orang yang ada difoto tersebut.
"Aku harap kamu lebih bahagia sekarang Ry" ucap Ira seraya mengahapus air mata yang tidak bisa dibendungnya lagi.
"Ternyata aku belum ikhlas melepasmu, semakin aku berusaha keras untuk melupakan mu, semakin banyak pula kenangan yang muncul tentang kita dulu" ucap Ira dalam tangisnya.
Ira menangis hingga tertidur diatas kasur sambil memeluk foto yang ditemuinya tadi. Menangis membuatnya mengantuk hingga melupakan makan malamnya.
A**ku rindu kamu Ra, kamu jaga diri kamu baik baik, maafkan aku harus pergi. I love you.
"Ry... jangan pergi please" ucap Ira mengigau
***
__ADS_1
Ira duduk disebuah taman yang dipenuhi bunga matahari, ia duduk seorang diri tiba tiba saja seseorang menghampiri dirinya.
"Jangan menangis lagi sayang, maafkan aku yang sudah menyakitimu terlalu dalam. Aku sangat menyesal"
"Aku akan baik baik saja" ucap Ira
"Aku mohon maafkan aku"
"Sudah sejak lama aku memaafkanmu, tanpa meminta pun aku sudah memberikan maafku padamu Ry" ucap Ira
"Aku rindu kamu Ra, aku sayang kamu, ku harap kamu bisa jaga diri kamu baik baik, maafkan aku. I love you"
Ira hanya tersenyum tanpa berkata apapun.
"Berbahagialah sayang" ucap Ry tersenyum manis mengusap kepala Ira lalu pergi berjalan ke arah cahaya putih didepannya.
Ira melihat Ry berjalan, ia mencoba bangun dari duduknya untuk menahan agar tidak pergi menuju cahaya tersebut.
"Ry... jangan pergi please" ucap Ira sambil menangis.
***
Hari ini ia akan ada ujian tengah semester dijam 08.00 tetapi jam setengah 8 ia baru bangun dari tidurnya. Ira bersiap siap secepat mungkin untuk menuju kekampus.
Ira mengeluarkan motornya lalu mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Ketika motor yang di kendarainya keluar dari pintu komplek perumahan ia hampir saja bertabrakan dengan motor lain yang melaju dari arah belakang.
Ira hanya membunyikan klakson motornya dan menundukan kepala sebagai permintaan maafnya. Ia melanjutkan perjalanannya kembali menuju kampus, ia memilih jalan yang tercepat menuju kampus namun sayangnya ia tetap terjebak juga dalam kemacetan yang diakibatkan oleh kereta api yang lewat terus menerus. Ia tertahan di pintu stasiun kereta hampir setengah jam.
Terlihat jelas kegelisahan diwajah Ira, ia ingin segera sampai dikampusnya namun karena salah pilih jalan akhirnya ia terjebak dikemacetan yang cukup lama. Palang pintu kereta sudah dibuja, ia segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Ira melihat kaca spionnya seperti ada motor lain yang mengikuti dirinya, ia semakin mempercepat kendaraannya. Ia seperti sedang berbalapan dengan motor yang ada dibelakangnya tadi terkadang Ira ada dibelakang dan terkadang Ira ada didepan motor yang dirasa mengikutinya tersebut.
"Loh kemana motor itu, ah tapi akhirnya gue duluan yang didepan" ucap Ira
Ia melajukan motornya dengan kecepatan yang lebih tinggi supaya lebih cepat sampai dikampusnya. Setibanya dikampus ia langsung memarkirkan kendaraannya dengan sembarangan dan langsung menuju kelas.
__ADS_1
Ketika Ira turun dari motornya ia sekilas melihat motor yang tadi hampir ditabraknya dan berbalapan dengannya. "mungkin hanya mirip, motor seperti itukan banyak" gumam Ira
"Huh dasar cewe cantik yang ceroboh" ucap laki laki di motor ungu tersebut.
Ira mengerjakan ujian nya dengan terburu buru ia hanya memiliki waktu 50 menit untuk mengerjakan soal karena telatnya tadi ia sudah kehilangan waktu untuk mengerjakan soalnya 40 menit , untungnya ia masih di izinkan untuk mengikuti ujian tersebut.
"Waktu habis silahkan dikumpulkan" ucap dosen pengajar. Ira berjalan ke meja dosen dengan wajah cemberut, ia hanya pasrah karena belum selesai mengerjakan soal ujian itu.
Ira keluar kelasnya menuju kantin, ia merasa perutnya sangat lapar. Ia memesan makanan nasi bebek pedas dan juga es kelapa murni. Tidak perlu menunggu lama pesanan Ira sudah tiba dimejanya, ia langsung menyantap makanan itu.
"Kekantin sendirian aja, ga ngajak ngajak. Udah gitu makan ga nungguin kita kita lagi" ucap Vika dan teman teman yang lainnya tiba tiba datang menghampiri.
"Sorry guys gue terlalu lapar, karna tadi gue kesiangan jadi belum sarapan. Kalian pesan makanan gih sekarang biar kita bisa makan bareng bareng" ucap Ira
"Oke gue mau pesan makan dulu" ucap Bina dan Herti
"Gue ga pesan makanan, gue bawa bekal makan sendiri" ucap Vika
"Tumben bawa bekal lo" ucap Ira
"Iya Ibu gue udah masak banyak tadi pagi, lo mau ga? gue bawa banyak nih" ucap Vika
"Iya nanti gue minta kalo makanan gue udah habis hehe" ucap Ira
Ira, Vika, Bina dan Herti menghabiskan makanan mereka masing masing. Dari kejauhan ada seorang laki laki yang memperhatikan mereka, lebih tepatnya Ira.
"Hmm menarik..." ucap laki laki itu.
"Guys malam minggu nanti ada acara ga? kita kerumah Ica yuk, malam minggu ini dia ulang tahun"
"Wah boleh tuh kita kesana yuk kasih surprise" ucap Herti
"Iya boleh juga tuh, kita belum pernah malam mingguan bareng juga kan" ucap bina
"Gue sih ayo ayo aja, Lo gimana Ra mau ikut ga?" ucap Vika
__ADS_1
"Gue sih mau ikut, tapi kayanya malam minggu ini gue ada acara keluarga deh. Lihat nanti aja ya gue kabarin kalian" ucap Ira
"Gue boleh ikut ga?" ucap laki laki tinggi yang tiba tiba saja duduk bergabung dengan mereka.