
*** Happy Reading ***
“Aria.. saya ingin bertanya kepada Aria mengapa kita perlu menjaga kebersihan dan kualitas setiap makanan yang akan disajikan kepada tamu, dan mengapa kita harus mnerapkan system FIFO (first in first out) pada setiap pengambilan barang?”
Aria yang merasa namanya disebutkan tampak terlihat terkejut. “sh*ttt.. kenapa harus gue. Dendam lo sama gue” batin Aria
Ira tersenyum puas bisa mengerjai Aria, ia sengaja menyebut nama Aria karena dia tidak memperhatikan presentasinya dengan bermain game online pada ponselnya.
Perkuliahan berakhir. Ira segera menuju parkiran karena ia hari ini tidak membawa kendaraan jadi memutuskan untuk menerima tawaran Ranzy untuk pulang bersama.
Aria memilih pergi kekostan Eki, disana teman-temannya sedang bermain game online, ia ingin bergabung namun harus mengisi daya ponselnya terlebih dahulu.
Eki melihat ponsel Aria sedang tergeletak dilantai, ia segera mengambilnya dan kembali membuka aplikasi pesan.
Eki sangat senang menjahili Aria, karena menurutnya Aria itu orang yang tepat untuk dijahili.
Eki kembali melihat ruang pesan tersebut, ia mengecek pesannya semua hanya terdapat pesan grup, ia melihat tidak ada percakapan Aria pada cewek kecuali Ira.
Ide jahil kemudian muncul Eki mengirim pesan pada Ira melalui Ponsel Aria lagi
To : Ira
Hai Ra, udah sampai dirumah belum?
Pesan terkirim, namun Ira tidak membalasnya
To: Ira
Bales dong
Ra, lo lagi ngapain?
__ADS_1
Jangan lupa makan ya Ra
Selamat Istirahat.
Ia terus mengirimi pesan pada Ira, lalu menghapusnya agar Aria tidak melihat pesan tersebut.
Untuk terakhir ia melakukan panggilan video kepada Ira lalu menutup nya kembali.
---
Ira yang baru sampai dirumah mendengar ponselnya terus berdering segera mengambilnya dan melihat begitu banyak pesan dari Aria.
“Ngapain sih dia, ganggu aja. Ga penting banget jadi orang” Ira menggerutu sambil berjalan menuju kamar.
Ira membersihkan tubuhnya, lalu menggunakan pakaian santai. Ia meletakan tubuhnya diatas ranjang miliknya. Ia mengambil ponselnya yang berada diatas nakas.
To : Aria
Kepo banget sih lo
From : Aria
Kepo apa coba, ga jelas banget lo jadi cewe.
“Dia yang ga jelas, malah ngatain gue. Dia pikir dia keren. Dasar cowo, semua sama aja” batin Ira.
---
Aria baru saja selesai merapikan dagangan ibunya, ia duduk dibangku teras balkonnya. Ia duduk sambil menikmati secangkir kopi dan bermain game online.
Meskipun ia senang bermain game online, Aria sadar bahwa dirinya bukan dari kalangan orang berada. Ia tetap harus membantu ibunya menggelar dan merapikan dagangan ibu nya. Hal itu pula yang membuat Aria sering terlambat jika ada mata kuliah pagi.
__ADS_1
Ia harus bangun lebih awal untuk membantu ibunya memasak dagangan yang akan dijual.
Aria yang sedang bermain game online terganggu dengan adanya pesan yang masuk, lagi-lagi ia harus kalah gara-gara pesan tersebut yang ternyata dari Ira.
From : Ira
Kepo banget sih lo
Ia mengerutkan keningnya melihat pesan masuk tersebut, ia tidak mengerti apa yang dimaksud dan langsung membalas
To : Ira
Kepo apa coba, ga jelas banget lo jadi cewek.
Aria kebingungan ia membolak-balik ruang pesannya tidak ada apa-apa. “Kenapa ini orang tiba tiba bilang gue kepo coba, jadi cewe suka ga jelas banget deh” batin Aria.
Kaya ada yang aneh deh. Kayanya gue lagi dikerjain nih.
Siapa yang berani ngerjain gue, gue ga pernah mengirim apapun ke si Ira. Mana ngeselin banget lagi tuh cewek.
Jangan-jangan kerjaan si Eki nih, kan dia doang nih yang suka jahil.
Tidak menunggu lama ia langsung menghubungi Eki, menanyakan kebenarannya.
“Halo, ada apa Ri?” ucap Eki
“Langsung aja nih Ki, lo ngirimin apaan ke si Ira. Dari kemarin gue dapat chat ga jelas terus dari dia”
“Oh jadi Ira udah balas? Kok gue ga pernah lihat ada balasan nya?” Tanya Eki
“Nah benerkan ini kerjaan lo”
__ADS_1
“Hahahahahahaha” terdengar Eki tertawa puas disebrang sana. “Tenang aja gue ga ngirim yang aneh aneh kok, gue cuma bantu lu aja biar lebih deket lagi sama si Ira” ucap Eki