
Hai Readers, bagaimana keadaan kalian? Semoga kalian semua dalam keadaan sehat semuanya ya.
---
Ira hanya melirik saja ia tidak ingin membalas perkataan Aria, ia sengaja tidak memberi kue itu pada Aria karena ia masih kesal karena kejadian tadi malam.
Dosen pengajar berhalangan hadir, dosen pengganti hanya datang untuk memberi tugas saja. Mahasiswa bersorak senang sekaligus kecewa karena tugas.
Eki dan teman-temannya memilih mengerjakan tugas di kostan.
Ira mengerjakan tugas bersama Vika, Herti dan Bina dikelas. Ia tidak ingin keluar kelas ataupun kampus karena cuaca matahari yang terik.
“Gue beli minum dulu ya, Haus nih gue, kalian ada yang mau nitip ga?” ucap Bina
“Gue mau es jeruk dong 2 ya” ucap Vika
“Gue ikut aja deh kekantin” ucap Herti
Herti dan Bina pergi menuju Budeh kantin kampus, di lorong kampus mereka bertemu Ranzy membawakan banyak jajanan dan minuman.
“Ran, banyak banget buat siapa? “ Tanya Bina
“Hmm.. buat siapa aja sih yang mau,tapi yang ini khusus buat doi hehehe kalian mau kemana?” ucap Ranzy
“Doi siapa nih? Ciyee ciyee” goda Bina
“Enggak, ini buat Ira kok. Buat dia makan siang nanti, diluar panas banget biasanya kalo panas kan dia lebih suka dikelas aja.”
“Iya dia kan kaya Vampire takut sama matahari” ucap Herti
“Iya dia ga kuat kalo kelamaan di bawah terik matahari pasti dia langsung pusing Ran” ucap Bina
“Yaudah gue lanjut kekelas dulu” ucap Ranzy
Dikelas Ira melanjutkan mengerjakan tugas tugas nya, ia ingin segera menyelesaikan tugas nya supaya waktu istirahat nya lebih lama. Setelah tugas nya selesai ia mengantar ke ruangan dosen terlebih dahulu dan kembali ke ruang kelas.
Ira kembali duduk di kursinya lalu ia meletakan kepala dan tangan nya diatas meja. Tidak butuh waktu lama Ira terlelap dimeja nya. Mungkin karena ia tidur terlalu larut jadi ia masih mengantuk.
Ranzy yang melihat Ira tertidur di kursinya segera menghampirinya. Ia merapikan meja Ira yang berantakan dengan kertas kertas. Lalu ia duduk menunggu Ira bangun disampingnya.
__ADS_1
Sudah hampir jam makan siang, Ira juga belum membuka matanya.
“Ry jangan tinggalin aku” Ira mengigau
“Ry jangan pergi, aku takut Ry. Ryyyyy……”
“Ry siapa Ra?” batin Ranzy
“Ra, Ra, Ra bangun Ra.” Ucap Ranzy sambil menepuk - nepuk pundak Ira.
Ira belum juga membuka matanya. “Ryyy.. jangan pergi Ry aku takut” Ira mengigau. Ira meremas tangan Ranzy dengan sangat kuat.
“Ra, bangun Ra” Ranzy memegang tangan Ira terasa sedikit panas, ia mengecek memegang dahi Ira. “duh. Dia demam lagi” gumam Ranzy.
Ranzy membenarkan posisi Ira, karena dikelas sedang tidak ada mahasiswa lainnya Ranzy inisiatif membawa Ira keluar, ia menggendong Ira ala bridal menuju ruang kesehatan kampus.
Sesampainya disana ia membaringkan Ira di atas kasur matras.
Ia melihat wajah Ira yang memerah karena tiba tiba saja suhu badannya tinggi. Ia mengambil sapu tangannya yang bersih didalam tas lalu mengompres dahi Ira.
“Ra, bangun Ra jangan bikin aku khawatir”
“Diruang kesehatan Ra, badan kamu tadi panas banget. Aku bangunin kamu ga bangun bangun aku pikir tuh kamu pingsan tau ga, akhirnya aku bawa kamu kesini aja. Aku takut kamu kenapa kenapa” ucap Ranzy memegang tangan ira dengan penuh khawatir
“Engga ran, gue ga pingsan kok. Gue juga ga kenapa kenapa kok cuma sedikit pusing aja” ucap Ira
“kamu makan dulu aja ya, ini aku udah bawa makanannya tadi aku udah beli mau ngajak kamu makan bareng eh kamu malah ga bangun bangun, kamu makan dulu ya supaya nanti kamu bisa minum obat biar ngga pusing lagi”
“Gue engga mau makan Ran, lagi ga ingin aja”
“Sedikit aja Ra”
“Engga mau Ran”
“Kamu harus makan sedikit aja supaya bisa makan obat nya” Ira tetap menggelengkan kepalanya.
“Terus kamu maunya apa?”
“Aku mau balik aja kekelas”
__ADS_1
“Aku antar kamu pulang aja ya” ucap Ranzy
“Engga mau Ran, masih ada kelas nanti, jadi mau kekelas aja”
“Yaudah aku bantu, bawa obatnya ini ya. Siapa tau nanti kamu berubah pikiran mau minum obat” Ira hanya menganggukan kepalanya.
Ira dan Ranzy berjalan menuju ruang kelas. Ranzy sangat penasaran siapa yang disebut oleh Ira didalam mimpinya
“Apa itu pacar kamu Ra?” gumam Ranzy
Wajah Ranzy berubah menjadi tidak semangat, ia memikirkan siapa laki laki yang ada di mimpinya Ira.
“Lo kenapa Ran?, kok jadi aneh gitu. Eh ngomong-ngomong terima kasih banyak ya Ran udah bawa gue keruang kesehatan."
“Aku khawatir Ra sama kamu tadi kamu aku bangunin ngga bangun bangun aku pikir kamu pingsan.”
“Gue cuma mimpi buruk aja tadi Ran, maaf ya gue jadi bikin lo khawatir”
"Oh iya, gimana caranya lo bisa bawa gue ke ruang kesehatan?" Tanya Ira
"Aku gendong hehe" jawab Ranzy santai
"Hah... serius lu gendong gue? gue kan berat banget. Terus badan lo ada yang sakit ngga gara gara abis gendong gue?" tanya Ira
"Engga Ra, badan aku ga sakit. Aku tadi benar benar khawatir sama kamu jadi badan aku ga merasakan apapun" ucap Ranzy
blush pipi Ira merona
“Kalo boleh tau kamu tadi mimpiin siapa?” ucap Ranzy menatap Ira
Bersambung….
Jangan lupa like,
jadikan karya ku sebagai favourite
dan berikan vote nya juga ya.
Tinggalkan jejak kalian juga di kolom komentar.
__ADS_1
Aku sangat membutuhkan masukkan dan saran kalian dalam membuat karya ini, dukung aku terus ya para readers