Semua Karena Teman

Semua Karena Teman
Kangen Tapi Benci


__ADS_3

Hai semuanya, kalian masih betah kan #dirumahaja ? , jangan lupa like ya sebelum membaca.


---


*** Happy Reading ***


“Tadi gue cuma ketemu setan aja di dalam mimpi, seram banget Ran ” jawab Ira berbohong


"Masa sama setan aja takut Ra" ucap Ranzy


“Aku tahu Ra kamu berbohong, aku tidak akan paksa kamu untuk cerita sampai kamu sendiri yang siap mengatakannya” batin Ranzy


Maaf Ran bukan maksud gue berbohong, tapi gue masih belum siap buat cerita tentang ini dan gue rasa siapapun ga perlu tau.


Ira kembali memasuki kelas dan ke tempat duduk sebelumnya. Ia melihat Aria menduduki bangku tersebut.


“Permisi gue mau duduk, bisa ga mainnya pindah agak kesana” ucap Ira ketus


“Biasa aja kali, gue juga baru duduk disini” saut Aria


Ira duduk dibangku pojok, ia melewati Aria yang duduk dibangku pinggir.


Tidak sengaja ia menyenggol tangan Aria membuat ponsel ditangannya terjatuh.


“Sorry ya gue benar-benar ga sengaja”


“Ponsel gue jatuh nih, kalo rusak aja gimana?” jawab Aria dengan nada sedikit marah.


“Gue udah bilang ga sengaja, kalo rusak yaudah gue ganti sini tukeran sama ponsel gue” ucap Ira dengan pelan namun masih bisa terdengar oleh Aria.


“Lo kenapa? badan lo panas banget Ra, kalau sakit pulang aja” ucap Aria


“Gue baik-baik aja”


Dosen pengajar datang lalu menjelaskan materi pelajaran, Aria yang melihat wajah Ira tambah pucat menjadi ikut khawatir hingga ia tidak mendengarkan dosen.


Aria menepuk punggung Ira, “ Ra lu sakit? Ayo gue anter pulang”


“Gausah, nanti lo nyasar lagi gara-gara anterin gue. Lagi pula gue udah janjian balik sama Ranzy nanti”


“Oh gitu, yaudah” jawab Aria. Nampak terlihat kekecewaan diwajah Aria mendengar Ira pulang bersama Ranzy.


---


Sesampai nya dirumah Ira langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya, ia masih pusing terlebih jika mengingat tentang mimpinya tadi siang.


Tak lama kemudian ia memejamkan matanya dan tertidur pulas.


Di kamar kost Eki, para lelaki masih betah bermain game online tetapi tidak dengan Aria sebelum pulang kerumah ia sering menumpang istirahat dikamar kost Eki.


Kali ini ia tidak ingin lagi dikerjai oleh Eki, ponselnya ia umpatkan didalam tas miliknya.


Ketika sedang tidur ia terbangun karena merasakan sakit diperutnya ingin buang air. Sebelum menuju kamar mandi ia melihat jam di ponselnya namun karena ponselnya mati ia mengisi daya ponsel lebih dahulu.


Aria menuju kekamar mandi.


“Gue penasaran, udah sampai mana nih si Aria kenalan sama Ira” gumam Eki


Eki mengirim pesan lagi kepada Ira


"Hai Ra, udah sampai dirumah belum?"

__ADS_1


"Jangan lupa makan ya"


"Selamat istirahat Ra"


Pesan tetap tak terbalas oleh Ira. Eki meletakkan ponselnya ketempat semula tanpa menghapus semua pesan yang dikirimnya.


Didalam tidur nya Ira mengigau memanggil-manggil Ry terus menerus, sampai akhirnya ia merasa haus dan terbangun dari tidurnya.


"Hft.. sebegitu hebatnya kamu nyakitin aku Ry. tapi aku tetep aja masih kangen sama kamu sampai kebawa mimpi" gumam Ira


Ia menyeduh teh hijau dengan sedikit gula didapur lalu membawanya kedalam kamar, ia melihat jendela kamarnya, hujan membasahi luar halaman rumah. ia menyetel radio dikamarnya, ia mendengarkan lagu yang sedang diputar.


Masih tertinggal bayanganmu


Yang telah membekas di relung hatiku


Hujan tanpa henti seolah pertanda


Cinta tak di sini lagi, kau telah berpaling


Biarkan aku menjaga perasaan ini


Menjaga segenap cinta yang telah kau beri


Engkau pergi, aku takkan pergi


Kau menjauh, aku takkan jauh


Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu


Masih adakah cahaya rindumu


Aku takkan bisa menghapus dirimu


Meski kulihat kini kau di seberang sana


Biarkan aku menjaga perasaan ini


Menjaga segenap cinta yang telah kau beri


Engkau pergi, aku takkan pergi


Kau menjauh, aku takkan jauh


Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu


Andai akhirnya kau tak juga kembali


Aku tetap sendiri menjaga hati


Engkau pergi, aku takkan pergi


Kau menjauh, aku takkan jauh


Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu


Biarkan aku menjaga perasaan ini


Menjaga segenap cinta yang telah kau beri


Engkau pergi, aku takkan pergi

__ADS_1


Kau menjauh, aku takkan jauh


Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu


Sejujurnya diriku masih mengharapkanmu


(Yovie n Nuno , Menjaga Hati)


Tidak terasa butiran bening keluar dari matanya, ia sangat menghayati lagunya yang sangat pas dengan keadaan diluar dan suasana hatinya.


"Ry.. aku kangen. Tapi aku ga bisa bohong kalau aku juga benci sama kamu" batin Ira


Kring..... panggilan masuk dari Ranzy


"Ra, aku ganggu ga?"


"Ngga kok Ran, ada apa?"


"Aku hanya ingin memastikan keadaan kamu sekarang, gimana sudah lebih baik belum?"


"Gue ga apa apa Ranzy, tenang aja ga perlu khawatir yang berlebihan deh"


"Iya maaf, soalnya aku ga tega liat kamu begitu"


"Iya terima kasih ya Ranzy udah khawatir sama gue, sekarang gue baik baik aja"


"Ra, boleh tanya sesuatu?"


"Mau tanya apa sih Ran? pakai segala nanya boleh apa ngga nya"


"Iya aku mau tanya, tapi aku takut kamu marah"


"Emang lo mau tanya apa yang bisa bikin gue sampai marah segala?"


"Aku mau tanya..." ucapa Ranzy terpotong


"Ribet deh, tinggal nanya aja"


"Aku mau tanya Ry itu siapa kamu?" ucap Ranzy ragu-ragu


Ira terdiam sejenak.


"Halo Ra, masih tersambung kan? Ra?


"Hmm yaa."


"Kalo keberatan buat jawab, ga usah dijawab Ra. Maaf ya kalo aku lancang"


"Ry itu...." ucap Ira ragu-ragu


Bersambung....


Jangan lupa like,


jadikan karya ku sebagai favourite


dan berikan vote nya juga ya.


Tinggalkan jejak kalian juga di kolom komentar.


Aku sangat membutuhkan masukkan dan saran kalian dalam membuat karya ini, dukung aku terus ya para readers

__ADS_1


__ADS_2