
*** Happy Reading ***
"Zi, gue gabisa lagi anterin Ira balik, gue lupa udah janjian ngajak gebetan gue jalan. Gimana ya gue bilangnya ke Ira, ga enak gue Zi tadi gue maksa maksa dia ke kost-an" ucap Eki,
"Yaudah nanti lo minta tolong aja sama yang lain, rumah gue sama doi beda arah jauh banget Ki. Coba lo minta tolong Jimi atau Aria coba" Rezi mencoba membantu.
"Gue bener bener lupa kalo udah janji sama gebetan gue, siapa ya yg mau anterin Ira" batin Eki.
Flasback Off
"Sorry Ra, gue lupa kalo gue ada janji sama gebetan gue. Gimana kalo lo balik sama Jimi atau ngga Wahyu aja, mau ga?" ucap Eki
"Yah, gimana dong tadi kan lo sendiri yang janji mau anterin gue balik, gue udah kesini juga. Besok gamau lagi deh gue tolongin lo, cukup tau aja." Ucap Ira.
Sebenarnya Ira sangat kecewa pada Eki tapi karena tidak ingin terlihat kekanakan ia memutuskan untuk pulang sendiri.
Diam-diam ada seorang laki laki yang sedang memperhatikan kepergian Ira, ia sangat tidak ingin jika gadis itu pulang sendiri, namun karena sifatnya yang pemalu pada orang yang tidak dekat dan sedikit penakut untuk memulai sesuatu hal jadi lelaki tersebut memilih diam.
"Aria, lo anterin Ira ya" ucap Eki tiba-tiba memohon pada Aria agar mengantar Ira sampai kerumahnya.
"Dimana rumahnya? gue ga tau jalan" ucap aria polos. "hahahahahha" seketika semua orang yang ada dikamar tersebut tertawa.
"Kan lo balik sama tuan rumahnya, masa iya tuan rumah ga ngasih tau jalan kerumahnya. gimana deh lo ada ada aja jd orang" celetuk Herti.
__ADS_1
"Ga usah grogi gitu Ar, sekarang kan udah jaman modern tinggal pake aja aplikasi online penunjuk arah" ledek Eki. "Sumpah gue gatau jalan, tau cuma dari rumah gue kekampus dan balik lagi. Paling jauh juga gue main sekitaran kampus aja." jawab Aria malu.
Karena tidak enak hati, Ira memilih keluar kamar kost untuk pulang, ia sangat malas mendengar perdebatan didalam kamar tersebut. Ira berjalan kaki menuju halte jalan raya sambil mengirim pesan pada seseorang, setelah sampai di halte ia duduk terdiam. Sialnya pada saat itu ia lupa mengisi daya ponsel nya, sehingga menyebabkan ponselnya mati. Ira tidak tau harus pulang dengan cara bagaimana.
Di Kamar Kost
"Ar, lo beneran tu gamau anter Ira balik? kasian doi udah sore" tanya Herti sedikit kawatir dengan Ira. "Gue ga tau jalan Ti" ucap Aria yang membuat teman-temannya kesal.
"Jangan jadi laki laki pengecut!!!!" maki Herti yang geram akan sifat Aria.
Degggg...
Sebagai laki laki Aria tidak terima dibilang pengecut tapi walau bagaimana pun iya benar benar tidak tahu jalan dan bukan tidak bisa menggunakan aplikasi online penujuk jalan hanya saja pulsa internet nya habis saat ia bermain game online. Ia memikirkan Ira, tidak tega membiarkan Ira pulang sendirian.
"ARGGHHH, ngga ngga, gue bukan pengecut" gerutu Aria.
-------
Dari ujung jalan diam-diam Aria mengikuti Ira, sebenarnya ia ingin mengantar Ira pulang sampai kerumahnya namun ia takut untuk bilang. Setelah diam beberapa saat akhirnya Aria memberanikan diri ke depan halte tempat Ira duduk “ayo Ra gue antar pulang.”
“Gausah, gue bisa kok pulang sendiri aja lagian kan lo ga tau jalan yang ada nanti lo nyasar lagi pas abis anter gue” jawab Ira cuek.
“Yaudah ayo balik, udah sore nih nanti kalo kemaleman lo dimarahi ortu (orang tua) lo lagi, kan kata anak-anak bokap lo galak, gue jadi takut” ucap Aria seraya menarik tangan Ira untuk menaiki motornya.
__ADS_1
“Yaudah deh” ucap Ira pasrah.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Ira, Aria sama sekali tidak memulai pembicaran hanya ada suara kendaraan dijalan. Aria tampak canggung dan kaku.
“Sumpah ya gue kaya lagi pulang sama tukang ojek diam-diam an kaya gini” celetuk Ira.
.
.
.
.
.
Bersambung..........
---------------------------------
Haiiii semuanya. Ini Karya pertama ku jangan lupa like dan comment ya.
kalo mau kasih saran juga boleh, aku sangat membutuhkan saran dari kalian semua.
__ADS_1
Mohon maaf kalo masih banyak kesalahan dalam penulisan.
Terimakasih