
*** Happy Reading ***
"Nih nomor gue.." Aria menunjukan ponselnya kepada temannya.
"Thanks bro, gue langsung balik ya"
"Baru juga dateng lo, ngopi aja dulu disini bentar"
"Kalo lo maksa ya gue ga bisa berbuat apa apa hahahaha"
Aria bercerita tentang masa-masa nakalnya ketika ia masih bersekolah SMK, dan ia juga menceritakan tentang perkuliahnya kepada sahabatnya itu, hingga tidak terasa matahari mulai terbenam.
"Jadi gimana bro, benerkan kata gue kalo lo masih belum bisa move on dari si Dyah itu"
" Enggaklah, gue udah biasa aja sekarang"
Flashback On
"Aku tau, keluarga aku bukan dari kalangan yang berada, aku juga bukan lelaki yang pemberani seperti yang kamu inginkan. Aku bukan lelaki yang bertutur kata lembut, aku sadar hal itu karena lahir dari seorang ayah yang merupakan mantan Preman yang terkenal di daerah ini, dan aku juga dibesarkan di lingkungan yang omongan nya kasar. Aku mencoba untuk menjadi lebih baik lagi, aku mencoba untuk menjadi orang yang seperti kamu inginkan" ucap Aria dengan mata yang berkaca kaca
"Aku ngerti kamu begitu karena dibesarkan dilingkungan yang seperti itu, tapi tetap saja aku ga bisa sama laki-laki yang mulutnya kasar. Mau jadi apa nantinya masa depan aku kalo sama orang yang kasar. Aku juga ga boleh pacaran sama papaku. Maaf Aku ga bisa melanjut kan hubungan kita ini. Aku minta maaf Aria" ucap Dyah lalu meninggalkan Aria
Aria pulang menuju rumahnya, ia memikirkan perkataan Dyah, memang dia lelaki kasar tapi ia mencoba untuk tidak kasar terhadap wanitanya, wanita pertama yang membuat ia merasakan hatinya bergetar, cinta anak remaja yang sedang menggebu gebu.
Dyah adalah perempuan yang mampu mengubah hidupnya menjadi lebih baik, dan lebih semangat belajar semasa sekolah dulu.
Dyah juga mampu mengubah Aria menjadi laki laki yang lebih bertanggung jawab.
perkataan Dyah sangat menyakiti hatinya, namun ia lebih memilih pasrah karena ia tidak ingin memaksakan hubungannya supaya tidak akan ada keterpaksaan saat menjalani suatu hubungan.
Flasback Off
"Gue tau bro ga mudah buat lo, tenang aja cewek masih banyak, lo ganteng ga usah takut ga laku" ledek temannya Aria
"Seloww gue udah lupain semuanya"
Hari semakin gelap, Aria merapikan warung dagangannya, lalu ia pulang ke rumahnya. Temannya sudah pulang terlebih dulu.
__ADS_1
"Hai Aria, selamat datang digrup" sapa salah satu temannya digrup chat sekolah SMKnya
Ia hanya membalasnya dengan emoticon senyum.
ia melihat member yang ada digrup itu, ada satu nama yang membuat raut wajahnya berubah. ya itu Dyah, ia melihat foto kontak Dyah sedang bersama laki-laki.
Hatinya terasa perih melihatnya. Namun ia tidak ingin mengingat masa lalunya kembali. ia menghargai kejujuran yg Dyah berikan tentang perasaannya dulu.
---
Hari sabtu ini Ira memutuskan untuk dirumah saja, ia berniat ingin membereskan kamarnya yang sudah mulai berantakan karena terdapat banyak barang-barang.
Ia mulai dari merapikan lemari bajunya, ia memilih baju yang sudah tidak terpakai, ia memilih bajunya satu per satu, ia melihat satu gaun berwarna merah kesukaannya. Gaun yang sangat cantik. ia kembali mengingat momen momen ketika ia memakai gaun itu,momen dimana ia mengenakan gaun itu saat pesta ulang tahun Ry yang ke 17 tahun.
Ulang tahun yang ke 17 biasanya memang dijadikan ajang anak remaja sebagai momen menandakan dirinya sudah legal di mata negara. biasanya banyak anak remaja yang merayakan nya yang dinamakan Pesta Sweet Seventeen.
Ia mengingat memakai gaun berwarna merah itu yang secara kebetulan ternyata senada dengan kemeja yang dikenakan oleh Ry.
"Ah aku rindu kamu Ry. dulu aku sangat bahagia berada disisi mu tapi sekarang rasanya tidak mungkin kita bisa bersama lagi" gumam Ira
Ira terus melanjutkan memilih baju yang iya tidak pakai lagi lagi, ia pisah kan di lemari bagian bawah.
Ira memang senang merawat kulitnya, ia menjaga penampilannya dengan merawat kulitnya yang putih bersih itu. Tidak jarang ia mengeluarkan budget yang tinggi untuk membeli semua rangkaian perawatan nya.
Ia juga merapikan rak yang berisi buku - buku dan pajangan. setiap benda yang dimilikinya rata rata adalah barang pemberian Ry. Ya Ry orang yang sangat royal dan sedikit boros, ia dengan senang hati akan membelikan barang apa saja yang disukai Ira.
Ira yang sedang belajar untuk tidak mengingat semua tentang Ry, ia mulai merapikan semua barang barang yang pernah diberikan Ry kepadanya. Ia memasuk kan semua barang itu ke dalam kardus dan menyimpan di dalam gudang rumah nya
kruk..krukk.kruukkk
Cacing diperut Ira sudah mulai protes untuk segera memberinya makan.
"Saking asiknya bebenah sampe ga sadar udah sore ternyata" gumam Ira
Ira berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia sengaja mandi terlebih dahulu karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.
Setelah selesai mandi, ia menggunakan pakaian rumahnya yaitu daster. Ia memang senang menggunakan daster ketika dirumah karena nyaman dan adem.
__ADS_1
Ira menuju meja makan, dan hampir saja jatuh dari tangga karena tiba tiba saja kakinya lemas melihat kehadiran Ry dirumahnya.
"Hah sejak kapan dia disini" gumam Ira.
"Baru aja saya mau panggil mba Ira ke kamar, eh mba Ira nya udah turun duluan" ucap mbak vivi yang bekerja sebagai tukang bersih bersih dirumah Ira.
"Mbak sejak kapan dia dateng?"
"Baru aja kok mba, dia cari mba Ira lalu saya suru dia masuk dan suru mas nya duduk"
"Mas nya ganteng ya mba Ira, pacar nya ya mba?" ucap Mbak Vivi
"Bukan kok mba, yaudah mbak sekarang tolong lanjutin ngepel kamar saya ya mbak biar saya aja yang bikin minumnya"
Ira menuruni tangga menuju dapur membuatkan minuman untuk tamu yang tidak diharapkan lagi kehadirannya itu.
Ira meletakan minuman di hadapan Ry yang sedang menunggunya di meja makan.
"Kamu masih ingat saja sama minuman ini"
"Iya disini ga ada kopi...." ucap Ira terpotong
"Karena disini ngga ada yang ngopi kan bee" Ucap Ry melanjutkan kata kata yang akan diucapkan Ira
Deg.. jantung Ira berdetak lebih cepat.
"Masih hafal aja dia, kenapa juga mesti manggil itu"batin Ira
"Langsung aja deh, kamu ngapain lagi kesini?" ucap Ira kesal.
"Aku ga sengaja tadi lewat daerah sini, makanya aku mampir kerumah kamu. Kebetulan kamunya ada yaudah aku masuk. Oh iya aku bawa makanan kesukaan kamu nih, yuk kita makan"
"Alesan aja kamu"
"Kamu lapar kan, yaudah yuk kita makan dulu"
Ira mengambilkan piring untuk Ry, ia juga menaruh nasi diatasnya dan meletakan dihadapan Ry. Lalu ia duduk agak jauh dari Ry.
__ADS_1
"Kok duduknya disitu, sini dong Bee deket aku"