
Hampir sebulan telah berlalu semenjak Wang Lin mengenakan gelang besi yang ia gunakan sebagai pelatihan.
Kini otot tubuhnya terlihat semakin membesar, ia bahkan tidak memerlukan Qi untuk bergerak bebas dengan gelang besi di tubuhnya.
Duduk di bawah pohon yang berada di halaman depan, Wang Lin bermeditasi.
Metode Yin Yang kembali aktif dan memunculkan tanda matahari di tengah keningnya.
Whus!!
Gelombang angin berputar di sekitar tubuh Wang Lin, ia menghirup energi spiritual dan mengolahnya di dalam Dantian.
Setelah dua jam berlalu, Wang Lin membuka kedua matanya.
Tubuhnya memunculkan aura merah menyala bersama dengan ledakan yang terjadi di dalam Dantian nya.
"Heh, akhirnya aku menembus tanah Martial Spirit juga..."
Wang Lin terkekeh, dia menggenggam gelang besi itu dan meremasnya sampai hancur.
Kekuatan fisiknya saja sudah cukup kuat untuk menghancurkan gelang itu menjadi serpihan kecil.
"Hmm, akhirnya gelang sialan yang menganggu ini hancur juga.."
Setelah Wang Lin menghancurkan keempat gelang itu, dia membuka layar statusnya.
(Nama : Wang Lin)
(Kultivasi: Martial Spirit awal)
(Teknik : Mata Penilai, Tebasan Petir, ...)
(Budidaya : Metode Yin Yang)
(Elemen : Tidak ada)
(Poin : 100)
Selain tingkat Kultivasi dan saldo poinnya yang berubah, tidak ada perubahan lain dalam layar statusnya.
Selain itu juga, muridnya telah menerobos ke ranah Foundation Establishment awal.
"Hmm, sudah saatnya aku pergi meninggalkan hutan ini.." Wang Lin berdiri kemudian meregangkan otot-otot nya yang kaku.
Dia berjalan menuju rumah dan membuka pintu. Saat pintu kayu terbuka, tercium aroma harum yang berasal dari dalam.
"Ah, kamu selesai berlatih master?" Yan Ruyu berkata.
Dia terlihat menggunakan celemek sambil meletakkan berbagai hidangan di meja makan.
Hanya dengan melihatnya sekilas, Yan Ruyu terlihat seperti seorang istri yang melayani suaminya yang baru saja pulang bekerja.
"Sungguh istri yang sempurna..." Gumam Wang Lin.
__ADS_1
"Apakah kamu mengatakan sesuatu master?"
"Tidak, aku batu saja menguap haha..." Wang Lin berbohong dengan nada canggung.
Setelah kedua orang itu menghabiskan sarapan mereka, Wang Lin bersendawa dengan ekspresi puas.
"Seperti biasa, masakanmu benar-benar luar biasa Ruyu.." Ucap Wang Lin memuji, ia mengelus kepala Yan Ruyu sebagai hadiah.
Seperti biasanya, Yan Ruyu menikmati itu dan menempelkan pipinya di tangan Wang Lin.
"Elus aku lebih banyak master..."
"Eh..." Merasa ada yang aneh, Wang Li. berdeham kemudian menghentikan tindakannya.
"Sudah-sudah, ada satu hal penting yang akan guru beritahukan padamu."
"Karena kamu sudah menerobos ke ranah Foundation Establishment, sudah seharusnya kita meninggalkan hutan ini." Wang Lin berucap setelah meneguk secangkir air.
Sayangnya, Yan Ruyu terlihat tidak senang dengan perkataan gurunya.
Itu terlihat dengan ekspresi dingin yang terukir jelas di wajahnya.
"Kenapa master? Bukankah tinggal di hutan ini lebih baik."
Wang Lin menghela nafas, dia tersenyum kemudian menjelaskan alasannya meninggalkan hutan itu.
"Sebenarnya Ruyu, identitas gurumu sebenarnya adalah tuan muda dari Klan Wang. Tetapi karena konspirasi yang dilakukan oleh pamanku, dia menjebak ayahku dan menuduhnya bersekongkol dengan iblis." Wang Lin berhenti berbicara, terlihat jelas di matanya kebencian yang begitu mendalam setelah menyebut Klan Wang.
"Pada akhirnya, aku berakhir di hutan ini menggunakan artefak pemberian ibuku."
Melihat kebencian itu, Yan Ruyu mengepalkan tangan kecilnya. Matanya menunjukkan niat membunuh, "Mati!! Klan Wang sialan, beraninya kalian membunuh ayah mertuaku. Bahkan menjadikan guruku sebagai buronan. Hancurkan!! Bunuh!!..."
Pikiran Yan Ruyu dipenuhi oleh hasrat untuk menghancurkan dan membunuh setiap anggota Klan Wang.
Karena Yan Ruyu juga mengalami nasib yang hampir sama, ia mengerti bagaimana rasanya di khianati seperti itu.
Menekan niat membunuh yang ada di tubuhnya, Yan Ruyu seketika mengubah ekspresinya.
Dia tersenyum, mengambil telapak tangan Wang Lin dan menggenggamnya.
"Maaf membuatmu teringat kejadian itu master. Murid ini paham."
Mendengar itu, Wang Lin bernafas lega. Dia tidak menduga bahwa muridnya akan memahami perasaannya.
"Terimakasih..."
Setelah perbincangan singkat itu, Wang Lin dan Yan Ruyu segera bersiap meninggalkan hutan.
Tujuan utama Wang Lin saat ini adalah pergi ke kota mawar putih, itu berada di sebelah utara hutan.
Kota mawar putih termasuk kedalam tiga kota besar yang berada di bawah kerajaan Beizhun.
Secara garis besar, benua langit terbagi menjadi tiga kekaisaran. Ketiga Kekaisaran itu adalah kekaisaran Wei, kekaisaran Xu, dan kekaisaran Long.
__ADS_1
Hutan terlarang berada di bawah kekuasaan kekaisaran Xu, dengan puluhan kerajaan dan ratusan sekte. Ini membuat kekaisaran Xu menduduki peringkat kedua dibawah kekaisaran Long.
Kota mawar putih sendiri memiliki seorang penguasa di ranah Martial King. Para Kultivator di ranah ini merupakan eksistensi yang sangat di hormati.
Bahkan kaisar sendiri menghargai mereka.
Siang hari di halaman rumah kayu, Wang Lin terlihat berdiri berhadapan dengan Yan Ruyu.
Mereka saling berhadapan satu sama lain, Yan Ruyu mengikat rambutnya dengan tangan memperlihatkan lehernya yang sangat putih.
"Kamu bisa memakaikannya master.." Ucap Yan Ruyu, suaranya begitu kecil dan terdengar imut.
"Baiklah..."
Wang Lin mendekatkan kepalanya, kedua tangannya terangkat keatas membelakangi leher Yan Ruyu.
Ia bahkan bisa mencium aroma harum dari tubuh gadis itu.
"Selesai.."
Wang Lin segera menjauhkan kepalanya, setelah memakaikan kalung di leher muridnya.
Kalung itu sendiri memiliki liontin permata yang sangat cantik. Benda itu tidak lain merupakan artefak pelindung yang ia beli seharga 100 poin dari toko sistem.
"B–Bagaimana penampilanku?" Tanya Yan Ruyu malu, wajahnya memerah dengan kepala menunduk kebawah.
"Itu terlihat cocok denganmu, sangat cantik." Wang Lin menjawab jujur.
"Layak dihargai 100 poin, selain penampilannya yang indah. Artefak itu juga dapat menahan serangan dari seorang Kultivator di ranah Martial Spirit akhir." Batin Wang Lin.
Mereka berdua segera melakukan perjalanan ke Utara. Hutan terlarang sendiri merupakan area berbahaya yang ada di kerajaan Beizhun.
Alasannya sederhana, ada banyak monster di ranah Martial Master sampai Martial King yang hidup di sana.
Rumah kayu yang Wang Lin gunakan sebagai tempat tinggal merupakan area luar hutan terlarang, itu tidak cukup berbahaya karena hanya ada monster di ranah Qi Refining dan Foundation Establishment.
Tak terasa, matahari telah tenggelam di arah barat. Langit menghitam bersama dengan munculnya cahaya bulan keperakan.
Sinar perak itu menerangi area hutan melalui sela-sela dedaunan.
Jauh di Utara hutan, Wang Lin menghentikan perjalanannya dan berniat mendirikan tenda.
Ia mencari beberapa kayu bakar dan membuat api unggun untuk menghangatkan mereka berdua.
"Istirahat Ruyu, aku akan menjagamu selagi tidur.." Ujar Wang Lin pada Yan Ruyu yang berada di sampingnya.
Gadis itu dengan patuh mengangguk dan masuk kedalam tenda.
Sendirian di luar tenda, Wang Lin menghela nafas. Dia menatap bintang-bintang yang bersinar indah di atas langit sambil bergumam.
"Tak terasa sudah satu bulan sejak aku berada di dunia ini, aku sudah mengalami banyak hal yang tidak terduga selama ini." Wang Lin mengingat peristiwa yang terjadi sejak transmigrasinya.
Ia melirik Yan Ruyu yang tertidur di dalam tenda dan tersenyum, "Aku pasti akan melindungi mu."
__ADS_1
***
To Be Continued