Semua Muridku Adalah Regressor

Semua Muridku Adalah Regressor
Chapter 14 : Sesuatu yang Menggoda


__ADS_3

Pria dengan topi bambu itu tertegun saat melihat tebasan pedangnya di tangkap dengan mudahnya oleh Wang Lin.


Bahkan yang lebih membuatnya terkejut adalah pria itu hanya membutuhkan dua jari untuk menghentikan serangannya.


"Ini buruk, pria ini bukan orang biasa.."


Wajahnya menjadi pucat, dia mencoba menarik pedangnya dari jepitan jari Wang Lin dan menjauh.


Sayangnya pedang itu sama sekali tidak bergerak, dia menyerah untuk mengambil pedang itu dan menjauh beberapa meter sambil memikirkan situasinya lebih lanjut.


"Hmm, kau pikir aku akan membiarkannya?"


Tanpa memberikan kesempatan untuk pria paruh baya itu menjauh, Wang Lin menghancurkan pedang di jarinya dan melepaskan sebuah pukulan.


Bamm!!


Salah satu dari teknik yang ia pelajari dari sistem, pukulan angin.


Setelah ia mengumpulkan Qi di pergelangan tangannya, Wang Lin kemudian melepaskan pukulan itu dan membentuk sebuah pukulan transparan di udara.


Pukulan itu mengenai perut pria paruh baya itu dan membuatnya terlempar jauh hingga menghancurkan dinding rumah makan.


Topi bambu yang ia kenakan hancur, terlihat sosoknya yang tersandar lemas pada sebuah dinding bangunan.


Mulutnya di penuhi oleh jejak darah yang baru saja ia muntahkan.


"Orang itu terlalu kuat, melihat dari struktur tulang. Dia terlihat seperti seorang laki-laki usia 20 tahun-an. Tetapi kekuatan yang ia lepaskan barusan, bahkan aku yang merupakan seorang Martial Spirit awal tidak bisa menahannya."


Pria paruh baya itu menghela nafas berat, ia takut bahwa dirinya telah menyinggung sosok yang seharusnya tidak ia singgung.


Berdiri di depannya, Wang Lin menatap pria paruh baya itu dan berkata. "Apakah kau tetua yang mereka bicarakan?"


Pria paruh baya itu mendongak, dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Karena cedera yang ia rasakan setelah terkena pukulan Wang Lin, ia tidak memiliki kekuatan lagi untuk berbicara.


"Hmph, kau bahkan tidak bisa mendidik muridmu dengan benar. Bagaimana mungkin orang seperti mu layak di sebut sebagai guru." Wang Lin berkata.


Dia melihat bahwa pertarungannya telah menarik banyak kerumunan orang, jadi ia memutuskan untuk menyelesaikan itu lebih cepat.


"Aku akan melepaskan mu kali ini, tetapi sebagai gantinya. Berikan aku semua uang yang kamu miliki."


"Eh?."


Pria paruh baya itu terkejut dengan apa yang ia dengar. Dia tidak menduga Wang Lin akan melepaskannya dengan mudah dan hanya meminta uang nya sebagai kompensasi.


Menekan pendarahan di tubuhnya menggunakan aliran Qi, tetua sekte api mengamuk mengambil sebuah kantung kain dari balik sakunya.

__ADS_1


"Di dalamnya ada 30 koin emas, aku tidak yakin apakah kamu puas dengan itu." Ucap pria paruh baya itu.


Wang Lin mengambil kantung yang berisi 30 koin emas, setelah dia memasukkan kedalam cincin penyimpanan. Ia menjemput muridnya dan memberikan 2 koin emas sebagai kompensasi untuk dinding yang ia hancurkan.


Setelah itu, dia dan muridnya pergi mencari penginapan untuk bermalam.


Sementara itu, terjadi keributan di antara kerumunan yang melihat semua kejadian itu.


"Hei, apakah kau melihatnya juga. Kurasa sekte api mengamuk menyinggung orang yang salah kali ini. Bahkan seorang tetua murid luar tidak bisa menahan satu serangan dari pria muda tadi." Seorang pria di antara kerumunan berkata dengan ekspresi puas.


"Ya kau benar, aku sangat senang melihat mereka dipermalukan kali ini. Sekte api mengamuk selalu bertindak arogan setiap kali mereka datang ke kota mawar putih, ini balasan yang setimpal untuk mereka." Lanjut pria yang lainnya.


Sementara itu, tetua murid luar mengeluarkan sebutir pil dan menelannya. Meskipun cedera yang ia terima masih belum sembuh, tetapi itu cukup untuk meringankan rasa sakit yang ia rasakan.


"Aku harus segera kembali dan memberitahu para tetua tentang hal ini."


Dia mengabaikan perkataan kerumunan orang dan melesat pergi kembali ke sekte api mengamuk.


Tidak jauh dari rumah makan, terlihat sebuah bangunan dua lantai yang terlihat cukup mewah.


Wang Lin dan Yan Ruyu masuk kedalam bangunan itu dan menemui seorang resepsionis wanita yang ada di dalam.


"Aku ingin memesan dua kamar untuk satu minggu." Ucap Wang Lin pada resepsionis wanita itu.


"20 koin perak untuk satu kamar, berarti total 40 koin perak untuk dua kamar."


1 koin perak sama dengan 100 koin perunggu.


1 koin emas sama dengan 100 koin perak.


Jadi, bisa di katakan bahwa harga untuk menginap selama satu minggu terbilang cukup murah.


Setelah resepsionis itu memberikan kunci kamar, Yan Ruyu menarik lengan baju Wang Lin dan berkata.


"Master, bukankah lebih hemat jika menyewa satu kamar saja."


Wang Lin tersenyum canggung, di menepuk kepala Yan Ruyu dan menjawabnya.


"Tidak sopan bagi pria dan wanita yang belum menikah tidur bersama di satu ruangan. Selain itu, kamu adalah muridku yang berharga, bagaimana mungkin aku akan melakukan hal itu padamu."


Mendengar jawaban itu, Yan Ruyu cemberut. Dia mengangguk kasar kemudian berjalan menuju kamarnya.


"Gadis itu..."


Wang Lin berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah dia masuk, ia seketika memasang pelindung di setiap sudut ruangannya.


"Perjalanan panjang membuatku kesulitan berkultivasi, ayo berkultivasi hingga pagi hari."

__ADS_1


Wang Lin mengambil sikap lotus, menelan beberapa butir pil. Ia memulai metode Yin Yang untuk berkultivasi.


Sementara itu di ruangan Yan Ruyu, dia duduk di kasur sambil mengigit kuku di jarinya.


"Sekte api mengamuk, berani sekali mereka menganggu waktuku bersama master." Yan Ruyu dengan jelas melihat bagaimana mereka menyerang gurunya.


Selain itu, Yan Ruyu sering melihat sikap yang mereka tunjukkan di kehidupannya sebelum regresi.


"Master terlalu naif, dengan karakter mereka, sekte api mengamuk pasti akan membalas dendam tidak lama lagi. Sebelum hal itu terjadi, aku harus menembus tahap kedua Tyrant Body."


Yan Ruyu tidak berlatih lebih dulu, untuk menembus tahap kedua dari Tyrant Body, dia memerlukan tiga bahan yang penting.


Batu Spirit, Pil Sun Breathing, dan juga seseorang dengan energi Yang kuat untuk membantunya.


"Ini cukup sulit, jika itu di Alam Immortal. Barang-barang ini cukup mudah di dapat. Tetapi di Dunia Mortal, barang ini mungkin menjadi barang langka."


Alis Yan Ruyu terangkat, seolah dia telah menemukan sesuatu. Dia berdiri dari kasurnya dan berlari keluar.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan Wang Lin. Ia yang sedang berkultivasi merasa terganggu dengan suara itu.


"Hah, siapa i– Oh, ternyata itu muridku yang imut."


Wang Lin menghela nafas, dia berdiri kemudian berjalan untuk membuka pintu.


Tepat ketika pintu terbuka, dia melihat sosok Yan Ruyu berdiri dengan pakaian yang sedikit terbuka.


Meskipun Yan Ruyu masih 15 tahun, dia sudah di anggap dewasa di Dunia Mortal.


Apalagi dua gunung yang menonjol di dadanya, itu membuat Wang Lin yang merupakan seorang perjaka tidak bisa menahan diri.


"Sial, pemandangan ini terlalu menggoda."


"Master!"


Suara Yan Ruyu itu seketika menyadarkan Wang Lin dari khayalannya.


"Apakah kamu butuh sesuatu Ruyu?"


"Aku... Aku butuh kamu master."


Dengan wajah yang memerah padam, Yan Ruyu berkata dengan suara menggoda.


"Eh..?"


***

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2