
Wang Ye dan kedua penjaga dibelakangnya tidak sadar bahwa alasan tubuh mereka bergetar adalah niat membunuh yang Wang Lin lepaskan.
"A- Apa ini, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?.. "
Mata Wang Ye melebar saat merasakan ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia berbalik untuk meminta tolong pada kedua penjaga yang ada di belakangnya.
"Paman! Cepat bantu aku!."
Sayangnya, kedua tetua yang bertugas untuk melindunginya juga mengalami hal yang sama.
Kedua tetua itu berdiri kaku, bahkan aliran Qi mereka tertahan oleh niat membunuh dari Wang Lin.
Tapi saat pertarungan akan terjadi, mereka dihentikan oleh penjaga Paviliun Obat.
"Berhenti! Pemilik Paviliun telah melarang adanya pertarungan, jika kalian masih berniat melanjutkan, jangan salahkan aku bersikap kasar."
Wang Lin bagaimanapun tidak begitu peduli dengan peringatannya, dia mendengus dingin kemudian berjalan keluar dari Paviliun Obat.
Saat ia baru saja melewati Wang Ye, ia berbicara dengan nada dingin. "Hmph, ucapkan terimakasih pada keberuntunganmu.
Setelah Wang Lin dan muridnya pergi, tekanan yang mengunci mereka menghilang seketika.
Sekujur tubuh Wang Ye dipenuhi dengan keringat dingin, dia berbalik sambil meraung marah.
"Sialan!! Setelah kompetisi berakhir, jangan harap kau bisa pergi hidup-hidup brengsek!."
Wang Ye berjalan keluar dari Paviliun, amarahnya masih meluap-luap.
"T- Tuan muda, kemana anda pergi. Anda harus beristirahat untuk memulihkan energi anda." Tetua yang bertugas menjaga Wang Ye berkata khawatir.
"Diam! dasar tak berguna, kalian bahkan membiarkan sampah itu pergi begitu saja."
Mengabaikan kedua tetua yang menjaganya, Wang Ye berjalan ke rumah bordil terbesar di kota mawar putih.
Dia berniat melepaskan amarahnya di rumah bordil dengan bermain dengan wanita yang ada di sana.
Waktu berlalu dengan cepat, matahari tenggelam di arah barat kehilangan cahaya keemasannya.
Langit perlahan menghitam bersama dengan bulan dan bintang yang bercahaya.
"Ayo pergi, kompetisi akan dimulai tidak lama lagi."
Duduk di atas bukit bersama dengan kedua muridnya, Wang Lin berdiri sambil menepuk pakaiannya yang berdebu.
Di samping kirinya, Su Yao berdiri terlebih dulu. Dia tersenyum sangat manis dan berkata, "Guru, jika aku memenangkan kompetisi ini... Bisakah aku meminta sesuatu darimu?"
Wang Lin mengangkat salah satu alisnya, terkejut karena Su Yao berinisiatif meminta hadiah kepadanya terlebih dulu.
"Tentu saja, kamu bisa meminta apapun padaku."
Wajah Su Yao memerah seketika, jawaban yang Wang Lin berikan terus terngiang-ngiang di kepalanya.
__ADS_1
Di samping kirinya, Yan Ruyu memiliki ekspresi jelek. Bahkan tidak terlihat senyuman di wajahnya.
"Adik junior, kau berbuat curang.."
Menyadari tatapan tajam dari kakak sendirinya, Su Yao hanya membalasnya dengan seringai.
"Hehe, maaf kakak senior. Tapi aku tidak akan melepaskan kesempatan emas ini."
Mereka bertiga bergegas kembali ke Paviliun Obat.
Bahkan sebelum babak final di mulai, pintu masuk Paviliun telah dipenuhi dengan berbagai orang.
Remaja, paruh baya, bahkan orang tua juga ikut mengantri di pintu masuk.
"Terlalu lama jika kita menunggu mereka, ikuti aku."
Wang Lin menggenggam telapak tangan Yan Ruyu dan Su Yao, melepaskan Qi di tubuhnya.
Tubuh Wang Lin dan kedua muridnya menghilang seolah dia tidak berada di sana sejak awal.
Saat mereka bertiga muncul, Wang Lin sudah berada di kursi penonton.
"Guru, aku pergi dulu." Su Yao menundukkan kepala kemudian berbalik.
Tetapi sebelum dia memulai langkah, Wang Lin mengehentikan langkah muridnya.
"Ada apa guru?" Su Yao menatap bingung pada Wang Lin.
Tiba-tiba, Wang Lin meraih tangan Su Yao yang sehalus giok dan mengeluarkan sebuah gelang kain.
"Semoga beruntung..."
Wajah Su Yao memerah padam, dia menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu.
"T- Terimakasih guru.."
Tanpa melihat Wang Lin, Su Yao berlari menuju ke ruang tunggu sambil menggenggam pergelangan tangannya.
Dari kejauhan, Yan Ruyu menatap Su Yao dengan tatapan tajam. Wajahnya sedingin es tanpa eskpresi.
"Aku juga menginginkannya, master memakaikan gelang sambil mengelus kepalaku." Batin Yan Ruyu.
Dia tidak menyadari bahwa Wang Lin yang duduk disampingnya merasa takut dengan pandangan dinginnya.
"Mengerikan! apakah dia benar-benar Ruyu?"
Sementara itu, ketika Su Yao tiba di ruang tunggu. Tatapan matanya seketika bertemu dengan Wang Ye, satu-satunya orang yang sampai.
"..."
"..."
__ADS_1
Su Yao duduk agak jauh darinya, entah kenapa dia merasakan perbedaan Wang Ye dibandingkan siang tadi.
Seolah-olah pria yang duduk di sana bukanlah Wang Ye, melainkan orang lain.
Akhirnya, setelah menunggu selama hampir setengah jam. Seorang pria tua memanggil mereka berlima untuk keluar.
Tepat saat Su Yao dan keempat peserta lain keluar dari ruang tunggu, teriakan-teriakan dari penonton terdengar dari berbagai arah.
Selain itu juga, di kursi duduk tiga tetua tadi. Ada dua orang tambahan, kedua orang itu adalah walikota Lin Chu dan juga pemilik Paviliun Obat, Yan Gu.
"Hmm, mereka semua terlihat meyakinkan." Yan Gu bergumam pelan, matanya sedikit tertutup oleh wajahnya yang tua.
"Hahaha, matamu masih setajam dulu pak tua." Duduk di sampingnya, Lin Chu tertawa sambil menepuk pundak Yan Gu.
Mereka berdua adalah teman lama, tetapi karena Lin Chu mengolah teknik tubuh petir. Fitur wajahnya terhenti pada saat usianya 30 tahun.
"Diam kau! jika saja bukan karena tubuh petirmu, kau juga sudah menjadi tua sepertiku." Yan Gu membalas dengan kesal.
Xu Tian dan kedua orang lainnya hanya bisa tertawa canggung dari jauh. Dengan status mereka bertiga, mereka bukan berada di tingkat yang sama dengan kedua pria tua itu.
"Sudahlah, Xu Tian cepat mulai kompetisinya." Yan Gu menarik nafas sambil meminta Xu Tian untuk segera memulai babak final.
Tak lama setelah itu, seorang tetua Paviliun Obat yang juga merupakan juri dalam kompetisi itu menjelaskan peraturan babak final.
"Di babak final, tidak ada batasan dalam menyuling pil. Bahan yang disediakan juga dapat kalian manfaatkan sesuka hati. Pemenang kompetisi ini akan ditentukan langsung oleh pemilik Paviliun, tuan Yan Gu."
Setelah tetua itu menjelaskan peraturannya, dia segera memulai babak final.
Keempat orang berlari untuk mengambil herbal-herbal yang mereka butuhkan.
Sementara itu, Su Yao terlihat jauh lebih santai dibandingkan dengan keempat peserta.
Dia melihat herbal-herbal dan juga bahan yang ada di atas meja, setelah memilih satu persatu, dia kembali membawa semua bahan yang di butuhkan dan memasukkannya kedalam tungku.
"Hoo, gadis itu ... siapa dia?" Yan Gu, menyipitkan matanya untuk melihat sosok kecil Su Yao.
Dia tersenyum tipis sambil bergumam, "Tunjukkan padaku kemampuanmu gadis kecil.."
Tak jauh dari tungku Su Yao, Wang Ye menyeringai lebar. Dia mengeluarkan sebutir pil dan diam-diam menelannya tanpa sepengetahuan orang lain.
"Kekeke, pemenang kompetisi ini sudah ditentukan."
Merasakan energi jiwa ditubuhnya meningkat, Wang Ye dengan percaya diri memasukkan bahan-bahan kedalam tungku secara perlahan.
"Lihat itu, apakah tuan muda Wang akan membuat pil tingkat tiga?"
Mendengar pertanyaan itu, semua tatapan seketika tertuju pada Wang Ye yang berkonsentrasi menyuling pil.
Su Yao, yang belum memulai proses penyulingannya menatap Wang Ye dengan kerutan di wajahnya.
"Hmm, aku mencium aura iblis darinya.."
__ADS_1
***
To Be Continued.